Prince Mafia Obsession

Prince Mafia Obsession
Di Ikutin


__ADS_3

Ketiak Layla memasuki butik bertapa terkejut dia melihat banyak orang yang membungkuk kepadanya.


" Selamat datang di toko kami, Tuan Puteri." ucap mereka dengan serentak.


Layla hanya bisa berdiam kaku dirinya tidak tahu melakukan apa. Sampai pada akhirnya tiba-tiba saja Adelio menarik tangannya dan menggenggamnya.


Adelio yang melihat bahwa wanitanya merasa risih langsung menatap tajam para pekerja toko.


Mereka pun yang melihat tatapan tajam Pangeran langsung menundukkan kepalanya. Oh ayolah siapa yang ingin bikin masalah kepada Seorang Pangeran yang di juluki sebagai tirani bisnis.


Datanglah seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik berjalan menghampiri mereka.


" Selamat datang Pangeran Puteri, saya adalah Maria pemilik toko ini, saya merasa terhormat bisa melayani Keluarga kerajaan." ucapnya sambil membungkuk hormat sambil berbicara formal.


Layla hanya bisa membalasnya dengan senyuman. Sedangkan Adelio menampilkan ekspresi datar karena dirinya sudah biasa sejak kecil di perlakukan lain.


" Saya ingin anda membuatkan gaun pengantin yang spesial dan dalam seminggu harus selesai. Apa anda bisa melakukan nya." ucap Adelio dengan dingin.


Pemilik toko itu yang merasakan aura Adelio ketakutan ia pun hanya bisa menggangguk kepalanya. Melihat anggukan darinya membuat Adelio sedikit puas.


" Mari, Puteri saya akan mengukur baju anda." ucap nya sambil menyuruh Layla untuk mengukur baju pernikahannya.

__ADS_1


Layla menggangguk kepalanya kemudian ia langsung pergi mengikuti sang pemilik toko.


Sedangkan Adelio hanya menunggu sambil memeriksa pekerjaan nya yang berada salah satu perusahaan nya di New York.


Setelah menunggu 30 menit Layla kembali dan berjalan menghampiri Adelio. Melihat kedatangan Layla. Adelio memutuskan menghentikan pekerjaannya sejenak.


" Apa kau sudah selesai?" tanya Adelio dengan lembut.


Layla yang melihat perilaku lembut Adelio hanya mampu menggangguk kepalanya saja. Membuat Adelio yang melihatnya sambil tertawa pelan.


Para pekerja toko yang melihat bahwa Pangeran Adelio yang tertawa sangatlah tampan.


" Beruntung sekali Gadis itu bisa mendapatkan perhatian Pangeran." batin mereka dengan serentak.


" Ayo kita harus pergi menuju tempat selanjutnya." ucap Adelio sambil mengulurkan tangannya.


" Baiklah." ucap Layla yang menerima uluran tangan Adelio sambil tersenyum tipis.


...****************...


Setelah itu mereka berkendara menuju tempat selanjutnya. Tetapi entah mengapa Adelio merasakan seseorang sedang mengikuti mobilnya dari belakang.

__ADS_1


Adelio yang melihat beberapa mobil hitam mengikutinya dari balik kaca di atas kemudinya. Senyumannya terbit di wajahnya ia melirik sebentar Layla yang tampaknya tidak menyadari situasi.


" Let's play game." batin Adelio sambil mengeluarkan aura mafianya tanpa sepengetahuan Layla.


Kemudian Adelio sengaja mengemudikan mobilnya sampai di sebuah jalur hutan yang sepi. Membuat Layla yang melihatnya bingung.


" Mengapa Pangeran membawa saya ke sini?" tanya Layla dengan ekspresi bingung.


Adelio terdiam sambil melepaskan selt bealt mobil yang di pasang di badannya tadi.


" Tunggu di sini, jangan sampai keluar aku ada urusan sebentar." ucap Adelio sambil keluar dari mobilnya dan mengunci pintu mobil supaya mereka tidak bertindak macam-macam kepada Wanitanya.


Dibelakang Adelio sudah banyak orang-orang berpakaian hitam dengan tubuh berotot mengelilinginya.


" Apa keinginan kalian mengincar saya?" tanya Adelio dengan ekspresi tenang.


" Tentu saja mengincar nyawamu, dan membuat organisasi kami terbaik di dunia hahaha...." ucap salah satu dari mereka sambil tertawa terbahak-bahak di ikuti oleh yang lain.


Adelio hanya memutar bola matanya malas sambil mengeluarkan sesuatu dari balik jas hitam yang di kenakannya.


Dor....

__ADS_1


Continue....


__ADS_2