
Setelah bercerita Crystal memutuskan untuk keluar dari kamar membiarkan Layla untuk beristirahat mengingat kondisinya yang saat ini sedang mengandung.
Crystal merasa senang karena sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang nenek. Sampai di ruang keluarga Crystal melihat Adelio dan Alex yang sedang berbincang santai.
Memang melihat ini membuat Crystal merasa rindu dengan anak-anaknya yang masih kecil. Bermain bersama Aurora yang selalu mengajak bermain Adelio. Adelio yang tidak suka waktu membacanya di ganggu, Dominic yang terlihat canggung, terakhir Javas dan Javier yang suka mengganggu Aurora dan Adelio.
Di keluarga ini hanya Dominic saja yang masih terlihat canggung kepadanya. Meskipun Dominic adalah anaknya entah mengapa ada sebuah tembok yang membuat nya terasa jauh.
Alex yang menyadari keberadaan Crystal langsung membalikkan badannya dan memberikannya senyumannya.
" Bagaimana dengan Layla apa dia sudah tidur?" tanya Alex yang menanyakan kondisi menantunya.
" HN...dia sudah tidur mungkin karena faktor kelelahan yang membuatnya cepat pulas. Adelio apa kau yakin dengan rencana ini." ucap Crystal sambil memusatkan pandangannya ke arah Adelio yang sedari tadi hanya diam.
Adelio yang di tanya oleh Crystal sontak menggangguk kepalanya pelan.
__ADS_1
" Aku ingin semuanya cepat selesai supaya nyawa Layla dan calon anakku tidak dalam bahaya Mom." ucap Adelio.
Crystal menggangguk kepalanya puas dengan jawaban Adelio karena menurutnya sudah waktunya Puteranya memberhentikan Maksimo untuk mencelakakan Layla.
" Memang itu adalah cara yang tepat, tapi jika ada sesuatu yang terjadi tolong minta bantuan Dad atau Mom. Nanti kita akan membantu mengirimkan pasukan khusus." ucap Crystal yang menawarkan bantuan kepada Adelio.
Adelio yang mengerti perasaan Mommy nya tersenyum.
" Tenang Mom, kami akan baik-baik saja dan aku yakin Javier bisa menyelesaikannya. Meskipun sikapnya yang suka bersenang-senang tapi ia tidak mungkin menghilangkan kewajibannya." ucap Adelio berusaha menghilangkan perasaan khawatir Crystal.
" Baiklah Mom akan bersikap tenang tapi janji kalian akan pulang dalam keadaan baik-baik saja, dan masalah pasukan Mom akan tetap mengirimkan nya siapa tahu ada sesuatu yang tidak beres nantinya." ucap Crystal yang melotot.
Alex yang melihatnya sejak tadi hanya tersenyum dirinya sudah biasa melihat sifat Crystal yang setiap anak-anaknya pergi jauh darinya.
Mendengar Mommy nya tidak mau dibantah Adelio langsung menggangguk kepalanya.
__ADS_1
...****************...
Keesokan paginya sebelum matahari terbit Adelio sudah bersiap-siap untuk kembali ke New York untuk mempersiapkan penyerangan.
Saat mengetahui musuh sudah mulai datang ke sana. Adelio tidak bisa menyerahkan semuanya kepada Javier mengingat musuhnya kali ini bukan orang yang sembarangan.
Tapi sebelum pergi Adelio menemui isterinya di kamarnya. Melihat wajah damai Layla membuat perasaan nya yang sedikit cemas merasa lega. Sebab dia tahu bahwa Orang tuanya akan melindungi isteri dan calon anaknya.
Dengan pelan Adelio mengelus perut Layla agar tidak mengganggunya tidur.
" Selama Daddy pergi tolong jangan membuat Mommy mu kesusahan ya Baby. Daddy akan segera menemui kalian setelah urusannya sudah selesai. Daddy sangat mencintaimu dan Mommy." ucap Adelio yang setelah itu mencium sekilas perut Layla.
Sebelum memandang Layla dengan teduh Adelio mencium bibir Layla sebelum kemudian pergi dari kamar. Layla yang mendengarnya langsung meninttikan air mata karena sejak tadi dia mendengar semua ucapan Adelio kepada bayi mereka.
" Aku mohon kau harus kembali Adelio, demi aku dan anak kita." ucap Layla dengan lirih.
__ADS_1
Countine...