
"Sepertinya kau berhasil membawanya Lio." batin Aurora sambil tersenyum.
Javier yang melihat bahwa Kakaknya tersenyum sendiri langsung bergidik ngeri.
" Kakak sebenarnya apa yang terjadi padamu, Apa kau kerasukan setan?" tanya Javier yang ucapannya melantur.
Aurora yang mendengarnya wajahnya langsung memerah marah. Dirinya tidak terima di katai Javier bahwa ia kerasukan setan.
BRAK....
Bahkan Aurora sambil menggebrak meja dengan keras sampai beberapa kue berjatuhan.
" Apa kau bisa mengulangi ucapan mu Javier?" tanya Aurora sambil tersenyum sinis.
Javier yang melihat Kakaknya sudah dalam mode mengamuk langsung melarikan diri. Aurora yang melihatnya langsung mengejar nya.
" JAVIER HENTIKAN LARI MU SEKARANG JUGA ATAU AKU AKAN MENGAMBIL SEMUA KOLEKSI ACTION FIGURE MU DAN MEMBAKARNYA." teriak Aurora yang mengancam Javier.
Javier langsung berhenti karena dirinya tidak ingin Kakaknya membakar koleksi kesayangannya. Melihat Javier sudah berhenti langsung saja Aurora melompat dan...
Bruk....
__ADS_1
Aduhhhh.....
Para pelayan yang sedari tadi melihatnya hanya mampu menggelengkan kepalanya. Karena bagi mereka hal ini sudah biasa terjadi jika Pangeran Javier membuat marah atau menjahili para Pangeran dan Puteri lainnya.
Sedangkan Javier meringis merasa sakit pada punggung nya. Mengingat sekarang Kakaknya perempuannya dengan kejam mendudukan tubuhnya di punggungnya.
" Aduh, Kakak lepaskan aku." ucap Javier sambil menampilkan puppy eyes nya.
Bukan membuat terlihat lucu malah membuat Aurora yang melihatnya merasa jijik. Dia heran mengapa Adiknya yang satu ini berbeda dengan kembarnya.
Tiba-tiba saja Crystal datang sambil berkaca pinggang.
" Mommy." ucap Aurora dan Javier yang terbata-bata secara bersamaan.
Bagi mereka berdua Mommy adalah satu-satunya Wanita yang menyeramkan. Bahkan Daddy nya merupakan seorang Raja tidak berani membantah. Termasuk Adelio dan Dominic yang memiliki sifat sebelas, dua belas mirip Daddy mereka.
Sedangkan Crystal yang melihat tingkah kedua anaknya menghembuskan nafasnya lelah. Jika ada Aurora di istana pasti Javier akan mengganggunya. Sebenarnya dirinya sendiri heran bagaimana bisa memiliki anak yang sifatnya membuat masalah. Seingatnya hanya mereka yang selalu berbuat masalah daripada ketiga Puteranya yang memiliki sifat dingin seperti Suaminya.
" Ayo kalian segera bersiap-siap karena sebentar lagi. Kakak kalian akan datang bersama calon menantu Mommy." ucap Crystal merasa senang karena sebenarnya dia sudah tidak sabar memiliki seorang cucu.
Aurora hanya mengangguk kepalanya karena ia sudah tahu bahwa Kakaknya sangat tergila-gila dengan gadis itu. Tetapi tidak dengan Javier yang menganga karena ia tidak menyangka bahwa Kakaknya di kenal tidak pernah dekat dengan wanita manapun sudah memiliki kekasih.
__ADS_1
" Ternyata Kakak Lio normal juga. Padahal aku kira dia Guy." ucap Javier sambil tersenyum lebar.
Pletak...
Crystal dan Aurora langsung memukul kepala Javier.
" Jangan sembarangan berbicara, Vier." ucap Crystal sambil melotot.
" Kakak Lio normal tidak seperti kau yang tidak normal. Suka mengecani banyak wanita dasar buaya." ucap Aurora pedas.
Jleb...
Ucapan dari Kakak perempuannya membuat Javier memegang dadanya dengan dramatis.
" Apa ini nasib seorang Pangeran yang di kebal baik hati dan juga tampan ini seperti di lantarkan oleh Keluarganya." ucap Javier sambil mengusap matanya yang sama sekali tidak mengeluarkan air matanya.
Para pelayan yang melihatnya tertawa kelucuan dari Pangeran Javier.
Termasuk seseorang yang berdiri di belakangnya.
Continue....
__ADS_1