
Ardhan tiba-tiba datang dan memasuki kamar kembarannya setelah mereka selesai makan malam. Pria itu duduk di samping Arthan yang tengah sibuk chatingan entah dengan siapa.
Dia ingin bertanya sebenarnya, tapi takut kalau kembarannya itu akan meledeknya habis habisan.
Kalian tau sendiri bagaimana jahilnya Arthan kan???
"Kenapa lo?" tanya Arthan yang menyadari kedatangan kembarannya.
Pria itu bertanya tanpa menoleh dan melihat ke arah Ardhan.
"Dih enggak boleh gue kesini?" tanya Ardhan dengan ketus.
"Gue nanya ya Dan," kata Arthan kesal.
Pria itu berdecak kesal sambil meletakkan ponselnya dan menatap kembarannya.
"Kenapa lo? Tumben banget ke kamar gue biasanya lo gue samperin ke kamar aja ngomel," gerutu Arthan.
"Gue..."
Ardhan ingin mengajukan sebuah pertanyaan, tapi dia terlihat ragu. Beneran deh dia takut habis ini Arthan akan terus mengejeknya.
"Kenapa???" tanya Arthan kepo.
"Ah enggak jadi lah males gue nanti lo ledekin," kata Ardhan yang langsung mengubah senyum di wajah Arthan menjadi senyum menyebalkan.
__ADS_1
Lihat kan belum mulia bercerita saja Arthan sudah menyebalkan!
"Apa? Yaelah Dan diledekin gue doang, apa apa mau cerita apa? Gue enggak ledekin deh," kata Arthan yang mulai penasaran dengan cerita kembarannya.
"Enggak jadi," kata Ardhan yang sudah berniat pergi meninggalkan kamar.
"Ngambekan banget! Cepet Dan mau cerita apa? Gue sebagai kembaran lo ini akan mendengarkan dengan baik," ujar Arthan.
Ardhan berdecak kesal, tapi dia benar-benar ingin bercerita pada kembarannya itu. Maksudnya Arthan kan sudah pernah berpacaran dan mendekati beberapa wanita, jadi dia pasti...
"Kenapa? Soal si Natasha ya?" tebak pria itu.
Ardhan bergumam pelan sebagai tanggapan.
"Lo enggak usah nyebelin deh!" seru Ardhan kesal.
Arthan tertawa dan menganggukkan kepalanya singkat. Kemudian dia menunggu kembarannya itu untuk bercerita.
"Lo kalau ledekin gue awas aja gue kasih tau Mami lo suka bolos," ancam Ardhan sebelum bercerita.
"IYA!"
"Dulu lo deketin cewek gimana?" tanya Ardhan yang membuat Arthan diam beberapa detik lalu tersenyum dan menahan tawa.
"Ah udahlah emang salah gue nanya sama lo!" Kesal Ardhan.
__ADS_1
"NGAMBEKAN BANGET SUMPAH!"
Arthan balas berteriak ketika mendengar perkataan kembarannya itu. Dia heran sekali karena Ardhan benar-benar mudah sekali merajuk.
"Ya gue deketin aja lah yang jelas gue enggak cuek kayak lo, jadi gampang lah," kata Arthan.
"Ya gimana caranya? Memang gue cuek Tan?" tanya Ardhan.
"Nanya lo?? Lo tuh kalo diajak ngomong cuman hm hm atau iya enggak doang! Kalau mau deketin cewek ya jangan cuek cuek nanti yang ada dia males. Soalnya cewek kan suka diperhatiin Dan makanya lo sebagai cowok ya harus perhatian dan peka," kata Arthan panjang lebar.
"Terus?"
"Ya lo cari tau dia suka apa terus lo kasih deh apa yang dia suka pokoknya buat dia happy ada di dekat lo." Arthan menambahkan.
"Terus apa lagi?"
"Yaudah! Lo deketin aja pelan-pelan pdkt dulu Dan kalau lo rasa udah pas nih waktunya yaudah gassss tembak dor dor ajak pacaran terus kalau udah pacaran gue traktir," kata Arthan dengan penuh semangat.
Huh memang salah Ardhan bertanya dengan kembarannya.
"Jangan kebanyakan mikir nanti keburu ditikung orang. Meskipun Natasha duluan yang naksir lo, tapi kalau lo nya enggak ada pergerakan atau ngerespon dia ya capek juga dia Dan terus malah nyari cowok lain yang lebih bisa menghargai dia," kata Arthan mengingatkan.
Oke untuk yang satu itu Ardhan setuju dengan kembarannya.
......................
__ADS_1