
Adelio mengendarai mobilnya sampai tiba di sebuah lapas yang berada di pinggiran kota.
" Kita sampai." ucap Adelio yang langsung membuka pintu mobilnya dan berjalan mendahului Layla yang masih di dalam mobil.
Layla yang melihat tingkah Adelio berdecak sebelum akhirnya ikut keluar dari mobil. Sebenarnya ia penasaran kenapa Adelio mengajaknya ke sini.
Seorang penjaga yang melihat kehadiran mereka atau lebih tepatnya Adelio membulatkan matanya dan langsung membungkuk di hadapannya.
" Salam, Pangeran apa ada yang saya bisa bantu atas kedatangan anda ke sini." ucap Penjaga tersebut dengan gugup.
" Aku akan bertemu dengannya dan pastikan jangan ada yang sampai tahu selain Raja." ucap Adelio yang berbicara dingin.
" Baik..., Yang Mulia Pangeran." ucap Penjaga tersebut yang masih menundukkan kepalanya.
Setelah itu Adelio berjalan tanpa mengucapkan apapun lagi membuat Penjaga itu mengusap dadanya dengan lega.
" Syukurlah untung dia tidak marah, jika iya habislah nyawaku." gumam Penjaga itu dengan pelan.
__ADS_1
Layla yang mendengarnya tertawa pelan sepertinya penjaga tersebut takut dengan Adelio. Walaupun memang kenyataan sih mengingat bagaimana tatapan Adelio yang seakan ingin menguliti orang itu hidup-hidup. Layla asik dengan lamunannya sampai tiba-tiba saja Adelio memanggilnya.
" Amore, cepat kemari." ucap Adelio dengan nada suara memerintah.
Layla hanya tersenyum sebelum mengikuti langkah Adelio.
Selama melihat-lihat Layla cukup dibuat terkejut melihat bagaimana bentuk penjara yang berada di negara Grace.
Sampai Adelio membawanya ke sebuah ruangan dan bertapa terkejutnya ketika ia membuka pintu melihat seorang pria paruh baya dengan setelah pakaian penjaranya sedang duduk di kursi sambil menundukkan kepalanya.
Cairan bening sudah keluar dari pelupuk mata Layla dengan perlahan dirinya berjalan mendekati pria paruh baya itu.
Membuat Pria Paruh baya itu membalikan badannya dan bertapa terkejutnya melihat kehadiran seorang Gadis muda yang mirip sekali dengan Isterinya ketika masih hidup. Apalagi dengan gadis muda itu memanggilnya Ayah membuat matanya seketika berkaca-kaca.
Pria paruh baya itu berdiri dan memeluk Gadis muda di hadapannya.
" Layla, Puteriku hiks...." ucap Nya sambil menangis.
__ADS_1
Layla yang mendengar suara Ayahnya setelah sekian tahunnya. Juga menangis sambil memeluk tubuh Ayahnya yang pernah menggendongnya, menyuapinya, dan memberikan seluruh kasih sayangnya. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupan sesusah apa yang di jalani Ayahnya selama ini.
Layla terus menangis sambil bergumam Ayahnya berkali-kali. Adelio yang melihatnya hanya tersenyum tipis dan berjalan keluar untuk memberikan mereka waktu berduaan. Mungkin sepasang Ayah dan Anak itu butuh menyurahkan perasaan rindu di antara mereka setelah sekian lama tidak berjumpa.
Sedangkan di dalam ruangan setelah acara peluk-pelukan. Akhirnya mereka berdua duduk berhadapan dengan suasana canggung sampai akhirnya Layla membuka pembicaraan.
" Bagaimana kabar Ayah?" tanya Layla sambil tersenyum manis.
...****************...
Selama di luar Adelio menelepon seseorang mumpung suasana dalam lapas sepi.
" Cari tahu siapa orang yang berani menghianati diriku, dan bawa dia ke markas nanti malam." ucap Adelio yang langsung mematikan Handphonenya tanpa mempedulikan bawahannya.
Adelio terus memandang depan dengan tatapan datar. Untung saja untuk kali ini ia sudah memiliki firasat yang buruk. Jadi dia sudah menyiapkan dengan mudah supaya wanitanya tidak celaka. Tapi yang menjadi pertanyaan siapa orang berani bermacam-macam dengannya.
" Sepertinya aku akan bermain-main nanti malam." ucap Adelio sambil tersenyum miring.
__ADS_1
Continue...