
Kedua teman Gema menatap pria itu dengan aneh pasalnya sejak masuk ke dalam gelas Gema tidak berhenti tersenyum. Wajah pria itu benar-benar terlihat seperti orang yang sedang kasmaran.
Sangat berbeda dengan Gema biasanya yang tidak pernah memberikan ekspresi apapun di wajahnya.
"Ma sumpah lo kenapa sih? Gue ngeri dah ngeliat lo senyum sendiri," kata Justin.
"Gue takut dia kesurupan," ujar Laurent.
Perkataan kedua temannya itu membuat Gema menatap mereka lalu tertawa pelan.
"WAH BENERAN KERASUKAN DEH DIA KAYAKNYA!" seru Laurent heboh.
Seruannya itu membuat teman sekelas mereka refleks menoleh dan menatap ketiganya dengan bingung.
"Suara lo gede banget sumpah," gerutu Justin.
Gema tersenyum singkat, "Gue enggak papa cuman mau gila aja abis ketemu Zelline tadi."
"Wih berlayar nih bentar lagi, kenapa memang Ma?" tanya Justin penasaran.
"Apa yang si cantik dan imut itu lakukan?" tanya Laurent yang membuat Gema menatapnya dengan kesal.
"Gue hanya bicara jujur lagian gue juga enggak seberani lo buat deketin Zelline soalnya pawangnya banyak," kata Laurent ketika melihat temannya itu menatapnya dengan kesal.
"Gue cuman minta temenin sarapan, tapi dia lucu banget enggak sih? Pengen gue pacarin aja rasanya," kata Gema sambil tertawa pelan.
"Waduh keliatan banget lagi jatuh cintanya nih orang," kata Laurent yang ikut tertawa melihat wajah salah tingkah Gema.
"Lucu banget sumpah," ucap Gema lagi.
"Tapi, memang lo enggak masalah berhadapan sama kakak-kakaknya? Mereka pasti enggak bakal kasih izin kalau lo pacaran sama Zelline," ujar Justin.
__ADS_1
"Gue sama sekali enggak masalah malah gue udah pernah ke rumah Zelline, tapi memang kedua kakaknya sama bokapnya galak banget cuman nyokapnya baik banget kayak Zelline," kata Gema menjelaskan.
"Gas lah," kata Laurent dengan penuh semangat.
"Suka banget Ma?" tanya Justin sambil tertawa pelan.
Gema tersenyum sambil mengusap kepalanya dengan wajah yang terlihat salah tingkah.
"Enggak pernah sesuka ini sama cewek," kata Gema yang membuat kedua temannya itu heboh sendiri.
Tapi, memang benar meskipun Gema pernah menyukai beberapa wanita tidak pernah ada yang seperti Zelline.
Gadis itu berbeda karena melihatnya dari kejauhan saja sudah membuat senyum manis Gema terbentuk dengan sempurna. Entah apa yang ada di dalam diri Zelline hingga membuatnya segila ini.
Tidak peduli dengan bagaimana tanggapan kakak-kakak gadis itu yang jelas Gema menyukai Zelline.
Dia tidak bisa lagi menyangkal satu fakta itu.
••••
Pertanyaan tiba-tiba yang Zelline ajukan itu membuat Kiara yang semula tengah minum langsung tersedak.
"Ehh Kia kenapa?" tanya Zelline panik.
Kiara kembali minum lalu menatap Zelline dengan mata membulat sempurna.
"Lo serius????? Zelline lo suka sama...."
"Aaaa jangan kuat-kuat nanti ada yang dengar aku maluuu," rengek Zelline sambil menutup mulut Kiara dengan telapak tangannya.
Kiara menjauhkan tangan Zelline dan kembali bertanya.
__ADS_1
"Tapi, serius lo suka sama dia?" tanya Kiara lagi.
"Emm kayaknya iya," kata Zelline malu.
Suara tawa Kiara terdengar ketika melihat reaksi malu-malu temannya itu. Dia sama sekali tidak masalah kalau Zelline memang menyukai Gema dan soal pria itu menurut Kiara dia sudah banyak berubah sekarang.
Jadi, bukan masalah besar sepertinya kalau mereka berpacaran.
Iya kan?
Kiara sih setuju saja kayaknya bakal terlihat lucu melihat Gema dan Zelline berpacaran.
"Kenapa bisa suka sama dia?" tanya Kiara.
"Enggak tau sukanya tiba-tiba hehe tapi, aku udah enggak takut Gema lagi," kata Zelline dengan semangat.
Kiara tersenyum melihat Zelline. Pantas saja Gema suka pada gadis itu.
"Tapi, kalau kakak lo tau gimana?" tanya Kiara.
"Aku kan cuman suka Gema bukan pacaran sama dia," ujar Zelline.
"Kalau dia ngajak pacaran gimana?" tanya Kiara yang membuat Zelline diam.
Tapi, tidak mungkin juga sepertinya.
•••••
Haiiiii siapa setuju Gema Zelline pacaran???
Pasukan Gemazzz pada setuju enggak kalau mereka pacaran🤭🤭🤭
__ADS_1