
Sudah lama kita tidak bertemu....Layla sayangku." ucap seorang pria yang berjalan mendekat.
Layla memicingkan matanya mendengar suara yang tidak asing baginya. Tapi ia juga sepertinya tidak mengenali pria tersebut.
" Siapa kau?" tanya Layla yang berusaha mengumpulkan keberaniannya untuk bertanya.
" Wah... kesayangan ku sepertinya sudah mulai berani kepada kekasihnya." ucap nya yang sudah berdiri di hadapan Layla.
Layla melihat wajah pria tersebut yang sepertinya pernah ia lihat. Sayangnya ia tidak begitu wajahnya.
" Sekali lagi aku bertanya siapa kau, dan mengapa kau membawaku ke sini?" tanya Layla sekali lagi.
Tidak lama kemudian Layla mendengar suara derak tawa dari pria itu. Layla merasa ketakutan melihat sorot mata dingin pria itu rasanya ia ingin sekali cepat-cepat pergi untuk menemui Adelio.
__ADS_1
Setelah itu pria tersebut menekan pipi Layla dengan kuat sampai membuatnya meringis kesakitan.
" Aku Mashimo seseorang yang sangat mencintaimu. Apa kau tidak mengingatnya pria yang pernah kau tolong dua tahun lalu." ucap Mashimo sambil memandang Layla dengan tatapan memuja.
Layla mengangkat sebelah alisnya sambil mengingat kejadian dua tahun lalu. Sebelum bertemu dengan Adelio. Ia pernah mengingat menolong seseorang yang terkena luka tembak di bagian bahu dan Layla dengan cepat menolongnya tanpa mengetahui identitas pria tersebut.
" Sayangnya aku tidak mencintaimu. Perasaan ini hanya untuk suamiku Adelio." ucap Layla dengan tegas dan sorot mata berani.
Membuat Mashimo merasakan perasaan sakit ketika cinta pertama nya tidak di balas. Padahal setelah Layla menyelamatkan nya Mashimo sudah jatuh hati dan menginginkannya untuk menjadi isterinya. Tetapi sayangnya dirinya sudah terlambat ketika mengingat wanita yang dicintai sudah terlebih dahulu menikah dengan pria lain. Mendengar itu Mashimo sangat marah dan ingin membunuh pria yang telah mengambil hati wanitanya. Sayangnya hal itu tidak semudah yang ia perkirakan karena pria yang di nikahi oleh wanitanya adalah seorang Pangeran dan juga merupakan musuhnya di dunia bawah.
" Sayangnya aku tidak menerima penolakan sayang. Sebentar lagi kau akan menjadi milikku." ucap Mashimo yang dengan perlahan mendekatkan wajahnya ingin mencium Layla.
Tetapi Layla langsung memalingkan wajahnya hingga Mashimo hanya bisa mencium pipinya saja. Layla berusaha menahan tangisannya takut jika Mashimo melakukan sesuatu yang buruk terhadapnya dan juga bayi nya.
__ADS_1
Mashimo mendapatkan penolakan Layla langsung marah dan menampar wajahnya dengan keras.
Plak...
Akibat tamparan keras itu wajah Layla langsung memerah dan bibirnya mengeluarkan darah. Menerima itu semua membuat badan Layla gemetaran ketakutan.
" Baiklah jika kau terus menolak nya aku akan membuat bayi mu mati, dan setelah itu aku akan membuatmu pergi jauh agar kita bisa hidup bersama selamanya." ucap Mashimo yang memancarkan pandangan obsesinya untuk mendapatkan Layla.
Langsung saja Layla menggelengkan kepalanya ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada calon anaknya.
" Tidak ku mohon...jangan lukai hiks.... bayi ku hiks...." ucap Layla yang memohon supaya Mashimo tidak melakukan sesuatu kepada calon bayinya.
Mashimo menggangguk kepalanya sebelum kemudian memberikan senyumannya kepada Layla.
__ADS_1
" Sayangnya aku tidak bisa melakukannya sayang. Jika bayi itu hidup bisa jadi mengganggu hubungan di anta...auuh...
Countine...