Possessive Brothers

Possessive Brothers
30 : Salah Tingkah


__ADS_3

"Zelline!"


Gema menyapa dengan cukup keras ketika gadis itu datang ke sekolah. Keanehan terjadi lagi karena sejak setengah tujuh pagi Gema sudah duduk manis di kelasnya untuk menunggu kedatangan gadis yang dia suka.


Terlihat sekali senyuman manis di wajah tampan itu. Hatinya semakin berbunga-bunga kala Zelline tersenyum seraya melambaikan tangannya.


Gadis itu berlari kecil menghampirinya membuat Gema merasa gemas karena dia terlihat lucu ketika berlari.


"Pagi Gema."


Zelline menyapa dengan riang. Gema pun tersenyum semakin lebar.


Tanpa permisi dia meraih tangan Zelline dan menggenggamnya. Kali ini Zelline tidak terkejut, dia malah tersenyum dan balas menggenggam tangan itu.


"Gimana kemarin, seru enggak?" Tanya Gema.


Zelline menjawab dengan penuh semangat.


"Udah lama banget enggak kumpul kayak gitu." Ungkapnya.


Mendengar itu Gema ikut senang. Kemudian dia mengajak Zelline untuk pergi ke rooftop sekolah karena bel masuk masih cukup lama.


Zelline tak menolak. Sekarang gadis itu sudah tidak takut lagi pada Gema bahkan dia mulai merasa nyaman ketika bersama dengan pria itu.


Ternyata setelah mengenal dengan baik Gema itu tidak galak dan menyeramkan. Dia baik, tapi memang agak galak sih hanya saja tidak menyeramkan.


Dulu kan awal kenal Zelline sangat takut dengan Gema.


"Gema." Zelline memanggil pria itu dan membuatnya langsung menoleh.


Gema menatapnya dengan satu alis yang terangkat.

__ADS_1


"Kenapa Zel?" tanyanya.


Zelline kemudian mengatakan hal yang membuat senyum Gema semakin mengembang.


"Aku sekarang suka lihat kamu hehe kalau dulu takut," kata Zelline.


"Suka lihat aku aja atau suka sama orang nya juga??" tanya Gema.


Pertanyaan yang Gema ajukan itu membuat Zelline menunduk dengan pipi yang memerah.


Dia tidak tau harus menjawab apa.


"Kalau Gema suka sama Zelline," kata Gema mengakui perasaannya.


Pipi Zelline semakin memerah ketika mendengarnya hingga membuat Gema tertawa pelan.


"Kamu gemes banget," kaya Gema.


Dia mendaratkan sebuah ciuman di pipi Zelline.


Perbuatannya itu membuat Zelline melotot. Kini bukan hanya pipi, tapi seluruh wajahnya bahkan hingga ke telinga memerah karena ulah Gema.


••••


"Zelline? Lo kenapa sih ngelamun terus?"


Pertanyaan yang Kiara ajukan membuat Zelline tersentak bukan main. Jantungnya kini berdegup dengan sangat kencang karena mengingat apa yang tadi Gema lakukan.


Pria itu mencium pipinya.


Pipi Zelline yang tidak pernah di cium oleh orang sekali dari keluarganya sendiri. Sekarang Zelline tidak bisa berhenti memikirkannya.

__ADS_1


Bahkan mengingatnya membuat dia malu hingga wajahnya kembali memerah dan Kiara melihat itu.


"Kenapa wajahmu memerah begitu? Ada apa?" Tanya Kiara dengan penuh rasa ingin tau.


Zelline hanya menggelengkan kepalanya dan enggan memberikan jawaban atas pertanyaan itu.


"Ihh kenapaa?" tanya Kiara penasaran.


Wajah Zelline benar-benar memerah membuat Kiara sangat penasaran dan ketika Zelline mendongak dia tersenyum tipis.


Lalu Zelline memberikan jawaban yang membuat Kiara nyaris berteriak.


"Kia... tadi Gema cium aku." ucap Zelline malu.


"Zelll!"


Zelline semakin terlihat malu. Dia menutup wajahnya menyentuh kedua pipinya menggunakan tangan.


Pipinya terasa sangat panas. Zelline benar-benar malu, tapi juga senang ketika mengingat hal itu.


"Dia cium pipi aku... aku malu Kia." kata Zelline pelan.


Ya ampun wajah gadis itu benar-benar memerah sekarang.


Bahaya sekali Gema kalau Kakak-kakak Zelline tau bisa habis dia.


•••••


Haloo aku enggak tau kalian masih nungguin cerita ini update atau enggak😔


Kalau masih ada aku mau bilang makasih dan maaf karena baru sempat update sekarang☹️

__ADS_1


Maaf yaa karena baru bisa update :(


__ADS_2