Prince Mafia Obsession

Prince Mafia Obsession
Chapter 34


__ADS_3

Setelah acara berkeliling ke seluruh kota saat ini istana sedang mengadakan pesta untuk merayakan pernikahan Pangeran Adelio dan Layla.


Pesta kali ini di hadiri oleh segenap pemimpin negara dan beberapa kolega bisnis Pangeran Adelio sendiri.


Adelio dan Layla saling berpegangan tangan saat ini di pesta. Karena Adelio tidak ingin meninggalkan Layla sedikitpun mengingat saat ini masih ada musuh yang mengincar nyawanya.


Sedangkan Layla merasa canggung melihat banyak orang kalangan atas yang menghadiri pesta. Ia merasa minder karena walaupun bagaimanapun dirinya hanya seorang gadis biasa yang tidak memiliki kedudukan apapun. Beruntung bisa menikahi seorang CEO sekaligus Pangeran.


Banyak orang yang membicarakannya semakin membuat Layla menundukkan kepalanya tidak percaya diri.


Adelio yang sadar bahwa Layla sedikit risih dengan pembicaraan orang. Langsung menatap tajam salah satu sekumpulan wanita yang berbicara tidak baik kepada Isterinya.


Kumpulan wanita tersebut yang menyadari tatapan tajam dari Pangeran langsung bungkam dan memutuskan pergi dari pesta.


Adelio langsung menarik tangan Layla untuk merengkuhnya dalam pelukannya. Layla yang di perlakukan seperti itu seketika wajahnya merona malu.


" Apa yang anda lakukan, Yang Mulia. Kita tidak bisa melakukan hal ini di depan umum." ucap Layla dengan suara pelan nya.

__ADS_1


Membuat Adelio yang mengetahuinya terkekeh pelan melihat sikap pemalu Layla. Kemudian Adelio mendekatkan mulutnya di telinga Layla.


" Tenang saja Amore, sekarang kau sudah menjadi Isteriku jadi jangan menundukkan kepala mu. Karena sangat tidak pantas seorang Puteri menundukkan kepalanya hanya demi Seseorang yang rendah darinya." ucap Adelio dengan suara rendahnya.


Layla yang mendengarnya merasa tercekat ia bisa merasakan aura dingin di balik punggungnya. Akhirnya ia tidak bisa melakukan apapun selain menenggelamkan wajahnya di dada bidang Adelio.


Adelio yang mengerti bahwa Layla belum terbiasa menjadi pusat perhatian langsung membawanya ke tepi pesta. Dan mendudukan Layla di salah satu kursi yang tersedia.


Kemudian Adelio berlutut di hadapan Layla dengan sorot mata yang serius. Membuat kesan Adelio semakin tampan.


Wajah Layla semakin memerah mendengar ucapan Adelio yang terkesan romantis. Ia merasakan jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya dan juga merasakan kupu-kupu yang berterbangan di perutnya.


" Terima kasih." ucap Layla yang tidak tahu harus mengucapkan apa selain itu.


Momen romantis itu di saksikan oleh semua tamu mereka saling menjerit melihat bagaimana romantisnya pangeran Adelio yang dikenal dingin. Tidak pernah berdekatan dengan seorang gadis manapun. Bisa memperlakukan seorang Gadis dengan begitu romantis.


Membuat semua orang ingin merasakannya termasuk Crystal dan Alex yang melihat nya dengan terharu. Atau lebih tepatnya cuma Crystal karena Alex cuma memandang Adelio dengan pandangan datar.

__ADS_1


" Apa kau sudah selesai menangis nya Crystal?" tanya Alex datar


Saat ini sedang menenangkan Crystal yang menangis di dada bidang nya yang dibaluti oleh tuksedo mewah. Crystal yang mendengar suara datar suaminya sontak langsung mendongakkan kepalanya dan memukul dada nya sampai membuat Alex meringis pelan.


" Kau memang sama sekali tidak romantis." ucap Crystal langsung meninggalkan Alex yang sedang memandangnya dengan bingung.


" Memangnya aku melakukan kesalahan apa?" tanya Alex yang bingung dengan ucapan Crystal tadi.


Aurora yang melihat pertengkaran orang tuanya menghela nafasnya sudah biasa baginya yang terkadang melihatnya. Tapi meskipun begitu mereka berdua saling mencintai.


Tanpa tidak sengaja pandangan Aurora tertuju kepada seseorang yang sedang memandangnya dengan datar.


Aurora dibuat terpesona oleh mata sekelam malam sedang menatapnya.


" Tampan." gumam Aurora dengan pelan.


Continue...

__ADS_1


__ADS_2