Possessive Brothers

Possessive Brothers
32 : Ngambek


__ADS_3

"Zelline kenapa? Dari tadi melamun terus."


Suara Ziko yang terdengar membuat Zelline mendongak sambil menggelengkan kepalanya pelan. Dia hanya tidak bisa berhenti memikirkan Gema.


Zelline malu.


Saat makan malam dia menyantap makanannya sambil melamun hingga membuat Ziko merasa bingung. Biasanya Zelline kan selalu ada yang dibicarakan.


"Pasti gara-gara si Gema! Ngapain lagi tuh anak?" tanya Arthan dengan ketus.


Huh jangan ditanya deh Arthan mah selalu saja sensi kalau membahas masalah Gema.


"Ish apasih sok tau!" kata Zelline kesal.


"Tuh kan udah berani kayak gitu pasti diajarin si Gema," kata Arthan kompor.


"Arthan, enggak baik nuduh orang kayak gitu," tegur Devina yang membuat Arthan langsung diam.


Zelline langsung tersenyum karena Mami membelanya. Dia malas dengan Arthan soalnya Kakak laki-lakinya itu sensi sekali.


Kalau bicara soal Gema wajahnya langsung berubah kesal hingga membuat Zelline ikut kesal. Padahal Gema enggak ngapa-ngapain Arthan saja yang berlebihan.


Padahal dia juga kalau suka sama orang berlebihan. Lihat aja tuh ketika suka sama Tania.


"Jangan ngelamun terus ayo makan," kata Ziko sambil mengusap pelan kepala anaknya.


Zelline tersenyum manis sambil mengangguk patuh. Dia menatap Arthan dengan sinis yang membuat Kakaknya itu berdecak kesal.


Malam ini Ardhan tidak ikut makan malam bersama karena pria itu belum pulang dan masih sibuk mengerjakan tugas bersama dengan teman-temannya.


Kemudian mereka makan malam dengan sesekali obralan singkat hingga mereka semua akhirnya selesai. Begitu selesai Zelline membantu Devina untuk merapihkan meja dan membawa semua piring kotor ke dapur yang nantinya akan dicuci oleh Bibi.

__ADS_1


Setelah itu Zelline berniat pergi ke kamar, tapi ketika baru keluar dari arah dapur Arthan sudah muncul dan langsung merangkul pundaknya. Pria itu tersenyum dan mengajaknya untuk naik bersama.


Arthan ingin mengajak adiknya itu mengobrol sebentar. Tentu saja untuk bertanya soal Gema.


Pria itu kesal sekali sepertinya dengan pria bernama Gema.


••••


"PAPIIIII!"


Suara teriakan Zelline membuat Ziko langsung berlari ke kamar anak itu bersama dengan Devina karena merasa cemas. Saat masuk ke dalam kamarnya Ziko dapat melihat Zelline yang menatapnya dengan mata berkaca-kaca sambil menunjuk ke arah Arthan.


Anak laki-lakinya itu berdecak kesal lalu berjalan menghampiri Ziko dan menunjukkan ponsel Zelline yang tadi dia mainkan.


"Lihat nih Pi dia sama Gema teleponan terus sampe tengah malem terus nih lihat si Gema manggilnya sayang sayang," kata Arthan dengan jengkel.


Pria itu menunjukkannya pada Ziko yang membuat Ziko langsung melihatnya. Sedangkan Devina hanya bisa menghela nafasnya pelan.


Suami dan anak-anaknya ini sudah sangat berlebihan posesifnya.


"Kak Arthan enggak sopan periksa handphone aku padahal aku enggak..."


"Iya lo enggak kasih izin supaya gue enggak tau kalau lo sama Gema sering teleponan kan? Pasti kalau di sekolah juga nempel nempel terus," kata Arthan yang membuat Zelline langsung cemberut.


Dia kesal karena perkataan Kakaknya dan juga kesal karena Arthan yang menggunakan kata lo dan gue ketika berbicara dengannya.


"Arthan." Devina kembali menegur anaknya itu.


"Zelline pacaran sama Gema?" tanya Ziko dengan penuh keseriusan.


"Enggak..."

__ADS_1


"Terus itu kenapa Gema manggilnya sayang sayang?!" tanya Arthan ngegas.


"IHH JANGAN KUAT KUAT NGOMONGNYA!"


Zelline berteriak sambil mengeluarkan air matanya hingga membuat Arthan langsung diam.


Devina kembali menghela nafasnya. Dia langsung berjalan mendekat dan mengusap pelan pipi anaknya.


Kemudian Devina beralih menatap Ziko dan merebut ponsel milik anaknya.


"Ziko sama Arthan keluar," kata Devina.


"Vina aku belum selesai ngomong..."


"Keluar." Devina mengulangi kembali perkataannya.


"Marahin aja aku terus.. biarin aja aku enggak punya pacar nanti aku recokin terus Kak Arthan sama Kak Ardhan," omel Zelline sambil memeluk Devina dan menangis tampa suara.


Arthan menatap adik perempuannya itu. Rasa kesal masih ada, tapi dia juga jadi merasa bersalah.


"Enggak aku bolehin nikah mereka berdua.. biarin aja suruh urusin aku terus."


Devina langsung menatap tajam Arthan yang membuat anak laki-lakinya itu langsung menunduk.


Baiklah dia mengaku kalau kali ini dia sedikit berlebihan.


"Aku enggak mau ngomong lagi sama Papi sama Kak Arthan.."


•••••


Halo saya updateeeee yeee siapa yang senang aku update teruss? ???

__ADS_1


__ADS_2