Possessive Brothers

Possessive Brothers
40 : Semakin Berani


__ADS_3

"Kak Arthan sama Kak Ardhan enggak marah Zel?"


Naura dan Maura menanyakan hal itu pada Zelline ketika waktu istirahat tiba. Mereka sangat penasaran karena semakin hari Zelline dan Gema terlihat semakin dekat saja satu sama lain.


Sedangkan yang ditanya terlihat bingung untuk memberikan jawaban. Sebenarnya kedua Kakaknya itu marah dan tidak suka kalau dia berdekatan dengan Gema, tapi belakangan ini mereka memang sedikit membebaskan Zelline.


"Marah, tapi beberapa hari yang lalu aku habis ngambek terus Mami juga belain aku makanya sekarang mereka jadi agak bebasin aku," jawab Zelline seadanya.


Si kembar mengangguk faham. Pantas saja sekarang kedua orang itu terlihat lebih dekat bahkan Zelline tidak terlihat canggung atau takut.


Berbeda dengan Naura dan Maura yang terkadang masih sering takut jika Kakak laki-laki dan juga ayah mereka melihat kedekatan mereka dengan seorang pria.


"Tapi, tetap aja sih Kak Arthan sama Papi kalau di rumah suka ngomel. Cuman Mami sama Kak Ardhan yang enggak terlalu marahin aku," ujar Zelline.


"Kita juga yang dukung cuman Kak Nadhin sama Mama, tapi tetep aja Kak Nathan sama Papa itu susah banget dibantah," kata Naura.


"Bener, tapi kalau Kak Nathan masih agak nurut sama Mama," ucap Maura menambahkan.


"Mereka enggak mau punya pacar apa ya? Kerjaannya gangguin kita terus Kak Nadhin aja ngomel mulu," kata Naura lagi.


"Huh punya pacar juga masih tetep kayak gitu, lihat aja tuh Kak Arthan," ujar Zelline dengan raut wajah kesal.


"Lah masih pacaran?" kata Maura.

__ADS_1


"Hm tapi, kayaknya bentar lagi mau putus," ungkap Zelline.


"Bagus sih enggak cocok mereka," kata Naura yang tau kalau kekasih dari Arthan itu sangat menyebalkan.


Zelline memang beberapa kali cerita padanya mengenai kekasih Arthan yang selalu membuatnya kesal.


Saat mereka bertiga tengah asik mengobrol tiba-tiba saja seseorang datang dan duduk di sebelah Zelline. Melihat itu si kembar menghela nafasnya pelan sambil menatap kesal ke arah Gema.


Benar, orang yang baru saja datang itu Gema.


"Ngapain nih? Pantes gue cariin enggak ada ternyata udah ke kantin duluan," kata Gema yang dengan entengnya merangkul pundak Zelline.


"Heh jangan sembarangan lo Gema!" tegur Maura.


Gema mengangkat bahunya acuh. Dia menunduk untuk menatap wajah Zelline.


"Kia mana?" tanya Gema yang merasa bingung karena katanya Zelline pergi ke kantin bersama gadis itu.


"Tadi di panggil Bu Sarah," jawab Zelline jujur.


"Eh Gema lo enggak takut apa sama Kakak dan bokapnya Zelline?" tanya Naura penasaran.


Gema tertawa pelan mendengar pertanyaan itu.

__ADS_1


"Enggak lah untuk apa takut? Gue kan enggak ada niat buruk sama Zelline," jawab Gema.


"Ya mereka kan posesif parah," ujar Maura.


"Gue tau, tapi gue beneran merasa kalau gue enggak ada niat buruk sama Zelline, jadi enggak papa kalau gue sama dia dekat," kata Gema lagi.


"Tapi, lo serius enggak sih? Lo kan playboy," cibir Naura.


"Gue bukan playboy jangan fitnah gue di depan calon pacar," kata Gema yang membuat Zelline tertawa pelan mendengarnya.


"Ck, jangan mau Zel," kata Naura sambil menatap Gema dengan sinis.


"Kasian, enggak bisa kayak gini ya?" kata Gema yang menarik Zelline semakin dekat padanya.


Tangan pria itu diletakkan di kepala Zelline yang membuat Zelline merasa terkejut. Sedangkan si kembar melongo tidak percaya melihat Gema berani melakukan itu.


Dan yang lebih membuat mereka terkejut adalah ketika Gema mendekatkan wajahnya ke pipi Zelline.


Mereka bahkan refleks berteriak ketika pria itu mendaratkan sebuah ciuman di pipi Zelline.


"GILA GEMAAA!!!"


Wah ini sih namanya Gema ngajak perang.

__ADS_1


•••••


Haiii🤗💗


__ADS_2