
Malam ini Gema tidak bisa tidur karena terus memikirkan Zelline dan dia merasa kesal karena besok adalah hari Minggu, jadi dia tidak bisa bertemu Zelline.
Mau ajak jalan lagi agak takut bilang ke kedua Kakak gadis itu. Tadi saja mereka menatap Gema dengan sangat sinis.
Yah meskipun sebenarnya bisa saja dia meminta izin pada Ziko atau Devina, tapi tetap saja kedua Kakak Zelline pasti akan menatapnya dengan penuh ancaman.
Ya ampun susah sekali mendekati Zelline.
Gema :
Zelline?
Udah tidur? Kalau belum gue mau bilang makasih untuk hari ini
Makasih ya Zel udah mau gue ajak jalan sama Gerhana dia seneng banget
Udah itu aja kok
Good night Zel jangan lupa mimpiin gue👍
Gema mengirimkan beberapa pesan itu pada Zelline yang ternyata hanya mendapat ceklis satu karena mungkin gadis itu sudah tidur.
Yasudahlah besok Gema akan menghubunginya lagi.
"Gema ayo stop mikirin Zelline." Kata Gema pada dirinya sendiri.
Tapi, tidak bisa bayangan Zelline sulit untuk dihilangkan!!
Mengingat senyum manis gadis itu dan suara lembutnya yang memanggil nama Gema membuat dia gila sendiri.
Langsung nikah aja bisa gak?
Sedangkan disisi lain ada Zelline yang duduk diam sambil menghindari tatapan tajam kedua Kakaknya yang tidak mau berhenti bertanya. Kedua orang itu terus saja menanyakan tentang kepergiannya dengan Gema tadi.
Huh Zelline mau bilang apa?
Tidak mungkin dia bilang kalau Gema menggenggam tangannya atau merangkul pundaknya atau...
Agh tidak tidak nanti Zelline langsung dimarahi tujuh hari tujuh malam.
"Kak aku kan enggak aneh-aneh lagian kan Zelline udah besar masa pergi sama temen masih kena marah." Cicit Zelline.
"Tuh kan baru sehari pergi sama Gema udah kayak gini." Kata Arthan kesal.
__ADS_1
Zelline menghela nafasnya pelan dan kembali menunduk dengan raut wajah cemberut.
"Lo tuh masih kecil Zel." Kata Ardhan ikutan.
"Kakakk aku sekarang udah sma masa masih di bilang anak kecil terus." Keluh Zelline sambil mendongak dan menatap kedua Kakaknya.
"Ya terus kenapa kalo udah sma? Bagi gue sama Ardhan dan Papi lo itu masih kecilll masih bayi." Kata Arthan yang membuat Zelline melotot.
"Ihh aku udah besar!" Kata Zelline kesal.
"Lo masih kecil." Kata Ardhan sambil mencubit pipi gadis itu dengan gemas.
"Enggak!"
"Lo masih kecil Zelline! Masih bayiii." Kata Arthan yang ikutan mencubit pipi adiknya itu.
Jadilah kedua pipi Zelline dicubit oleh kedua Kakaknya yang membuat gadis itu merengek pelan.
"Kakak sakittt"
Setelah cukup puas keduanya baru melepaskan tangan mereka dan Zelline dengan wajah cemberutnya mengusap-ngusap pipinya yang memerah.
"Jahat, sakit tau pipinya." Kata Zelline yang seperti ingin menangis.
Dan keduanya langsung panik ketika Zelline mengusap pipinya dengan mata berkaca-kaca.
"Ehh jangan dong iya iya maaf." Kata Arthan panik.
Arthan dan Ardhan memeluk adiknya itu dengan sayang sambil meminta maaf. Bisa habis mereka kalau Devina tau nanti uang jajan mereka bisa dipotong.
"Biarin mau aku bilangin Mami." Kata Zelline lagi.
Gadis itu memasang wajah sedihnya untuk mengerjai kedua Kakaknya yang galak dan jahil itu.
Lagian Zelline sudah masuk sma masih dibilang anak kecil, menyebalkan sekali!
Awas saja Zelline akan mengadu biar kedua Kakaknya itu dimarahi.
••••
Sedangkan itu di dalam kamar kedua orang tua Zelline terjadi sedikit perdebatan. Ada Ziko yang mengomel dan melayangkan protes karena Devina mengizinkan Zelline pergi bersama dengan Gema.
Devina sendiri tidak banyak memberikan tanggapan karena menurutnya itu bukan sesuatu yang salah, tapi dia juga cukup maklum dengan sikap suaminya.
__ADS_1
Mengingat Zelline adalah anak perempuan satu-satunya, jadi hal yang wajar jika Ziko terlalu khawatir dengan pergaulan anak itu.
"Vinaa jangan izinin Zelline lagi ih dia masih kecil..."
"Sayang sampe kapan coba mau anggap Zelline anak kecil? Zelline udah sma dia bukan anak kecil lagi." Kata Devina dengan penuh kelembutan.
"Enggak! Zelline masih kecil." Kata Ziko tidak mau kalah.
Devina menghela nafasnya pelan, kalau sudah menyangkut anak-anak pasti Ziko akan sangat keras kepala.
"Mami sayang jangan izinin Zelline deket sama cowok dulu." Pinta Ziko.
"Ziko"
Kali ini Devina menatap Ziko dengan serius.
"Vina tau rasanya dikekang gimana, jadi Vina bisa ngerti apa yang Zelline rasain sekarang, dia cuman minta sedikit kebebasan aja untuk jalan dan keluar sama teman-temannya." Kata Devina masih dengan suara yang terdengar begitu lembut.
"Tapi..."
"Ziko jangan kayak gitu kasihan Zelline kalau terus-terusan dikekang sampe dia enggak punya banyak teman." Kata Devina lagi.
Kali ini Ziko diam dan tidak memberikan tanggapan apapun. Dia merasa apa yang Devina katakan adalah benar.
"Kita kan masih jagain Zelline dan tetap lihat seperti apa teman-teman dia. Bukan lepas tanggung jawab Ziko, tapi kasih sedikit kebebasan tanpa menghilangkan pengawasan." Devina tersenyum dan memeluk tubuh suaminya itu dengan sayang.
"Maaf sayang." Cicit Ziko.
"Enggak papa Zelline anak perempuan kita satu-satunya, jadi wajar kalau Ziko terus si kembar khawatir sama Zelline." Kata Devina memaklumi.
Begitu Devina melepaskan pelukannya Ziko langsung menciumi bibir wanita hingga berkali-kali.
"Sayang banget sama Vina."
Oh lihat dia mengatai Zelline seperti anak kecil padahal Ziko juga sama.
Tidak ingat umur!!!
••••
Hellow masih dengan Zelline di part ini❣️
Next part untuk Naura dan Maura yaa👍
__ADS_1
Aku update lagi nanti siang atau sore atau malam atau tiga-tiganya hahaha
dadahhhh🤗