Possessive Brothers

Possessive Brothers
23 : Levi


__ADS_3

Naura bebas!!!


Setelah melewati perang dingin dengan Nathan dan juga Papanya akhirnya dia berhasil mendapatkan izin untuk keluar bersama dengan Levi.


Huh butuh perjuangan sekali untuk bisa mendapatkan izin. Beruntung ada Adara dan jangan lupakan Kakak tercintanya Nadhin yang membantu Naura mendapatkan izin.


Meskipun izin yang diberikan Devano setengah hati, tapi tidak masalah yang penting Naura bisa keluar hari ini.


Sekarang Naura sudah siap dengan pakaian casualnya. Gadis itu menunggu kedatangan sang kekasih yang katanya sudah di jalan.


"Naura dengerin Papa ya? Pokoknya pulang sebelum jam tiga sore kalau kamu belum sampe rumah di jam segitu nanti Papa bakal susulin kamu." Kata Devano mengingatkan.


"Bilang Levi jangan aneh-aneh atau gue bakal pukulin dia." Kata Nathan mengancam.


Adara menggelengkan kepalanya pelan melihat itu semua. Aneh sekali padahal hanya keluar sebentar di hari libur.


Padahal dulu Adara dan Devano juga sering jalan-jalan, tapi sekarang Devano tidak memberikan izin untuk anak-anak perempuannya keluar.


Coba Nathan enggak pernah dilarang. Dasar Devano pilih kasih.


"Iya"


Naura menjawab dengan jutek, tapi wajahnya berubah sumringah ketika suara motor yang sangat dia kenali terdengar.


Dengan penuh semangat Naura berpamitan, dia mencium dan memeluk singkat Devano dan Nathan. Setelahnya Naura mencium punggung tangan Adara lalu bergegas pergi keluar rumah.


Hari ini harus menjadi hari yang menyenangkan untuknya.


"Levii"


Naura menyapa dengan ramah dan hal itu membuat Levi tersenyum senang. Begitu Naura mendekat Levi langsung memberikan helm untuk gadis itu.


"Kita mau kemana?" Tanya Levi.


Mereka memang belum berencana akan pergi kemana makanya Levi bertanya.


"Kulineran, kita cari makan." Kata Naura dengan penuh antusias.


Dasar Naura.


Levi mengangguk faham lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Naura naik ke atas motornya. Begitu naik Levi langsung melajukan kendaraan beroda dua itu menjauh dari rumah besar itu.


Baiklah hari ini adalah milik Naura dan Levi.


••••


Mata Naura berbinar begitu menatap soto yang ada di hadapannya. Setelah berkeliling cukup lama akhirnya Naura mengajak Levi untuk membeli soto yang biasa dia makan bersama dengan Nadhin dan Maura.


Pokoknya tidak ada yang bisa menandingi keenakan soto di tempat ini. Naura belum menemukan yang lebih enak dari ini.


"Lo harus cobain ini enak banget tau gue sering kesini sama Kak Nadhin terus sama Maura juga." Kata Naura dengan penuh semangat.


Levi tersenyum mendengarnya. Dia refleks mengusap-ngusap kepala gadis itu dengan satu tangannya.


"Habisin nanti kalo kurang pesen lagi." Kata Levi.


Naura mengangguk dan tanpa banyak bicara dia mulai makan. Sedangkan Levi malah asik memperhatikan Naura bukannya menyantap makanannya.


Percaya deh melihat Naura makan tuh udah bikin dia kenyang. Soalnya Naura kalau makan lahap banget, jadi Levi suka lihatnya.


"Vi makan dong jangan liatin gue doang."


Naura mulai protes ketika kurang lebih lima belas menit berlalu Levi masih asik memandanginya.


"Suapin dulu coba sekali." Kata Levi asal.

__ADS_1


Dia hanya bercanda sungguh, tapi Naura menganggapnya serius. Tanpa banyak bicara Naura menyuapi Levi satu kali.


Dan kali ini Levi setuju dengan apa yang Naura katakan tentang makanan ini. Dari satu sampai sepuluh Levi kasih nilai seratus.


Akhirnya dia ikut makan juga dengan sama lahapnya karena soto yang mereka makan memang seenak itu.


"Oh iya Vi tau enggak? Masa Kak Bima chat gue." Kata Naura yang sudah selesai makan lebih dulu.


Perkataan itu membuat Levi berhenti makan dan langsung menatap Naura yang tengah mengeluarkan ponselnya lalu menunjukkan beberapa pesan yang Kakak kelasnya kirimkan.


Kak Bima :


Naura?


Kamu lagi apa nih?


Sibuk enggak Nau?


Naura :


Eh iya Kak


Lagi nugas nih Kak


Kak Bima :


Oh lagi nugas ya?


Berarti ganggu dong?


Naura :


Enggak juga sih


Ada perlu apa Kak?


Kak Bima :


Mau Kakak temenin nugas enggak?


Kalau mau nanti Kakak telpon


Naura :


Eh enggak usah Kak🙏


Aku mau lanjut nugas lagi ya Kak hehe


Coba cari temen chat lain


Kak Bima :


Maunya chat kamu sihh


Yaudah semangat ya Naura💗


Raut wajah Levi langsung berubah muram ketika membacanya. Dari dulu Kakak kelasnya yang ini selalu saja cari perhatian pada Naura.


Sok ganteng banget! Masih gantengan juga dia kemana-mana.


"Lain kali kalo dia chat enggak usah dibales atau kalo enggak lo bilang gini enggak usah chat Kak nanti pacar aku marah gitu, ganjen amat jadi cowok." Gerutu Levi.


Naura tertawa pelan mendengarnya, "Enggak ah takut Vi."


"Ngapain takut? Ada gue enggak bakal ada masalah." Kata Levi dengan serius.

__ADS_1


"Iya nanti gue bilang gitu kalau masih digangguin." Kata Naura sambil tersenyum.


"Aduh susah banget punya pacar cantik." Kata Levi yang kembali membuat Naura tertawa.


"Memang kita pacaran? Bukannya kita friendzone Vi?" Tanya Naura bercanda.


"Brengsek"


Levi tertawa setelah mengumpat dan Naura pun ikut tertawa mendengarnya, tapi dia benar kan?


Mereka berdua kan memang tidak berpacaran dan masih terjebak friendzone.


••••


"Sini peluk Nau"


Levi tiba-tiba saja mengatakan itu pada Naura ketika mereka berada di taman. Jelas saja Naura terkejut mendengar perkataan yang baru saja keluar dari bibir pria itu.


Dan belum sempat memberikan jawaban Levi sudah mendekat lalu memberikan pelukan singkat untuknya.


Hanya beberapa saat karena Levi langsung menjauhkan tubuhnya dan menatap Naura lagi.


"Seneng banget gue hari ini bisa ngedate sama lo." Kata Levi.


"Memang ini bisa disebut date?" Kekeh Naura.


"Iya aja sih Nau biar gue seneng." Kata Levi yang membuat Naura tertawa lalu menyandarkan kepalanya di bahu pria itu.


Mereka baru saja selesai mencicipi berbagai macam makanan. Bukan makanan berat, tapi makanan-makanan ringan kesukaan Naura.


Setelah makan soto tadi mereka pergi membeli telur gulung, batagor, es buah, bakso bakar dan beberapa lainnya.


Jangan tanya deh Naura kalau soal makanan mah nomor satu. Perutnya susah kenyang, jadi bisa menampung banyak makanan.


"Lo cakep enggak Vi kayak gini?" Tanya Naura tiba-tiba.


"Maksudnya capek dalam hal apa?" Tanya Levi balik.


Naura mendongak dan menatap wajah pria itu, "Deket sama gue, kita enggak pernah ada kemajuan Vi gini terus padahal kalo sama cewek lain lo pasti udah pacaran, capek enggak ngejalanin hubungan tampa status kayak gini?"


Bukan tersinggung atau apa Levi malah tertawa mendengarnya.


"Enggak akan pernah capek kalo itu sama lo Naura." Kata Levi jujur.


Dia tidak sedang gombal. Masalahnya tidak ada yang bisa membuat Levi nyaman seperti yang Naura lakukan.


Padahal Naura sering ngambek, tapi Levi tidak pernah menyesal dekat dengan gadis itu.


"Gue enggak pernah capek Nau jangan khawatir dan jangan takut gue bakal pergi karena..."


Levi menggantungkan kalimatnya lalu dia meraih tangan Naura dan menggenggamnya dengan sayang.


"Karena hati gue udah milik lo sepenuhnya Naura."


Oke Naura mungkin akan pingsan sebentar lagi karena Levi langsung mencium keningnya setelah mengatakan itu.


Bisa apa Naura?


Bisa gila!!!


•••••


Yass double update untuk hari iniii❣️❣️


Part untuk besok ada Gema Zelline dan Maura Haikal🤗

__ADS_1


Jangan lupa vote dan comment❣️


See youuu🥰


__ADS_2