Prince Mafia Obsession

Prince Mafia Obsession
Kota Paris I


__ADS_3

" Wah..." respon Layla kagum melihat keindahan sekitar kota Paris.


Dirinya sama sekali tidak menyangka bisa mendatangi negara impian nya. Memang sejak kecil Layla sangat memimpikan berada di Paris. Mungkin menurutnya hal itu mustahil mengingat kehidupannya yang sulit. Tapi dirinya sama sekali tidak menyangka bahwa akan di nikahi oleh sang pebisnis kaya dan juga Pangeran dari sebuah negara kaya.


Adelio yang berdiri tepat di samping Layla menggelengkan kepalanya melihat tingkah Isterinya.


" Jangan buka mulutmu lebar-lebar, nanti ada serangga masuk ke dalamnya." ucap Adelio dengan santai sambil berjalan melewati Layla.


Layla yang mendengarnya berdecak kesal mungkin ia tidak bisa mengharapkan Adelio Suaminya bertindak romantis kepadanya. Seperti Raja Alex yang begitu romantis dengan Ratu Crystal sekaligus mertuanya.


" Hei apa yang aku pikirkan tidak mungkin bukan. aku mengharapkan nya bertindak seperti itu kepadaku." batin Layla


Memikirkan itu membuat Layla memasang wajah cemberut dan memutuskan berjalan menuju ke arah Adelio yang sedang berbincang dengan seorang pria paruh baya.


Adelio yang menyadari kehadiran Layla hanya melirik nya sebentar.


" Avez-vous tout préparé au manoir ?" tanya Adelio dengan menggunakan bahasa Perancis lancar.

__ADS_1


( Apa kamu sudah menyiapkan semuanya di Mansion).


" Bien sur monsieur." jawabnya dengan yakin.


( Tentu saja Tuan)


Layla hanya diam tidak menanggapi perbincangan mereka. Karena jujur dirinya sama sekali tidak mengerti bahasa Perancis. Jadi hal yang baik dirinya bisa lakukan hanya berdiam diri menunggu suaminya selesai berbicara.


Adelio yang sudah selesai berbicara dengan salah satu bawahan nya. Langsung melirik kembali Layla yang tampaknya sedang termenung. Karena jujur saja setelah isterinya melarangnya untuk membaca isi hatinya. Sejak saat itu Adelio sama sekali tidak menggunakan kekuatan nya kepada Isterinya. Entah apa yang terjadi padanya sampai bisa menuruti semua perintahnya tanpa sekalipun membantah.


Membuat Layla yang melihatnya merasa malu apalagi banyak orang-orang yang memperhatikan mereka berdua.


Selama di perjalanan mereka saling berdiam di dalam mobil dengan Adelio yang sibuk membaca buku dan Layla yang sedang melihat keindahan menara Eiffel dari jauh.


" Indahnya." gumam Layla dengan pelan sambil matanya terus menatap menara Eiffel.


Adelio yang mendengar gumaman Layla langsung memberikan kode kepada supir suruh berhenti. Supir pun menggangguk kepalanya dan memberhentikan mobilnya di pinggir jalan. Layla yang melihat bahwa mobilnya berhenti menatap bingung Adelio.

__ADS_1


Adelio yang mengerti kebingungan Layla mengulurkan tangannya.


" Ayo bukannya kau ingin melihat menara itu, kita akan ke sana sekarang." ucap Adelio yang terkesan datar.


Layla yang mendengarnya langsung menatap Adelio dengan binar di matanya. Meskipun Adelio mengatakannya dengan datar tapi Layla tahu bahwa ada kelembutan di sana. Layla dengan senang hati menerima uluran tangan Adelio.


Adelio melihat bahwa Layla menerima uluran tangannya langsung membawanya keluar dari mobil. dan berjalan menuju ke arah menara Eiffel.


Menara yang merupakan salah ikonik kota Paris itu membuat Layla kagum melihatnya. Ini seperti bagi Layla yang sama sekali tidak pernah merasakan namanya liburan.


" Ayo Lio kita harus melihatnya dari dekat lagi." ucap Layla sambil menarik tangan Adelio untuk mengikuti nya.


Adelio hanya diam sambil melihat rambut Layla yang di gerai terbang bebas mengikuti angin.


" Aku senang melihatnya bahagia." batin Adelio sambil tersenyum tipis.


Countine...

__ADS_1


__ADS_2