Prince Mafia Obsession

Prince Mafia Obsession
Bahagia


__ADS_3

Setelah Dokter Alpen pergi Adelio memutuskan untuk menemani Layla yang masih memejamkan matanya. Dia mengelus telapak tangannya dengan lembut dan sesekali mengecupnya.


Sebelum matanya mengarah ke perut rata Layla. Adelio yang pernasaran langsung menaruh telapak tangannya dan mengelus perut Layla. Dalam hati dia merasa bahagia karena sebentar lagi dirinya akan memiliki seorang anak dari wanita nya yang menjadi bayang-bayang nya selama lebih dua puluh tahun terakhir.


Mengingat matanya yang bulat menatap nya dengan takut membuatnya merasa tertarik. Awalnya dia hanya tertarik untuk terus melihatnya sampai ada perasaan yang sesungguhnya yaitu cinta.


Adelio memang sempat tidak terlalu mempermasalahkan tentang cinta. Mengingat hubungan dulu Mommy nya yang sangat rumit dengan Daddy bahkan mereka sempat berpisah selama lebih 6 tahun. Hanya karena Daddy nya ingin melindungi Mommy nya.


Tetapi Daddy melakukan apapun untuk mendapatkan hati Mommy nya kembali. Dengan beraninya mengancam Mommy nya untuk mengambil nya dan Saudari nya.


Mengingat itu sedikit lucu mengetahui bahwa Daddy nya memiliki anak lain selain mereka berdua. Menurut nya Dominic adalah sosok yang dipaksa dewasa sebelum waktunya mengingat dirinya merupakan sosok pewaris tahta di dua negara sekaligus.


Awalnya setelah mengetahui bahwa Daddy nya memiliki nya yang lebih tua sebagai putera tertua. Para dewan perwakilan mengadakan rapat mengenai perebutan tahta di antara Dominic dan dirinya.


Sayangnya dirinya memang sama sekali tidak terlalu tertarik dengan tahta karena dirinya lebih suka hidup yang bebas dan menantang. Apalagi dengan kemampuannya yang bisa mendengar batin seseorang membuatnya mundur dan memilih ikut jejak Grand Dad nya.


Lamunan Adelio buyar setelah mendengar suara pelan di sampingnya.

__ADS_1


" Akhirnya kau sudah sadar juga Amore." ucap Adelio yang melihat Layla sudah sadar.


Kemudian Adelio membantu Layla bangun dan menyadarkan nya di kepala ranjang sambil memberikannya segelas air.


Layla menerimanya sambil memberikannya senyumannya sebelum meminum nya. Ia merasa tenggorokannya kering apalagi setelah memuntahkan isi perutnya.


" Terima kasih." ucap Layla yang tenggorokannya merasa lebih baik.


Adelio hanya tersenyum sambil menarik lembut kepala Layla untuk di sandarkan di bahunya. Layla hanya menerimanya sambil menikmati helusan lembut di rambutnya. Ia merasa lebih baik.


" Aku kenapa?" tanya Layla dengan suaranya yang pelan.


Adelio yang mendengarnya hanya diam sebelum tangannya mengarah kembali ke atas perut Layla dan mengelusnya.


" Selamat kita akan menjadi orang tua." ucap Adelio sambil tersenyum tipis.


Layla yang mendengarnya langsung mengadahkan kepalanya menatap Adelio dengan tatapan tidak percaya.

__ADS_1


" Benarkah." ucap Layla yang menutut kepastian.


" Tentu kamu sedang hamil sayang dan disini ada bayi kita." ucap Adelio dengan tatapannya menatap dalam Layla.


Layla menutup mulutnya dengan tangannya dan matanya berkaca-kaca. Dirinya tidak merasa tidak percaya bahwa di perutnya telah tumbuh seorang janin yang nantinya akan menjadi bayinya dan Adelio.


" Aku bahagia Lio...aku bahagia hiks.." ucap Layla sambil terisak pelan.


Adelio yang melihatnya langsung menghapus jejak air matanya dengan jarinya.


" Wanitaku tidak boleh menangis." ucap Adelio sambil menyatukan kening nya dengan Layla.


Layla yang mendengarnya merasa kupu-kupu berterbangan di perutnya. Walaupun terdengar sederhana tapi karena yang mengatakannya Adelio. Ia merasa sangat di cintai dirinya berharap bahwa kehidupannya bersama Adelio bertahan selamanya. Tanpa penghalang dari seseorang yang ingin menghancurkan mereka.


Semoga saja harapan itu terwujud....


Countine...

__ADS_1


__ADS_2