
" Tunggu kakak apa ini tidak terlalu terburu-buru?" ucap Javier yang tidak menyetujui rencana Adelio.
Adelio melirik Javier dengan tajam, membuat sang empu yang melihatnya sedikit gugup. Ia tahu tatapan Adelio mirip sekali dengan Daddy nya Raja Alexander jika seseorang yang berani mengganggu nya. Bahkan ia tahu bagaimana brutalnya kakak, Daddy, dan Mommy jika melawan musuh.
Sejak saat itu Javier berjanji tidak akan membuat mereka marah.
" Jika kita tidak menyerangnya terlebih dahulu, pastinya dia yang akan menyerang kita terlebih dahulu. Tapi sepertinya pemikiran mu tepat juga Javier." ucap Adelio sambil mengangkat sebelah alisnya.
" Maksudnya apa Yang Mulia?" tanya Akira dengan datar sebelum sedetik kemudian ia menyeringai mengerti dengan ucapan Tuannya.
Javier yang mendengarnya juga bersmirk mengetahui rencana licik Kakaknya.
...****************...
Setelah pertemuan nya di ruang kerja tadi Adelio memutuskan untuk melihat isteri nya. Ketika dia masuk perasaannya merasa menghangat melihat Isterinya yang sedang santai membaca buku di sofa kamarnya.
Layla yang sedang serius dibuat terkejut ketika merasakan pelukan hangat di pinggangnya. Apalagi ada sepasang tangan yang juga mengelus perutnya yang di dalamnya ada calon bayi kecilnya.
__ADS_1
" Kau kembali Lio." ucap Layla sambil membalikkan badannya melihat wajah tampak suaminya.
" Tentu saja aku kembali untukmu Amore." ucap Adelio sambil mengecup kening Layla.
Terus ia menarik lembut badan Layla untuk di peluk. Layla menikmati sentuhan lembut Adelio di kepalanya.
" Amore, sepertinya kau akan pergi ke Grace untuk sementara waktu." ucap Adelio yang membuka pembicaraan.
Sontak saja perkataan Adelio membuat Layla cukup terkejut mendengarnya.
Adelio sontak menggelengkan kepalanya bertanda dirinya tidak akan ikut bersama Layla.
Tentu saja Layla mendengarnya menundukkan kepalanya sedih mengetahui bahwa Adelio tidak ikut dengannya. Apalagi sekarang dirinya sedang mengandung pastinya ia akan sangat membutuhkan sosok Adelio di sampingnya.
Melihat wajah sedih Layla membuat Adelio tidak tega meninggalkannya dengan orang tuanya di istana. Tetapi tidak ada cara lain terlalu beresiko jika Layla masih berada di sini. Ia yakin bahwa Mashimo sekarang mengincar isterinya. Mengingat itu adalah satu-satunya kelemahannya untuk menggulingkan kekuasaan nya.
Dengan lembut Adelio menghapus air mata yang entah sejak kapan sudah menetes di wajah Layla.
__ADS_1
" Aku...tidak ingin kamu pergi hiks..." ucap Layla yang mulai terisak-isak tidak merelakan dirinya berpisah dengan Adelio.
Adelio yang mengerti langsung kembali memeluk nya tanpa mengucapkan satu kata pun. Sebenarnya dirinya baru mengerti perasaan Daddy nya ketika harus berpisah dengan Mommy nya, saat dirinya dikirim ke Italia bersama saudari dan Mommy demi melindungi dari pemberontak.
Tapi syukurlah Daddy mudah menangkap semua pemberontak dan menghukum mati semuanya. Setelah kejadian itu Daddy nya lebih selektif dalam memilih semua orang yang bekerja di istana maupun menteri-menteri kerajaan dengan dibantu Mommy nya. Membuat negeri Grace menjadi lebih baik dan lebih makmur lagi.
" Maafkan aku Amore. Ini demi keselamatan mu dan calon bayi kita. Jika semuanya sudah aman aku akan menjemput kalian kembali." ucap Adelio yang berusaha membujuk Layla.
Layla menatap kembali wajah Adelio dan tangannya mengelus wajahnya yang sudah ditumbuhi jambang halus membuat kesan tampan semakin kentara.
" Tapi janji kau akan menjemput kami kembali Lio. Aku mencintaimu." ucap Layla sambil mengecup bibir Adelio.
Adelio yang mendengar nya tersenyum sebelum kembali mengecup bibirnya.
" Aku juga mencintaimu." ucap Adelio sambil membalas pelukannya.
Countine...
__ADS_1