Possessive Brothers

Possessive Brothers
74 : Papi Cemburu


__ADS_3

"Astaga Ziko kenapa Ziko malah cemberut begini?"


Devina bertanya sambil menggelengkan kepalanya pelan ketika melihat suaminya itu cemberut setelah mendengar cerita dari Zelline yang pulang membawa bunga dengan wajah sumringah. Anaknya itu menceritakan bahwa dia habis berjalan-jalan dengan Gema dan dibelikan bunga olehnya.


Dari yang Devina lihat anaknya itu sangat senang dan seharusnya suaminya itu juga ikut senang, tapi dia malah cemberut. Soal izin Zelline untuk pergi bersama Gema itu Devina yang memberikan dia juga mengancam suami serta anaknya yang ingin melarang itu.


Meskipun belum lama mengenal Gema, tapi sepertinya pria itu anak yang baik. Selain itu Zelline juga tidak pergi lama dan jauh bahkan Gema memberikan kabar kepadanya dimana mereka berada dengan mengirimkan foto Zelline pada Devina.


Hal itu membuat dia percaya padanya.


"Untuk apa dia belikan Zelline bunga? Memangnya Zelline ulang tahun?????" tanya Ziko kesal.


Devina tertawa kecil. Dia tau bahwa sebenarnya suaminya ini tengah cemburu karena anak mereka sudah mulai dekat dengan lelaki.


Dia takut Zelline tidak akan manja lagi padanya dan akan mengabaikannya karena sudah punya pacar. Mungkin juga Zelline akan jarang bercerita padanya dan memilih untuk bercerita dengan pacarnya tentang kesehariannya atau tentang kekesalannya.


Ziko tidak mau. Dia sangat suka dan bahagia ketika anak-anaknya mau bercerita dan terbuka padanya soal hari hari mereka. Pasti dia akan sangat kehilangan jika Zelline tak melakukan itu lagi.


Huft Ziko sedih.


"Memangnya aku enggak bisa belikan Zelline bunga???" kata Ziko lagi.


"Ya ampun Ziko biarin aja dong kan Zelline sudah be...."


"Enggak! Dia masih kecil buat aku, masih anak-anak yang harus dijagain," ucap Ziko.


"Ziko enggak boleh seperti itu. Zelline sudah besar, dia juga pasti mau seperti teman-temannya dan lagian Gema juga baik dia selalu kabarin mereka pergi kemana dengan kirim foto ke aku..."

__ADS_1


"Ke kamu??? Kenapa cuman ke Vina? Kenapa enggak ke aku??" tanya Ziko semakin ngambek.


"Aduh kok malah makin ngambek sih. Makanya Ziko jangan galak yang ada kalau Gema kirim foto ke Ziko pasti langsung disuruh pulang," omel Devina.


"Tapi..."


"Ish udah pokoknya enggak boleh terlalu posesif sama Zelline! Dia sudah besar Ziko kasian kalau harus dikekang terus padahal Zelline juga enggak bakal aneh-aneh dia pasti tau batasannya kalau kamu gini terus nanti Zelline merasa enggak dipercaya sama orang tuanya," kata Devina panjang.


Ziko diam sambil menghela nafasnya pelan. Mungkin ada benarnya, dia dan si kembar memang cukup berlebihan pada Zelline. Untungnya gadis itu selalu menurut dan tidak pernah berpikir untuk berbohong atau memberontak.


Meskipun dia sering mengomel, tapi Zelline selalu menuruti apa yang ia katakan.


"Boleh kok khawatir dan melindungi Zelline, tapi jangan sampai Ziko buat itu merasa terkekang."


Karena Devina tau bagaimana rasanya. Dulu dia juga begitu, tapi Zelline sedikit lebih parah darinya.


......................


"Anak Papi lagi ngapain ini?"


Zelline menoleh dan langsung tersenyum ketika melihat kedatangan sang ayah yang kini mengambil tempat duduk tepat di sebelahnya.


Saat ini dia sedang membaca buku di ruang keluarga sambil memakan beberapa camilan yang ia bawa dari dapur.


"Aku lagi baca novel, kenapa Papi?" tanya anak itu sambil menutup bukunya.


"Enggak papa cuman mau ngobrol sebentar aja sama Zelline," kata Ziko.

__ADS_1


"Papi mau ngobrol apa?" tanya Zelline penasaran.


Ziko tersenyum sambil menatap wajah anaknya yang dihiasi senyuman. Rasanya baru kemarin Zelline lahir ke dunia, tapi begitu cepatnya waktu berlalu hingga kini Zelline sudah tumbuh menjadi gadis dewasa.


Istrinya benar dia tidak bisa terlalu mengekang Zelline dan membatasi dia untuk menjelajahi dunia luar. Dia masih tetap bisa mengawasi dan menjaga Zelline tanpa harus melarangnya melakukan banyak hal.


"Zelline tadi happy banget jalan-jalan sama Gema. Dia enggak pernah jahat sama Zelline kan?" tanya Ziko.


"Enggak! Gema itu dulu keliatannya galak aku sempat takut sama dia, tapi ternyata waktu udah kenal Gema baik bangettt terus adiknya Gerhana juga lucu." Zelline langsung berceloteh dan menceritakan perihal kedekatannya dengan Gema.


Mendengar itu Ziko tersenyum. Dia merasa bersalah ketika menyadari bahwa anaknya begitu bahagia untuk hal-hal sederhana, tapi dia sering melarang Zelline untuk melakukan ini dan itu.


"Zelline kesal ya kalau Papi sering larang larang?" tanya Ziko yang membuat Zelline diam dengan senyum yang pudar.


Tapi, beberapa detik setelahnya dia tersenyum dan memberikan jawaban yang tidak pernah Ziko duga.


"Kesal sedikit aja soalnya aku tau kalau Papi begitu karena sayang aku. Biasanya kesalnua cuman sebentar aja kok," katanya.


"Zelline enggak pernah marah atau benci Papi?" tanya Ziko yang langsung membuat anak itu menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Kenapa aku harus marah atau benci sama Papi???? Aku cuman kesal aja itu juga cuman sebentar, aku sayang Papi tau enggak mungkin aku marah dan benci sama Papi aku yang paling baik ini," katanya yang membuat Ziko tertawa pelan.


Dia langsung mendekat dan memeluk anaknya dengan penuh kasih sayang. Selepas ini dia tidak akan lagi mengekang anaknya.


Ziko akan memberikan Zelline sedikit kebebasan dan membiarkan anak itu menikmati masa mudanya.


......................

__ADS_1


__ADS_2