
" Apa maksud ucapan anda Puteri?" tanya Layla yang tiba-tiba saja menimbrung pembicaraan Aurora dan Ayahnya.
Aurora dan Ayahnya saling melirik sebelum menggelengkan kepalanya secara bersamaan.
" Tenang saja tidak terjadi apapun, Kakak ipar. Kalau begitu kita harus pergi ke pusat kota untuk karena sebentar lagi upacara pernikahannya akan segera dimulai." ucap Aurora yang mengalihkan pembicaraan.
Layla yang tahu akan hal itu akhirnya menghela nafasnya mungkin Puteri Aurora dan Ayahnya tidak mau memberitahukan nya karena pembicaraan mereka tadi penting.
" Ayo Layla." ucap Ayahnya sambil mengulurkan tangannya ke Layla.
Layla yang melihatnya merasa terharu dan menerima uluran tangan Ayah nya untuk bersama-sama menuju ke tempat upacara pernikahan berlangsung.
...****************...
Sedangkan di sisi lain Adelio yang menggunakan pakaian Bangsawan nya berwarna hitam sedang berdiri di altar dengan didampingi saudaranya Dominic.
Memang diantara seluruh saudaranya cuma Dominic yang lebih dekat dengannya setelah Aurora saudari kembarnya.
Dominic melirik Adelio yang sepertinya tampak gugup. Meskipun Adelio menutupinya dengan memasang raut wajah datar. Tapi dia tahu bahwa saat ini Adelio merasa cemas.
__ADS_1
" Kau tidak perlu gugup Kakak." ucap Dominic yang berbisik dengan Adelio.
Adelio hanya melirik Dominic tanpa membalas ucapannya. Karena menurutnya hal itu tidak penting sama sekali. Jadi fokusnya sekarang adalah seorang Gadis yang sebentar lagi akan menjadi Isterinya.
Tidak beberapa lama kemudian pintu pun terbuka dan tampaklah seorang Gadis yang mengenakan gaun pengantinnya yang diapit di tangan seorang pria paruh baya yang merupakan Ayah dari sang Gadis.
Adelio yang melihat Amore nya berjalan ke altar dengan anggun. Terpesona dengan kecantikan yang dimiliki oleh Wanitanya.
Begitu juga dengan Layla yang memandang Adelio dengan tatapan kagum. Menurutnya jika Adelio menggunakan seragam kerajaan nya membuat nya ribu kali lebih tampan dari biasanya.
Sampai di depan Adelio, Ayahnya Layla menyerahkan Puterinya kepada Pangeran yang sebentar lagi akan menjadi suami bagi Puteri semata wayangnya.
" Dengan senang hati." ucap Adelio yang mengucapkan dengan tegas.
Selama prosesi upacara pernikahan berlangsung Adelio dan Layla saling memandang satu sama lain sambil membaca janji pernikahan mereka.
" Dengan ini anda sudah di terima sebagai pasangan suami-istri yang sah. Silahkan anda boleh mencium pengantin anda, Pangeran."
Adelio memandang Layla sebelum tangannya yang dibalut sarung tangan putih dengan perlahan membuka veil yang menutupi wajah dari Isterinya.
__ADS_1
" Kau sangat cantik Amore, dengan ini kau tidak akan bisa pergi dariku." ucap Adelio yang dengan perlahan mencium bibir Layla.
Layla yang merasakan ciuman lembut dari Adelio. Kemudian membalasnya tanpa di sadari olehnya ia meninttikan air mata.
Semua orang yang melihatnya langsung bertepuk tangan. Begitu juga dengan Alex dan Crystal yang merasa terharu bisa melihat pernikahan Puteranya.
...****************...
Setelah upacara pernikahan selesai Adelio keluar dari gereja sambil menggenggam tangan Layla untuk menyambut para rakyat yang berpartisipasi datang di acara pernikahan mereka.
Para warga di buat terpukau dengan gaun pengantin yang digunakan oleh Layla. Sedangkan Layla sendiri hanya melambaikan tangannya sambil tersenyum.
" Gila....aku sudah lelah untuk tersenyum lebih lama lagi. Lagipula bagaimana bisa seorang Anggota keluarga kerajaan memasang senyum sepanjang acara berlangsung." batin Layla menjerit ketika merasa lelah pada tulang pipinya karena lama tersenyum.
Adelio yang mendengar suara batin Layla dibuat tersenyum tipis. Sampai pandangannya tertuju kepada seseorang yang berdiri di antara kerumunan dengan menggunakan pakaian serba hitam juga kacamata hitam dan masker menutupi wajahnya.
Adelio yang melihatnya sedari tadi menyeringai karena tidak butuh dipancing orang itu datang dengan sendirinya.
" Datang juga dia." batin Adelio.
__ADS_1
Continue...