Prince Mafia Obsession

Prince Mafia Obsession
Trauma


__ADS_3

Saat ini Adelio sedang menunggu dokter yang memeriksa Layla di depan pintu. Sampai tidak berapa lama kemudian Dokter itu keluar.


" Saat ini Tuan Puteri hanya kelelahan dan syok melihat kejadian yang baru pertama kali dilihatnya, dan ini resep obatnya, Yang Mulia." ucap Dokter sambil menyerahkan selembar kertas kepada Adelio.


" Ceknya kau minta saja kepada Asisten ku dan kau boleh pergi sekarang." ucap Adelio yang mengusir tidak sopan sambil berlalu memasuki kamar.


Dokter itu hanya bisa mengucapkan sabar beberapa kali dalam hatinya. Menghadapi sikap Pangeran Adelio yang sama sekali tidak sopan.


Ketika Adelio memasuki kamarnya tatapan nya yang tadinya tajam seketika berubah sendu melihat Isterinya yang terbaring lemas di ranjang nya. Adelio dengan perlahan menghampirinya dan duduk di sampingnya.


" Andaikan malam ini aku tidak meninggalkan mu, pastinya kau tidak dalam keadaan seperti ini Amore. Aku tidak mengerti mengapa sikapku berubah sejak berada di dekatmu. Padahal waktu aku 6 tahun ketika pertama kali bertemu dengan mu. Aku hanya penasaran mengapa ada seorang gadis kecil yang berani menentang keinginan ku. Tapi sepertinya aku sama sekali tidak menyesali ucapan ku saat itu, ucapan yang membawamu menjadi milikku." ucap Adelio sambil mencium kening Layla lama dengan lembut.


Setelah itu Adelio keluar dari kamar tamu mengingat tadi kamarnya hancur akibat serangan dari musuh. Adelio turun dari tangga dengan tatapan tajam sambil mengeluarkan auranya.


Membuat bawahannya yang melihatnya tidak dapat bekuktit.

__ADS_1


" APA KALIAN TAHU APA KESALAHAN KALIAN?" tanya Adelio dengan suara lantang nya.


Bodyguard hanya bisa menundukkan kepalanya karena mereka tahu bahwa kesalahannya adalah meninggalkan Puteri dalam bahaya.


Adelio yang melihat reaksi para Bodyguard tersenyum sinis.


" CIH.... SIA-SIA SAJA AKU MEMPERKEJAKAN KALIAN. KALAU BEGITU...KALIAN SEMUANYA AKAN MENDAPATKAN HUKUMANNYA." ucap Adelio sambil menyeringai.


Mendengar itu para Bodyguard di Mansion hanya bisa pasrah apa yang akan di lakukan Tuannya kepadanya.


...****************...


Seorang pria yang memiliki wajah yang cukup tampan sedang berdiri di atas balkon sambil tangannya memegang gelas wine dengan erat.


" Cih...sudah aku duga dia bukan lawan yang bisa dikalahkan begitu mudah. Mengingat dia adalah keturunan Orlando bahkan saudaranya saja tidak bisa menandinginya." ucapnya sambil tersenyum sinis.

__ADS_1


" Anda benar Tuan, jadi apa yang harus kita lakukan untuk mengalahkannya?" ucap Asistennya.


" Biarkan dia menikmati kebahagiaan nya terlebih dahulu, setelah itu kita akan merenggut semuanya. seperti apa yang dilakukan Samuel Orlando kepada keluarga ku." ucapnya sambil menatap bawahannya.


...****************...


" Enngh...dimana ini." ucap Layla setelah bangun dan melihat keberadaan nya di ruangan yang asing.


Layla sama sekali tidak mengingat kejadian sampai tiba-tiba pikirannya tertuju kepada Adelio yang tubuhnya di lumuri oleh darah. Seketika badannya Layla bergetar kuat dia melipat lututnya dan meringkuk ketakutan di ranjang.


Layla sama sekali tidak mau percaya bahwa kehidupannya berubah menjadi menyeramkan seperti ini. Dia sama sekali takut mengingat apa yang akan terjadi kedepannya.


Sedangkan Adelio yang baru saja memasuki kamar dibuat terkejut melihat Layla yang sudah bangun dengan wajah yang penuh akan ketakutan. Dengan cepat Adelio menghampirinya.


" Amore." ucap Adelio dengan pelan sambil tangannya menyentuh rambut Layla.

__ADS_1


Tetapi tiba-tiba saja....


Countine....


__ADS_2