Prince Mafia Obsession

Prince Mafia Obsession
Chapter 41


__ADS_3

Dalam hati Layla merasa senang melihat wajah ketakutan Lamina. Apalagi melihat tatapan Adelio yang seakan-akan ingin membunuh Lamina.


" Anda sudah berani menghina isteri dari seorang Pangeran. Apa kau hukuman yang akan dia dapatkan jika menghina atau melukai Anggota kerajaan?" tanya Adelio dengan datar.


Lamina dan semua wanita bangsawan yang hadir hanya bisa menundukkan kepalanya takut melihat tatapan Pangeran Adelio yang seakan ingin mengulitinya.


" Ini bukan seperti yang anda pikirkan, Yang Mulia. Tadi saya sedang bercanda dengan Puteri Layla. Betul bukan." ucap Lamina sambil memberikan kode kepada Layla.


Layla yang tahu arti kode tersebut hanya bisa tersenyum kemudian menggangguk kepalanya.


" Betul, Yang Mulia. saya sama Lady Lamina hanya bercanda saja. Jadi anda tidak perlu memanjangkan urusan ini." ucap Layla yang membetulkan ucapan Lamina.


Adelio yang mendengarnya menghela nafasnya melihat sikap baik hati dari Layla.


" Baiklah kali ini saya maafkan tapi jika lain kali ini terjadi lagi. Siap-siap saja kalian dan seluruh keluarga kalian akan saya hancurkan. Ayo Layla." ucap Adelio sambil memberikan tatapan tajamnya sebelum membalikan badannya berjalan meninggalkan para Lady yang badannya gemetaran mendengar suara dingin Pangeran.


Disusul oleh Layla yang mengikuti Adelio dari belakang. Lamina yang melihatnya mengepalkan tangannya dirinya merasa tidak terima jika ada seseorang yang mendapatkan hati Pangeran Adelio. Mengingat seumur hidup nya dirinya berusaha mendapatkan perhatiannya bahkan melakukan cara terendah sekalipun. Tapi sayangnya Pangeran Adelio terlalu kebal terhadapnya dan sikap dingin nya terhadap semua para perempuan. Membuat nya selalu bersembunyi saat mengamati Pangeran Adelio dari jauh.


" Sialan saja akan aku balas kau, karena Pangeran Adelio seharunya milik aku bukan milik wanita murahan itu." batin Lamina sambil mengepalkan tangannya.

__ADS_1


...****************...


Sedangkan di sisi lain Layla hanya mengikuti Adelio dari belakang sampai tiba-tiba saja kepalanya terantuk oleh sesuatu yang keras.


Membuat Layla meringis sakit ketika ia mengadahkan kepalanya ternyata dia menabrak punggung Adelio.


" Mengapa anda berhenti secara tiba-tiba, Yang Mulia. Apa terjadi sesuatu?" tanya Layla yang sedikit khawatir ketika melihat ekspresi datar Adelio.


Adelio melirik sekilas Layla sebelum kembali mengalihkan pandangannya.


" Kita harus bersiap-siap sekarang." ucap Adelio sambil melanjutkan langkahnya meninggalkan Layla yang sedikit kebingungan dengan ucapannya.


...****************...


Ternyata sekarang Layla baru mengerti dengan ucapan Adelio yang menyuruhnya siap-siap. Karena saat ini mereka sedang berada di pesawat pribadi Adelio.


Layla berdecak kagum melihat kemewahan pesawat milik suaminya.


" Pangeran apa ini pesawat milikmu?" tanya Layla dengan canggung.

__ADS_1


Adelio yang sedang mengerjakan sesuatu di laptopnya langsung mengangkat kepalanya menatap manik cokelat Layla.


" Tentu saja ini milikku, apa kau ingin mempunyai nya juga?" tanya Adelio sambil tersenyum miring.


Membuat Layla yang melihatnya berdecih dengan sifat sombong Adelio. Meskipun dalam hati dirinya bertanya-tanya seberapa kaya Adelio. Apalagi yang ia tahu bahwa Adelio memiliki perusahaan terbesar di Eropa dan Amerika.


Adelio yang sepertinya mengerti dengan pikiran Layla langsung berbicara.


" Jika kau ingin tahu seberapa kaya nya diriku nanti akan aku kasih tahu saat kita berada di Amerika. Tapi saat ini kita harus ke suatu negara dulu selama seminggu." ucap Adelio sambil menatap lembut Layla.


Layla mengerutkan keningnya mendengar ucapan Adelio yang terakhir.


" Apa maksudnya memang nya kita akan kemana?" tanya Layla dengan bingung.


Adelio terdiam sebentar sebelum berdiri dari tempat duduknya dan membungkukkan badan nya sambil membisikan sesuatu.


" Kita.....


Countine..

__ADS_1


__ADS_2