
Setelah memastikan Layla tertidur Adelio langsung membersihkan tubuhnya. Selanjutnya dia mengganti pakaiannya menjadi sebuah kaos hitam dibaluti jaket yang sama persis, dan juga celana panjang berwarna hitam juga.
Penampilan Adelio kali ini seperti seorang remaja berusia 17 tahun. Apalagi dengan rambutnya yang berantakan membawa kesan tampannya terpancar.
Selesai itu Adelio langsung keluar dari kamarnya dan turun ke bawah dia melihat pelayan dan bodyguard membungkuk di hadapannya.
" Kalian harus melayani Puteri dengan baik selama aku tidak ada. Jangan sampai terjadi sesuatu yang buruk atau kalian semua akan mendapatkan akibatnya, Mengerti." ucap Adelio dengan tegas dan lantang. Jangan lupa juga auranya membuat para pelayan dan Bodyguard tidak berani membantah perintahnya.
" Baik, Pangeran." ucap mereka serempak.
Mendengar jawaban dari bawahannya Adelio keluar dari Mansion sambil mengendarai motor sport hitamnya membelah kota Paris yang mulai sepi. Karena waktu sekarang sudah menunjukan pukul 9 malam.
Adelio terus mengendarai motornya sesekali ia melirik spionnya. Senyuman atau lebih tepatnya seringai terbit di wajahnya ketika dirinya melihat beberapa mobil hitam mengejarnya.
Adelio menaiki kecepatan motornya untuk menghindari mobil hitam itu. Apalagi mereka yang berada di dalam mobil itu mulai mengeluarkan senjata api mereka masing-masing.
" ANDA AKAN MATI, PANGERAN." teriak salah satu dari mereka sambil menebak ke arah Adelio.
Adelio yang melihat bahwa peluru itu mendekati nya langsung menghindari nya dengan mudah.
__ADS_1
" Cih... sepertinya mereka belum menyerah mengincar nyawaku, baik aku akan memberikan mereka hadiah yang menyenangkan." ucap Adelio sambil tersenyum miring memikirkan apa yang akan dilakukan olehnya.
Orang-orang yang berada di dalam mobil bersorak senang karena tiba-tiba saja Adelio membalikan motornya dan berkendara menuju ke arah mereka.
" Cepat, Bos kita tabrak dia dan kita akan mendapatkan uang yang banyak HAHAHA....." ucap salah satu anak buah sambil tertawa keras.
" Baik, kita akan membuat gempar negara Grace dengan berita kematian Pangeran Adelio." ucap Bos sambil mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke arah motor yang di kendarai oleh Adelio.
Mobil dan motor mereka semakin mendekat hingga .....
BOOM....
...****************...
Layla terbangun akibat terkejut ketika mendengar suara pecahan kaca. Karena merasa tidak ada keberadaan Adelio. Layla turun dari ranjangnya dan berjalan menuju kaca yang tadi pecah di sana dirinya melihat selembar kertas, dan membacanya.
" Ini tidak mungkin, Lio hiks...." ucap Layla sambil mengeluarkan air matanya setelah membaca kalimat di dalamnya.
DEAD PRINCE.
__ADS_1
Layla menggelengkan kepalanya tidak percaya pasti Adelio baik-baik saja.
" Tuhan, semoga Suamiku dalam keadaan baik-baik saja." batin Layla berdoa.
...****************...
" Mereka payah." ucap Adelio sambil menatap kobaran api yang membumi hanguskan mobil hitam itu dengan seluruh penumpang di dalamnya.
Memang sengaja Adelio mengendarai motornya mendekati mobil tersebut. Supaya dirinya bisa memasang bom ke arah itu.
Mereka mungkin tidak mempercayai bahwa sebenarnya seberapa jauh Adelio pergi. Pasti dia akan selalu menyiapkan beberapa senjata yang akan di bawanya.
Mungkin kebiasaannya yang sejak kecil tidak suka di lindungi Orang lain. Kemudian Adelio mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.
" Bereskan kekacauan ini, dan kita akan bersiap-siap. Jika mereka merencanakan sesuatu yang lain." ucap Adelio kepada anak buahnya di teleponnya.
Setelah mengatakan itu Adelio mematikan ponselnya dan melanjutkan mengendarai motornya menuju ke Mansion.
Karena dirinya punya firasat yang tidak enak di sana.
__ADS_1
" Tunggu aku Amore....
Countine....