Possessive Brothers

Possessive Brothers
15 : Arthan dan Nadhin


__ADS_3

"Nadhin, mau kemana lo?!"


Nadhin menghela nafasnya kasar ketika melihat Nathan tiba-tiba muncul di parkiran padahal dia ingin pergi bersama dengan Adnan untuk menonton film.


Raut wajah kembarannya itu sangat tidak bersahabat, dia berjalan mendekat dan menatap tajam Adnan yang malah tersenyum padanya.


Oh astaga kenapa kembarannya itu sangat menyebalkan sih?!


"Mau kemana?" Tanya Nathan mengulangi pertanyaan yang sama.


Nadhin terlihat kesal dan malas menjawab pertanyaan dari Kakaknya itu.


"Mau pergi nonton sama Adnan." Kata Nadhin jujur.


"Sebentar doang Nath nanti langsung gue anter pulang." Kata Adnan pada Nathan yang malah mendengus kesal.


"Enggak! Pulang sekarang!" Titah Nathan.


"Enggak mau! Jangan buat kita ribut di parkiran kampus ya?!" Kata Nadhin kesal.


"Pulang!" Kata Nathan tanpa mau dibantah.


"Atann ihh gue mau jalan sebentar sama Adnan lagian udah enggak ada jam kuliah lagi." Kata Nadhin dengan wajah cemberut.


"Pulang." Kata Nathan dengan raut wajah yang semakin tidak bersahabat.


"Nath gue enggak bakal ngapa-ngapain dan kita juga cuman nonton di tempat rame, lo enggak usah khawatir." Kata Adnan.


"Diem!"


"Atann kemarin juga Maura boleh kok pergi." Kata Nadhin membandingkan.


"Nadhin"


"Sekali ini aja pleaseeeee gue udah beli tiket nonton sama Adnan masa enggak jadi." Kata Nadhin dengan wajah memelas.


Nathan menatap wajah Nadhin yang benar-benar penuh permohonan. Lama sekali dia terdiam hingga helaan nafas terdengar.

__ADS_1


"Selesai langsung pulang enggak ada mampir ke tempat lain." Kata Nathan akhirnya.


Wajah Nadhin langsung berbinar senang. Dia memeluk singkat tubuh kembarannya lalu segera naik ke atas motor Adnan dan memakai helm yang pria itu bawakan.


"Nanti langsung gue anter balik tanpa kurang satu apapun Nath." Kekeh Adnan yang membuat Nathan mendengus kesal.


Kini Nathan menatap kembarannya yang pergi bersama dengan Adnan. Meskipun agak sedikit kesal, tapi baiklah kali ini Nathan memberikan izin.


Dari pada bertengkar di parkiran dan membuat Nadhin merajuk berhari-hari lebih baik Nathan mengalah saja.


••••


"Eitss ada yang mau pacaran nihhh"


Nadhin mendengus kesal ketika dia malah bertemu dengan Arthan di mall tempat dia dan Adnan akan pergi menonton.


Pria itu sendirian atau mungkin bersama temannya Nadhin juga tidak tau, tapi pria itu sangat menyebalkan!


Dari masih kecil juga sudah menyebalkan!!


"Pasti lo enggak izin kan? Kabur kan lo?" Tebak Arthan dengan wajah tengilnya.


"Sendirian Tan?" Tanya Adnan yang sama sekali tidak terpancing emosi.


"Tadinya sendirian, tapi sekarang kan bertiga sama lo dan Nadhin." Kata Arthan yang membuat Nadhin semakin kesal.


"Enggak usah buat kesel deh Arthan." Kata Nadhin sambil memukul kuat lengan pria itu.


Arthan malah tertawa, "Lo berdua mau kemana?"


"Mau nonton." Kata Adnan jujur.


"Ciee mau ngedate." Goda Arthan yang kembali dihadiahi pukulan oleh Nadhin.


"Arthannn!!"


"Ini serius lo sendirian?" Tanya Adnan lagi.

__ADS_1


"Enggaklah gue ada janji sama temen gue, dia belum dateng." Kata Arthan jujur.


"Temen apa pacar? Si Tania itu." Kata Nadhin balas meledek.


"Enggak, bukan sama Tania lagi ribut gue sama dia." Kata Arthan.


"Terus?"


"Ada calon pacar baru kalo cocok Tania mau gue putusin." Kata Arthan tanpa dosa.


"Udah Nan enggak usah peduliin omongan manusia sok ganteng ini, mending kita pergi." Kata Nadhin sambil menatap sinis Arthan.


Arthan malah cengengesan tidak jelas.


"Gue emang ganteng sih." Kata Arthan pede.


Adnan tertawa pelan, "Yaudah gue duluan sama Nadhin."


Arthan mengangguk singkat sebagai tanggapan.


"Semangat pacarannya!"


Kata semangat itu malah membuat Nadhin melotot dan menatap Arthan dengan penuh kekesalan.


"Semangat Nadhin saudaraku sayangg I love you"


Arthan kembali berulah dan membuat Nadhin sangat ingin memukul pria yang sekarang sedang tertawa tanpa malu ketika orang-orang menatap mereka dengan aneh.


"Nadhin udah Nadhin"


Adnan tertawa sambil merangkul gadis itu agar tidak menghampiri Arthan yang sangat jahil.


Sejak dulu memang tetap sama. Arthan jahilnya keterlaluan.


Dia dan Nadhin tidak pernah bisa akur entah bertemu langsung atau sekedar di telpon.


••••

__ADS_1


Arthan dan Nadhin : Enggak ribut langsung meriang🙏


Tetep sama yaa kayak dulu kalo ketemu enggak bisa akur😤 Arthan juga jahilnya kebangetan kalo sama Nadhin🙄


__ADS_2