
Nadhin :
Arthannnnn!!!
Gila gila gila gila gila!!!!
Lo pasti enggak percaya sama apa yang baru saja gue liattttt
Tannn cepetan balesss!!!!
Arthan yang baru saja sampai di rumah terlihat kebingungan melihat pesan yang Nadhin kirimkan padanya. Hal itu membuat Arthan langsung membalasnya karena dia penasaran apa yang membuat wanita galak itu sangat antusias.
Apa ada sesuatu yang menarik?
Apa Nadhin mendapat izin untuk pergi bersama dengan Adnan?
Kenapa dia sangat antusias?
Arthan :
Kenapa???
Apa apa apaa???
Tidak butuh waktu lama dalam beberapa detik Arthan sudah mendapatkan balasan. Matanya langsung membulat ketika melihat apa yang baru saja gadis itu kirimkan padanya.
Tidak mungkin!!!
Ini adalah sesuatu yang sangat tidak mungkin terjadi!
Nadhin :
Kembaran looo pacarannn
Dia pacarannn
Itu siapa ceweknya???
SIAPA YANG SUDAH MELULUHKAN SI BATU ITU TANN???
Arthan yang masih terkejut tidak langsung membalas. Matanya mengerjap hingga beberapa kali.
Dia memperhatikan foto itu dan beranggapan jika itu bukan kembarannya, tapi Arthan tau betul kalau itu ada Ardhan. Tidak mungkin dia salah mengenali kembarannya sendiri.
__ADS_1
Arthan :
ITU DIMANAA??
DIMANA DIN?
GUE HARUS KE SANA UNTUK MEMERGOKI MY TWINSSS
Dengan penuh semangat Arthan beranjak lagi dari tempat tidurnya. Kalau masalah kembarannya dia akan sangat bersemangat.
Pasti akan sangat menyenangkan kalau itu memang benar dan dia melihatnya sendiri. Dia bisa menjadikannya alat untuk terus-terusan meledek kembarannya.
Baiklah dia akan segera menyusul Ardhan.
••••
"Dimana??"
Arthan yang sudah berjanjian pada Nadhin bertemu dengan gadis itu di salah satu pusat perbelanjaan. Sebelumnya Nadhin memang pergi bersama temannya lalu tanpa sengaja dia melihat Ardhan masuk ke dalam bioskop bersama dengan seorang wanita hal itu membuat dia antusias sendiri.
Kemudian karena temannya sudah ingin pulang, jadi Nadhin menunggu Arthan sendiri hingga akhirnya pria itu datang.
"Dia lagi nonton," kata Nadhin yang membuat Arthan semakin terkejut.
"Siapa yang sudah membuat my twins mau pergi menonton dari pada belajar di perpustakaan?" tanya Arthan dengan penuh rasa ingin tau.
"Gue juga kepo! Makanya kita harus nunggu sampai mereka berdua keluar," kata Nadhin yang langsung disetujui oleh Arthan.
Akhirnya kedua orang itu pergi ke tempat yang tidak terlalu jauh dari bioskop. Mungkin masih cukup lama hingga kedua orang itu selesai menonton, tapi tidak masalah Nadhin dan Arthan setia menunggu.
Mereka harus tau siapa wanita yang sudah berhasil meluluhkan hati si es batu.
••••
Ardhan tidak tau apa yang membuat dia sampai memilih untuk menemani gadis di sebelahnya ini menonton film yang diinginkannya dari pada mengerjakan tugas. Sebelumnya Ardhan berencana untuk mengerjakan tugasnya, tapi entah kenapa dia malah menerima ajakan gadis itu dan berakhir di sini.
Anehnya lagi dia malah merasa senang.
Keduanya baru saja keluar dari dalam bioskop dan sekarang tengah berjalan berdampingan. Tidak ada percakapan apapun karena gadis disampingnya pun tak bicara.
Dia malu.
Setelah menyimpan rasa pada Ardhan untuk waktu yang lama pada akhirnya dia berhasil dekat dengan pria yang disukainya itu.
"Mau kemana lagi?" tanya Ardhan pada gadis itu.
__ADS_1
"Eh terserah Kakak kalau misalnya Kakak mau langsung pulang enggak papa," jawabnya malu.
Gadis itu takut membuat Ardhan merasa tidak nyaman karena setaunya pria itu jarang berinteraksi dengan wanita. Dia lebih suka menghabiskan waktunya dengan tumpukan tugas dan buku-buku pelajaran.
"Maunya kemana? Lapar enggak? Mau makan dulu?" tanya Ardhan.
"Eh memangnya Kakak mau?" tanya gadis itu malu.
Ardhan langsung tersenyum ketika mendengarnya.
"Mau Natasha," jawab Ardhan yang membuat gadis itu tersenyum malu.
Dengan wajah memerah dia mengalihkan pandangannya ke arah lain. Gadis itu melangkahkan kakinya dengan sedikit lebih cepat, tapi entah karena malu atau bagaimana tiba-tiba saja Natasha nyarus terjatuh karena kakinya sendiri.
Untungnya Ardhan sigap meraih tangannya hingga Natasha tidak terjembab ke depan.
"Jangan buru-buru Natasha," kata Ardhan mengingatkan.
Natasha berdeham pelan dan mengangguk sebagai jawaban. Jantungnya berdegup semakin kencang ketika melihat Ardhan belum melepaskan tangannya.
Rasanya Natasha ingin berteriak hari ini adalah hari yang paling membahagiakan untuknya!!
Keduanya melangkahkan kaki bersama-sama menuju tempat makan yang masih berada di dalam mall. Sampai suara yang sangat Ardhan kenali terdengar dan membuat matanya membulat seketika.
"Ardhan!"
Refleks Ardhan melepaskan tangannya ketika melihat raut wajah menyebalkan kembarannya dan juga Nadhin yang berada di sampingnya.
Saat semakin dekat Arthan tersenyum jahil sambil menatap keduanya secara bergantian.
"Halo manis," sapa Arthan dengan genit.
Ardhan mendengus kesal ketika mendengarnya dan ketika tangan Arthan terulur untuk mengajak Natasha berkenalan Ardhan langsung menepisnya dengan kuat.
Hal itu membuat Arthan dan Nadhin saling pandang dengan raut wajah yang benar-benar menyebalkan dimata Ardhan.
"Posesif banget Ardhan masa pacarnya enggak boleh kenalan sama kembarannya."
Ardhan hanya bisa menghela nafasnya pelan. Sedangkan Natasha terlihat begitu malu karena disebut pacar apalagi ketika Ardhan tidak mengelak.
Setelah ini Ardhan harus bersiap karena akan menjadi bulan-bulanan dirumah.
••••
Halooo aku updateeeee💞💞💞
__ADS_1