Prince Mafia Obsession

Prince Mafia Obsession
Tidak Membencinya


__ADS_3

" Apa kau mencintainya Kakak?" tanya Javas sambil memandang wajah datar Kakak Adelio.


Adelio berdiam sebentar sebelum melanjutkan permainannya.


" Entahlah, tapi aku merasakan tidak bisa menjauh darinya." ucap Adelio dengan santai.


Alex yang mendengarnya tersenyum tipis memang Puteranya yang satu ini mirip sama dengannya. Ketika mengingat bagaimana ia sama sekali tidak peka dengan perasaan Crystal kepadanya.


" Setidaknya kau sangat mirip denganmu ketika usiaku 17 tahun" ucap Alex yang duduk di samping Adelio.


" Apa maksudmu dengan seorang suami yang meninggalkan isterinya yang sedang mengandung." ucap Adelio yang menyindir Alex.


Alex yang mendengarnya tersenyum getir. Adelio dan Dominic yang melihatnya hanya menampilkan ekspresi datar tapi di dalam hati mereka tidak bisa melupakan kejadian yang hampir membuat Keluarga nya hancur. Tapi tidak untuk Javas dan Javier yang terlihat kebingungan memang Alex tidak menceritakan kehidupan masa lalunya kepada kedua anaknya itu.


" Apa maksud dari perkataan Kak Adelio, Dad?" tanya Javas yang dianggukin oleh Javier.


Mereka bertiga saling melirik sebelum mengangguk kepalanya.


" Baiklah ini saatnya kalian mengetahui masa lalu kami." ucap Alex dengan serius.

__ADS_1


...****************...


Layla yang mendengarnya sedikit terkejut sebelum kemudian ia menggelengkan kepalanya.


" Saya tidak membenci Keluarga kerajaan sama sekali. Tuan Puteri. Karena saya tahu bahwa saat itu kalian hanya saling melindungi satu sama lain. Seharusnya saya meminta maaf kepada kalian semuanya. Saya mohon maaf atas kesalahan Ayah saya Tuan Puteri." ucap Layla sambil berdiri dan membungkukkan badannya.


Membuat Aurora yang melihatnya melotot kaget. Ia spontan langsung berdiri dan memeluk tubuh Layla.


" Kau tidak perlu meminta maaf, Layla lagipula kami juga salah telah membuat kehidupan mu menjadi sebatang kara. Tapi apa aku bisa tolong cintai Lio, Walaupun dia memiliki sifat yang dingin dan juga kejam. Tapi sebenarnya di dalam hatinya ia memiliki sifat yang hangat kepada orang yang spesial di dalam hidupnya." ucap Aurora sambil tersenyum.


Membuat Layla ikutan tersenyum juga ia tidak menjawab keinginan Aurora. Karena sebenarnya dirinya tidak yakin bahwa saat ini dia sudah mencintai pria itu atau tidak. Tapi Layla hanya bisa berdoa semoga semuanya baik-baik saja.


" Semoga kau bisa membuat hidup Adelio berubah." batin Crystal.


...****************...


Kebesokan harinya Layla di ajak ke suatu tempat oleh Adelio.


Untuk hari ini Adelio mengendarai mobilnya sendiri tanpa mempedulikan Sang Sopir.

__ADS_1


" Kita akan kemana?" tanya Layla yang sedari tadi hanya diam.


Adelio melirik sebentar Layla sebelum pandangannya fokus kepada jalannya.


" Kita akan fitting baju pengantin untukmu, dan jangan sekali-kali kau lari. Jika iya aku akan mencarimu dan langsung membawa mu ke altar." ucap Adelio sambil tersenyum miring.


Layla yang mendengarnya sampai meneguk ludahnya dengan kasar sebelum mengalihkan pandangannya ke arah jendela.


" Iya." ucap Layla dengan singkat.


Mendengar ucapan dari Layla membuat Adelio merasa senang. Sampai akhirnya mereka berhenti di sebuah butik yang terkenal di negara Grace.


Adelio keluar dari mobilnya terlebih dahulu tanpa membantu Layla turun. Layla yang melihatnya hanya bisa cemberut.


" Dasar pria tidak bisa romantis." batin Layla sambil keluar dari mobil dengan berjalan menghentakkan kakinya.


Ketiak Layla memasuki butik bertapa terkejut dia melihat....


Continue...

__ADS_1


__ADS_2