
"Anak Papi sayang udah dong marahnya."
Ziko masuk ke dalam kamar anak perempuannya untuk membujuk sang anak agar tidak marah lagi padanya. Meskipun Ziko merasa kesal dan ingin melarang Zelline untuk berpacaran, tapi dia tidak suka juga kalau dicuekin sama anak kesayangannya.
Apalagi melihat wajah cemberut Zelline dan ditambah dengan suaranya yang jarang terdengar. Padahal biasanya Zelline sangat ceria dan cerewet ketika berada di rumah.
"Aku enggak marah."
Zelline hanya mengatakan itu sebagai tanggapan. Dia kembali fokus dengan novel yang sedang dia baca sekarang.
"Kita ke toko buku yuk nanti Papi belikan semua novel yang Zelline mau," ajak Ziko.
"Enggak mau aku masih banyak novel yang belum di baca," tolak Devina yang membuat Ziko menghela nafasnya pelan.
"Anak Papi jangan ngambek terus dong," kata Ziko sambil duduk di samping anaknya.
"Aku enggak ngambek," elak Zelline.
"Tapi, cemberut gitu mukanya," kata Ziko yang membuat Zelline mendongak dan menatapnya dengan wajah cemberut beneran.
"Papi jangan gangguin, aku lagi baca novel," ucap Zelline dengan wajah cemberutnya.
Ziko menghela nafasnya pelan. Dia memperhatikan anak perempuannya itu selama beberapa menit.
"Maaf ya kalau Papi terlalu kekang Zelline," kata Ziko dengan penuh kelembutan.
Zelline tidak memberikan tanggapan. Dia benar-benar diam dengan mata yang menatap ke arah novel yang tengah dia baca.
Bukan tidak suka diperhatikan, tapi Zelline merasa bahwa dia terlalu dikekang hingga ruang geraknya terlaku terbatas. Berbeda dengan kedua Kakaknya yang memiliki banyak teman kalau Zelline tidak.
Di sekolah teman dekatnya hanya Kiara saja. Teman-temannya yang lain sepertinya terlalu takut untuk berteman dengannya karena Kakaknya dan juga Papinya sangat galak.
__ADS_1
"Udah dong sayang jangan ngambek terus sama Papi," kata Ziko lagi.
Ziko merasa sedih karena tidak ada yang bersikap manja padanya. Hal itu membuat Ziko merasa seperti ada sesuatu yang hilang darinya.
Biasanya ada saja permintaan Zelline yang selalu dia minta disertai dengan wajah penuh permohonannya.
Saat Ziko masih berusaha membujuk pintu kamar anaknya tiba-tiba terbuka. Di balik pintu ada Arthan yang membawa seseorang.
"Zelline lihat siapa yang Kakak bawa," kata Arthan.
Sebenarnya Zelline malas menoleh, tapi suara seseorang yang dikenalnya membuat dia menoleh dan senyum manis Zelline langsung mengembang dengan sempurna.
"GERHANAA!"
Itu adik Gema!
Kenapa dia bisa bersama dengan Kakaknya?
"Gema??"
Arthan tersenyum lebar. Kemudian dia menatap Zelline yang terlihat terkejut dengan tingkahnya.
"Cepet Zel ini ada temennya," kata Arthan sambil tersenyum dengan penuh semangat.
Sedangkan itu Ziko menatapnya dengan tajam, tapi Arthan tidak peduli yang penting Zelline berhenti marah dulu padanya.
Dengan penuh semangat Zelline langsung bangun dan berlari kecil ke arah adik perempuan Gema yang terlihat senang bertemunya.
"Kamu kenapa bisa kesini sama Kak Gema?" tanya Zelline sambil mencium pipi Gerhana dengan gemas.
"Disusul Kakak galak itu," kata Gerhana sambil menunjuk ke arah Arthan.
__ADS_1
"Heh enak aja bilang gue galak," kata Arthan sewot.
Hal itu membuat Gerhana langsung terlihat takut hingga refleks Zelline memukul lengan Kakaknya.
"Ish jangan galak sama anak kecil!" kata Zelline sambil melotot.
Arthan menghela nafasnya pelan lalu tersenyum. Kalau bukan demi membujuk Zelline dia tidak akan mau menyusul kedua orang ini dan mengajaknya ke rumah.
Tapi, omong-omong adik perempuan Gema ini lucu juga.
"Nah ini dia Mami cariin dari tadi. Ayo ke bawah Mami udah buatin makanan," ajak Devina yang baru muncul dari balik tangga.
Zelline tersenyum ketika melihatnya.
"Ayo cantik," ajak Devina yang membuat Gerhana tersenyum lebar lalu berjalan mendekat ke arahnya.
Kemudian dengan gemas Devina menggendong anak itu. Sedangkan Zelline dan Gema berjalan di belakang keduanya.
Kalau Arthan dan Ziko berdiri di depan pintu kamar Zelline dengan raut wajah pasrah.
"Kalau habis ini Mami kamu kasih izin Zelline pacaran sama dia awas aja!"
Arthan berdecak kesal.
"Papi enggak usah ngancem! Cuman ini satu-satunya cara supaya Zelline enggak marah," kata Arthan.
Ziko jadi gemas sendiri pada anak laki-lakinya yang satu ini. Kemudian dia bergegas turun untuk mengawasi dan melihat mereka di bawah.
Pokoknya kalau Devina nanti jadi suka sama Gema awas saja Arthan!
•••••
__ADS_1
Haloo aku updateeeee🥰🥰🥰