
Ardhan berdecak kesal ketika kembarannya itu masuk ke dalam kamarnya sambil tersenyum menyebalkan. Tentu saja dia tau apa maksud dan tujuan Arthan masuk ke dalam kamarnya.
Apalagi kalau bukan untuk meledeknya?!
"Aduh kembaran gue udah gede sekarang udah bisa pegangan tangan sama cewek," kata Arthan.
"Kita seumuran!" kata Ardhan kesal.
Arthan cengengesan lalu duduk di sebelah kembarannya sambil merangkul pundaknya.
"Lo mau gue ajarin deketin cewek enggak?" tanya Arthan.
"Enggak makasih," tolak Ardhan dengan cepat.
"Dih gue udah profesional..."
"Profesional dari mana? Enggak liat mantan lo kayak mana?" tanya Ardhan yang membuat Arthan memasang wajah cemberutnya.
"Ah lo mah gitu Dan sama gue," rengek Arthan.
"Dih gue berbicara fakta???" kata Ardhan sambil melepaskan rangkulan kembarannya itu di pundaknya.
"Gue sakit hati," kata Arthan dengan wajah dramatis.
"Lebay."
"Ck. Serius deh lo tuh harus cepet ngajak Natasha pacaran, apa perlu gue duluan?" tanya Arthan.
"Lo mau gue pukul dimana?" tanya Ardhan singkat.
Mendengar itu Arthan langsung tertawa. Sudah jelas sekali kalau kembarannya itu sedang jatuh cinta, tapi dia tidak mau mengaku.
"Dan serius deh lo suka kan sama Natasha?" tanya Arthan.
"Enggak usah banyak tanya ah males gue," kata Ardhan sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Bukan tanpa alasan Ardhan tidak mau menjawab, dia hanya malas kalau Arthan benar-benar tau nanti pria itu akan meledeknya terus menerus.
Menyebalkan.
"Serius Ardhan Sebastian! Lo ngaku sekarang atau gue pacarin Natasha?!" kata Arthan mengancam.
"Dia enggak mau sama cowok kayak lo," ujar Ardhan yang membuat Arthan mendengus kesal.
"Mending lo yang cari pacar, masih gagal move on lo?" tanya Ardhan.
"Enak aja! Gue enggak pernah gamon sama sekali," elak Arthan.
__ADS_1
"Enggak usah bohong," kata Ardhan.
Arthan sudah akan bicara lagi hingga pintu kamar pria itu kembali dibuka dan terlihat Zelline yang berdiri di depan sana.
"Kenapa adikku sayang?" tanya Arthan.
Zelline tersenyum lalu berlari kecil menghampiri keduanya sambil membawa sebuah buku dalam pelukannya.
"Kak Ardhan aku mau minta diajari tugas matematika," kata Zelline.
"Kenapa enggak sama gue?" tanya Arthan dengan sinis.
"Kakak waktu ajarin aku salah semua," kata Zelline yang membuat Ardhan tertawa pelan mendengarnya.
"Yaudah sini biar Kakak ajarin," kata Ardhan.
Pria itu beranjak dari tempat tidurnya dan pergi ke meja belajarnya bersama dengan Zelline. Kedua orang itu meninggalkan Arthan yang terlihat kesal, tapi ketika melihat ponsel Ardhan yang ada di atas bantal pria itu tersenyum lebar.
Dia mengambil benda itu dan memasukkannya ke dalam kantong.
"Yaudah lah gue balik ke kamar," kata Arthan.
Setelah mengatakan itu Arthan langsung berlari kencang menuju kamarnya dan meninggalkan Ardhan yang kini tengah melihat soal di buku adiknya.
"Oh iya handphone Kakak tolong ambilin dong Zel ada di atas bantal," pinta Ardhan.
"Enggak ada tuh Kak," kata Zelline.
"Ada kok," kata Ardhan sambil beranjak dari tempatnya duduk.
Kini pria itu mencari ponselnya dan benar saja ponselnya tidak ada di sana. Terlihat wajah bingung Ardhan hingga pria itu teringat sesuatu.
"ARTHAN HANDPHONE GUE MANA?!"
Ardhan berteriak kencang hingga membuat Zelline terkejut dan menatap sang kakak yang berlari keluar kamar menuju kamar kembarannya.
Karena penasaran Zelline berlari menyusul dan melihat Ardhan yang berdiri di depan pintu kamar Arthan sambil memanggil juga mengetuk pintunya kuat-kuat.
"ARTHAN?!"
Terdengar suara tawa dari dalam kamar pria itu yang membuat Ardhan semakin kesal.
"Lo enggak buka pintunya gue rusakin nih pintu!" ancam Ardhan.
"ANJIR ADA CHAT DARI NATASHA BALES LAH."
"ARTHAN!"
__ADS_1
Ardhan berteriak lagi sedangkan di dalam kamar yang pintunya sudah lebih dulu dikunci itu Arthan tertawa puas.
Suara bising ternyata membuat Devina yang mendengar langsung keluar kamar dan menatap anak-anaknya.
"Kenapa sih ini?" tanya Devina yang membuat Ardhan langsung mengadu pada sang ibu.
"Miii handphone aku dibawa kabur Arthan," kata Ardhan.
Devina menggelengkan kepalanya pelan dan tak lama Arthan membuka pintu pelan-pelan lalu menaruh ponsel kembarannya di depan pintu lalu berteriak.
"MAMI ARDHAN PUNYA PACAR!"
Setelah mengatakan itu Arthan menutup pintu kamar lagi dan menguncinya karena melihat Ardhan menoleh padanya.
"ARTHAN! LIAT LO YA!"
Ardhan segera mengambil ponselnya dan mengecek sesuatu. Matanya membulat sempurna dengan telinga memerah.
Arthan kurang ajar sedari kecil jahilnya tidak pernah hilang!
Natasha :
Kak Ardhan
Ardhan :
Iya sayang
Natasha :
Ehh?
Astaga lihat saja pria itu nanti!
"ARTHAN AWAS LO YA!"
Dan yang Ardhan dengar malah suara tawa dari dalam kamar kembarannya itu.
••••
Maaf kalau ini agak sore hehehehe
Arthan bener-bener deh jahilnya😑
Oh iyaa sebenernya aku mau publish cerita Nathan hari ini, tapi besok aja dehh soalnya masih ada yang kurang hehehehe
Nanti cerita anak-anaknya Devano lebih fokus ke Nathan sama Nadhin yaaaa💗🏑
__ADS_1