Possessive Brothers

Possessive Brothers
49 : Arthan Galau


__ADS_3

Dalam rangka menghibur sang kakak yang tengah bersedih karena baru saja putus cinta Zelline kembali menghampiri Arthan selepas makan malam. Gadis itu melihat sangat kakak yang tengah terduduk di dekat jendela kamar sambil menatap keluar.


Meskipun menyebalkan, tapi Arthan itu orang yang sangat tulus. Dia akan benar-benar menyayangi seseorang dengan sepenuh hatinya.


Bahkan kalian tau sendiri bagaimana bodohnya Arthan yang membiarkan Tania berbuat sesuka hatinya.


Yah begitulah Arthan.


"Kak Arthan jangan melamun nanti kesurupan."


Suara Zelline tersebut membuat Arthan menoleh lalu tertawa pelan. Kemudian pria itu merentangkan kedua tangannya yang membuat Zelline segera berlari ke pelukannya.


Mereka mungkin seringkali tidak akur, tapi mereka jelas saling menyayangi satu sama lain. Baik Zelline, Arthan dan juga Ardhan ketika ada salah satu yang tidak ada pasti merasa seperti ada yang hilang.


Hal itu juga berlaku ketika melihat Ardhan yang biasanya suka mengganggu orang lain tiba-tiba diam dengan wajah sedih.


Huh Zelline tidak suka melihatnya!


"Kok enggak tidur?" tanya Arthan sambil melepaskan pelukannya.


"Nanti, aku mau temani Kak Arthan dulu kan Kakak lagi sedih," kata Zelline yang membuat Arthan tertawa.


"Udah lah enggak usah sedih Tan nanti gue cariin cewek," kata Ardhan yang baru saja masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Mendengar perkataan itu Arthan langsung tersenyum jahil. Kesedihannya hilang dalam sekejap mata.


"Natasha ya?" kata Arthan dengan raut wajah menyebalkan.


"Ngelunjak!"


Arthan pun langsung terbahak. Melihat wajah kesal Ardhan adalah kesenangan tersendiri untuknya karena sejak dulu hobi Arthan memang mengganggu kembarannya itu.


Kalian pasti ingat bagaimana Arthan mengganggu Ardhan dengan menabrak tubuhnya lalu merobohkan semua lego yang sudah kembarannya itu susun atau melemparnya dengan mainan.


"Jangan gitu ish Kak Ardhan baru punya pacar jangan direbut," kata Zelline yang membuat Ardhan menghela nafasnya pelan.


Kini Ardhan pun berjalan mendekat. Dia duduk disebelah Zelline hingga membuat adik perempuannya itu kini berada di tengah-tengah antara Arthan dan Ardhan.


"Udah sana ke kamar," kata Ardhan sambil mengusap kepala Zelline dengan sayang.


"Selamat malam Kak."


Sebelum pergi Zelline mencium kedua pipi kakaknya yang membuat mereka tersenyum. Kemudian beberapa saat setelah pintu kamar tertutup Ardhan langsung menatap kembarannya.


Dia menatap Arthan yang kini menghela nafasnya lelah.


"Lo sedih bukan karena putus cinta kan?" tebak Ardhan.

__ADS_1


Arthan tertawa seraya menggelengkan kepalanya pelan.


"Tan, lain kali dengerin orang-orang sekitar juga lo ya? Gue sering kali bilang Tania enggak baik bukan karena gue enggak suka lo sama dia, tapi karena memang gue tau kalau dia udah bawa lo terlalu jauh," kata Ardhan.


"Maaf ya Dan dulu gue sering marah ke lo," ujar Arthan.


"Enggak usah diinget, gue anggap lo lagi bodoh waktu itu," kata Ardhan sambil tertawa.


"Gue malu sama Mami dan Papi dulu kita sering ribut karena Tania mana gue sering bohong ke Papi," ucap Arthan seraya mengacak rambutnya frustasi.


"Itu yang buat gue enggak suka sama Tania," kata Ardhan.


"Beruntung dah gue bisa sadar," kata Arthan sambil tertawa pelan.


Ardhan pun tersenyum lalu menepuk pelan pundak kembarannya.


"Semoga Natasha juga bisa sadar kalau dia lebih cocok sama gue.... aduh sakit!"


Mendengar Arthan yang mulai menggodanya membuat Ardhan kesal hingga langsung memukul kepalanya.


Tapi, Arthan malah tertawa bahagia.


Aduh ada saja tingkah anak kembar itu.

__ADS_1


••••


Yuhuuuuu🥰


__ADS_2