Possessive Brothers

Possessive Brothers
66 : Cerita Sama Mami


__ADS_3

Ardhan memeluk adiknya sambil mengusap-ngusap kepalanya agar dia tidak menangis. Meskipun yang Ardhan lempar hanya bantal, tapi dia tau Zelline menangis bukan karena sakit melainkan karena terkejut.


Beruntungnya Zelline tak menangis dan hanya diam sambil mencubit lengan Kakaknya karena kesal.


"Kenapa lagi ini teriak-teriak? Udah malam astaga kalian ini."


Suara Devina terdengar yang membuat Arthan serta Ardhan tertawa canggung.


"Kak Arthan sama Kak Ardhan lempar-lempar bantal terus kena muka aku Mami," adu Zelline sambil melepaskan pelukan kakaknya.


Devina menghela nafasnya lelah. Sedangkan kedua anaknya malah tersenyum malu sambil sama-sama mengusap tengkuk mereka.


"Udah udah pada balik ke kamarnya ini udah malam jangan ribut," kata Devina.


"Siap Mi!"


Setelah mengatakan itu Arthan langsung pergi ke kamarnya lalu Devina mengajak anak perempuannya itu untuk kembali ke kamar. Anak-anaknya jika sedang tidak akur pasti malam pun bertengkar.


Ya, meskipun bukan pertengkaran hebat, tapi tetap saja Devina jadi pusing sendiri. Mereka tidak sampai saling memukul, tapi biasanya berteriak dan berseru kuat hingga rumah terdengar cukup berisik.


"Udah sekarang Zelline juga tidur," kata Devina ketika mereka berdua sudah masuk kamar.


"Emm Mami."


Saat Devina ingin keluar Zelline menahan tangannya dan mengajaknya untuk duduk di tepian kasur bersama.

__ADS_1


"Mami aku mau bilang sesuatu," kata Zelline pelan.


Anak itu menunduk dan terlihat malu untuk berbicara. Sedangkan Devina tersenyum sambil menunggu apa yang ingin anaknya itu katakan padanya.


"Ada apa sayang?" tanya Devina.


"Tapi, jangan marahin aku ya Mami?" kata Zelline dengan raut wajah menggemaskan.


Ya ampun mana bisa Devina marah pada anak perempuannya itu.


"Iya sayang Mami enggak marah," kata Devina.


"Mami... tadi Gema emm.."


Zelline menggantungkan kalimatnya. Dia merasa malu untuk berbicara jujur, tapi Zelline ingin bercerita.


Lalu anak itu mengungkapkan apa yang terjadi di sekolah perihal hubungannya dengan Gema yang sudah semakin dekat.


"Emm Gema ajakin aku pacaran, tapi aku takut kena marah Papi sama Kakak, jadi aku enggak pacaran sama Gema," kata Zelline malu.


Mendengar itu Devina tersenyum tipis. Dia merasa lucu mendengar cerita anaknya karena biasanya anak seusia Zelline pasti sudah beberapa kali berpacaran.


Namun, lihat Zelline. Anak itu bahkan tidak berani menerima ungkapan cinta seseorang karena takut dimarah.


"Kenapa takut sama Papi sama Kakak?" tanya Devina.

__ADS_1


"Kakak sama Papi bilang Zelline enggak boleh pacaran katanya kalau temenan enggak papa," jawab Zelline jujur.


Perkataan Zelline itu membuat Devina tersenyum. Dulu memiliki Daddy dan Devano yang super duper posesif saja Devina pusing apalagi Zelline yang memiliki Ziko serta Arthan dan Ardhan.


Untung anaknya ini sangat penurut.


"Zelline suka sama Gema?" tanya Devina.


Mendapat pertanyaan seperti itu wajah Zelline langsung memerah hingga ke telinganya dan tanpa anak itu menjawab pun Devina sudah tau apa jawabannya.


Anaknya itu sedang jatuh cinta.


"Menurut Zelline dia gimana? Dia baik atau enggak?" tanya Devina dengan penuh kelembutan.


Zelline langsung mengangguk sebagai jawaban. Dengan wajahnya yang memerah Zelline menceritakan soal Gema.


"Gema baik. Dulu aku takut sama Gema karena dia kelihatan galak, tapi ternyata enggak dia baik Mami dan adiknya juga lucu banget aku suka," kata Zelline dengan antusias.


Devina tersenyum lagi. Dia menangkup wajah Zelline dan mengusap pipinya dengan penuh kelembutan.


"Kalau Zelline mau pacaran sama Gema enggak papa nanti Mami yang bilang sama Papi dan Kakak supaya enggak marahin Zelline," kata Devina.


Perkataan Devina itu membuat Zelline terdiam dan malah memeluknya tanpa memberikan tanggapan.


••••

__ADS_1


Hehehehe satu lagiiiii🙆‍♀️


__ADS_2