Possessive Brothers

Possessive Brothers
33 : Arthan dan Ziko


__ADS_3

"Hehe Zelline adikku sayang..."


Arthan tersenyum lebar ketika melihat Zelline yang keluar kamar dengan sudah memakai seragam sekolahnya, tapi sapaan itu tidak dibalas. Bukan hanya itu saja Zelline bahkan tidak tersenyum sama sekali padanya.


Tidak menyapa balik kini Zelline malah melangkahkan kakinya dan berjalan menjauh dari Arthan tanpa mengatakan apapun. Dia bahkan malah memasang wajah juteknya yang membuat Arthan panik karena tau kalau adiknya itu marah beneran.


Dengan segera Arthan turun dan mengikuti Zelline yang benar-benar mengabaikannya. Saat sampai di bawah pun Zelline tidak mau menyapa Ziko seperti biasanya.


Kemudian Zelline malah duduk di samping Ardhan hingga membuat bangku di samping Arthan dan di depan Ziko kosong.


"Zelline.."


Zelline masih terlihat cemberut. Wajahnya tidak ada senyuman hingga membuat Ziko meringis pelan ketika melihatnya.


Aduh anaknya itu ngambek beneran.


"Jadi mau berangkat sama Kakak?" tanya Ardhan sambil menoleh dan menatap adik perempuannya itu.


Tadi Maminya sudah menceritakan kejadian semalam dan Zelline pagi tadi mengirimkan pesan padanya yang mengatakan kalau dia ingin pergi sekolah diantar Ardhan saja.


Katanya tidak mau bareng Papi atau Kak Arthan.


"Iya."


"Kenapa enggak sama Papi aja? Papi enggak lagi buru-buru kok Zelline," kata Ziko dengan penuh kelembutan.


Zelline tidak mau menjawab. Dia hanya mengangkat bahunya acuh dan membuat Ardhan tersenyum tipis.


Aduh adiknya ini kalau udah ngambek yang ikutan panik semuanya. Soalnya kalau lagi ngambek Zelline bakal ada di mode pendiam dan jutek.

__ADS_1


"Zelline mau bawa bekal enggak sayang?" tanya Devina yang baru saja kembali dari arah dapur.


Zelline hanya menggelengkan kepalanya pelan tanpa mau bersuara.


"Yaudah, tapi makan di kantin ya? Jangan lupa makan siang," kata Devina yang kembali dijawab dengan anggukan singkat oleh anaknya.


Devina hanya bisa tersenyum maklum. Anaknya itu sedang kesal pada Ayah dan juga Kakaknya.


Biarkan saja dia tenang terlebih dahulu dan biarkan juga Ziko dan Arthan sadar bahwa mereka sudah berlaku terlalu posesif.


••••


"Aduh Ardhan bantuin gue donggg!"


Arthan merengek setelah kembarannya itu kembali dari mengantar adik perempuan mereka ke sekolah.


Melihat kembarannya itu merengek malah membuat Ardhan tertawa meledek. Dia tidak mau ikut campur yang penting Zelline tidak marah dengannya.


"Dannnn bantuin gue! Enggak bisa ih di jutekin Zelline," rengeknya.


"Enggak tau," kata Ardhan yang masih enggan membantu.


"Ardhan lo tuh harusnya..."


"Ya salah lo Arthan harusnya lo enggak usah manggil Papi marahin aja sendiri, jadi Zelline enggak bakal marah banget paling cuman ngambek," kata kembarannya itu.


"Habisnya gue kesel," keluh Arthan.


"Yaudah Zelline juga sekarang kesel sama lo terima aja gue enggak mau ikutan," kata Ardhan sambil tertawa.

__ADS_1


"ARDHANNN!"


Ardhan hanya mengangkat bahunya acuh lalu dia berjalan menjauh dari kembarannya yang masih terus mengomel dan merengek padanya.


Pokoknya Ardhan tidak mau ikut campur dan membuat Zelline juga marah padanya.


••••


Ziko menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal sambil menatap istrinya dengan raut wajah memelas.


Dia meminta bantuan Devina untuk membujuk anak perempuannya agar tidak ngambek lagi.


"Salah Ziko! Pokoknya Vina enggak mau ikut campur Ziko minta maaf sendiri," kata Devina.


"Aaaa Vina sayang bantuin," kata Ziko sambil merengek.


Terlihat persis seperti Ardhan.


"Enggak mau," kata Devina lagi.


Devina menggelengkan kepalanya dengan cepat. Dia tidak mau membantu suaminya itu untuk membujuk anak perempuan mereka.


Lagian salah Ziko sama Arthan sih posesif banget sama Zelline padahal kan Zelline enggak ngapa-ngapain.


Memangnya enak didiamkan oleh Zelline.


•••••


Hihi maaf part ini pendekkkk☹️

__ADS_1


Besok update lagi yaaa part Maura dan Nauraaa💗


Terus kalau enggak ada halangan update dua part sama part Zelline yang masih ngambek🤣🤣


__ADS_2