
"Zel ayo ke kantin"
Gema kembali menghampiri Zelline ke kelasnya dan membuat seluruh teman sekelas Zelline benar-benar beranggapan bahwa kedua orang itu berpacaran.
Berbeda dengan kemarin dimana Zelline menolak kali ini dia malah tersenyum dan mengangguk. Sebelum mengikuti Rangga lebih dulu Zelline menggandeng tangan Kiara agar gadis itu juga ikut ke kantin.
Zelline tidak mau nanti dia hanya perempuan sendiri di antara teman-teman Gema.
"Gandeng gue aja." Kata Gema yang membuat Zelline berdecak kesal dan malah memeluk lengan Kiara.
"Sana kamu duluan." Kata Zelline.
Gema tertawa pelan. Dia berjalan beriringan dengan Zelline dan Kiara tanpa banyak bicara.
Teman-temannya sudah pergi ke kantin lebih dulu karena Gema yang memintanya. Begitu memasuki kantin Gema langsung pergi ke tempat dimana teman-temannya berada.
Pria itu meminta Zelline untuk duduk di sebelahnya.
"Mau pesen apa Zel?" Tanya Gema pada Zelline.
"Gue liat-liat Gema bakal jadi bucin nih." Kata Justin meledek.
Bukan tersinggung Gema malah tertawa mendengarnya. Enggak papa kalau bucinnya sama Zelline.
"Aku pesen sendiri aja sama Kiara... Ayo Kia." Ajak Zelline pada Kiara.
"Udah gue aja yang pesen, lo duduk sini nanti gue pesenin sekalian sama punya temen lo." Kata Gema sambil menarik tangan Zelline agar kembali duduk.
"Aku aja sendiri." Kata Zelline lagi.
"Zel enggak usah buat ribet deh perkara pesen makan doang, cepetan mau makan apa? Nanti gue pesenin, teman lo juga tuh mau pesen apaan." Kata Gema.
Zelline menghela nafasnya pasrah. Kemudian dia melirik Kiara yang duduk disebelahnya.
"Kamu mau pesen apa?" Tanya Zelline.
"Mie ayam mau enggak Zel?" Tanya Kiara yang langsung dijawab dengan anggukan oleh Zelline.
"Yaudah, aku sama Kiara mau pesen mie ayam terus minumnya... Em apa Kia??" Tanya Zelline lagi.
"Es teh aja"
"Oke, aku juga minumnya es teh." Kata Zelline.
"Tunggu." Kata Gema singkat.
Kemudian pria itu pergi untuk memesan mie ayam yang Zelline inginkan dan dia juga memesan makanan yang sama.
Begitu Gema pergi Laurent dan Justin langsung menatap Zelline.
"Zel lo sama Gema pacaran ya?" Tebak Justin.
Zelline langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Enggak, mana berani aku pacaran hehe nanti aku kena marah." Kata Zelline.
"Tapi, lo mau sama Gema?" Tanya Laurent.
"Maksudnya?" Tanya Zelline bingung.
__ADS_1
Laurent menghela nafasnya pelan, "Lo suka enggak sama Gema?"
"Em biasa aja, tapi udah enggak takut lagi sama Gema." Kata Zelline dengan polosnya.
"Lo takut sama Gema?" Tanya Justin sambil tertawa.
"Ya jelas dia takut orang Gema kayak gitu, kenal enggak tiba-tiba ngedeketin." Kata Kiara menanggapi.
"Gema serem." Kata Zelline yang membuat kedua teman Gema kembali tertawa.
Zelline sangat jujur ya?
Kalau begini sih tidak ada alasan bagi Gema untuk tidak jatuh cinta pada gadis semenggemaskan Zelline.
••••
Seusai makan siang di kantin Gema mengajak Zelline pergi ke rooftop sekolah dan tidak membiarkan gadis itu untuk langsung kembali ke kelasnya.
Dan sekarang Gema tengah asik memandangi Zelline yang bercerita tentang kehidupannya. Gadis itu terlihat asik dan antusias ketika menceritakan kedua Kakaknya.
Bukan hanya ceritanya yang Gema perhatikan, tapi wajah gadis itu juga tidak lepas dari pandangan matanya.
"Zel"
Panggilan Gema membuat Zelline berhenti bercerita dan langsung menatapnya dengan senyuman.
"Iya Gema"
Oh sialan! Gema bahkan salah tingkah hanya karena mendengar suara Zelline yang begitu lembut ditelinganya.
"Lo sadar enggak kalau lo cantik?" Tanya Gema yang membuat Zelline terkejut.
"Ehh"
"Zel kenapa gue enggak kenal lo dari awal masuk sekolah sih? Kalo dari awal masuk sekolah pasti gue seneng banget bisa ketemu sama cewek kayak lo." Kata Gema.
"Memang aku kenapa?" Tanya Zelline tidak faham.
"Lo itu lucu." Kata Gema.
Zelline memasang wajah cemberutnya, "Kenapa sih orang-orang pada bilang aku lucu? Papi sama Kakak aku selalu bilang kayak gitu, memang aku boneka apa."
Gema kembali tertawa, dia mencubit gemas pipi Zelline dan membuat gadis itu semakin cemberut hingga memukul lengan Gema karena kesal.
"Karena lo memang lucu Zelline boneka aja kalah lucu sama lo." Kata Gema.
"Bohong! Aku udah gede tau enggak suka di bilang lucu apalagi Papi sering bilang aku gemesin kayak anak kecil." Keluh Zelline.
Zelline ini tidak sadar ya?
Memang benar Zelline ini menggemaskan. Mulai dari wajahnya yang sangat baby face hingga caranya berbicara yang lemah lembut dan sering kali menggunakan namanya.
Seperti ketika bicara dengan orang tuanya atau Kakaknya biasanya Zelline menyebutkan namanya.
'Zelline juga mau ituu'
'Papi ihh Zelline belum ngantuk'
'Mami pokoknya sisain Zelline brownies nya jangan sampe habiss'
__ADS_1
Makanya keluarganya banyak yang mengatakan bahwa Zelline sangat menggemaskan.
"Lo memang gemesin Zelline." Kata Gema sambil tertawa.
"Enggak!" Kata Zelline sambil melotot.
Tuh kan lihat gadis itu melotot saja bukannya seram malah terlihat lucu.
Gema yang merasa gemas langsung mendekat dan mengusap-ngusap pipi gadis itu dengan penuh kelembutan.
"Mau gue ajak ketemu adek gue enggak Zel?" Tanya Gema.
Pertanyaan yang Gema ajukan itu membuat Zelline terlihat antusias hingga rasa kesalnya hilang begitu saja.
"Mauuuu"
"Nanti gue ajak lo ketemu dia, tapi gue minta izin dulu ya?" Kata Gema yang dijawab dengan anggukan singkat oleh Zelline.
"Kalau enggak kamu yang ke rumah sama adik kamu pasti enggak bakal kena marah." Kata Zelline.
"Enggak lah malu nanti aja gue minta izin ke orang tua lo untuk ajakin lo keluar." Kata Gema.
Zelline mengangguk singkat. Kemudian menatap Gema yang kini tersenyum padanya.
"Kamu banyak senyum sekarang, jadi enggak nyeremin lagi hehe." Kata Zelline sambil tertawa pelan.
"Karena lo." Kata Gema.
"Aku?"
"Iya, karena lo gue jadi lebih banyak senyum." Kata Gema.
Zelline mengangguk faham, tapi tidak memberikan tanggapan apapun.
"Lo suka enggak gue banyak senyum?" Tanya Gema pada Zelline.
"Suka, kamu jadi enggak serem lagi." Kata Zelline jujur.
"Lo beneran takut sama gue ya?" Tanya Gema yang masih tetap penasaran.
"Iya, tapi sekarang udah enggak lagi." Kata Zelline sambil tersenyum.
Gema ikut tersenyum lalu meraih tangan Zelline dan menggenggamnya.
"Zelline mau bantuin gue enggak?" Tanya Gema tiba-tiba.
"Em bantu apa? Kalau aku bisa nanti aku bantuin." Kata Zelline dengan penuh ketulusan.
Gema menatap gadis itu cukup lama lalu mengatakan hal yang membuat Zelline diam dengan pipi merona.
"Bantuin gue untuk cewek yang namanya Zelline jatuh cinta sama Gema terus bantuin gue juga buat berani berhadapan sama bodyguard nya Zelline yang nyeremin."
Pipi Zelline sangat memerah, dia menatap Gema yang masih menatapnya dengan senyuman yang menghiasi wajah tampannya.
Gema.. Kamu serius atau tidak??
••••
Yuhuuuuuu aku updateee❣️
__ADS_1
Kembali lagi dengan Gema dan Zelline😗
Nanti malem aku update lagi yaaaa👍