Prince Mafia Obsession

Prince Mafia Obsession
Chapter 29


__ADS_3

Setelah perjalanannya tadi bertemu dengan Ayahnya. Layla merasa senang karena Ayahnya masih sehat dan tidak membencinya. Tapi entah kenapa mengingat ucapan Adelio di mobil tadi membuat Layla merasa aneh.


" Kamu akan mengetahuinya, Amore."


Layla hanya bisa menghela nafasnya melihat bagaimana nya sifat Adelio yang seakan-akan menyembunyikan sesuatu darinya. Begitu juga dengan Ayahnya yang memandang Adelio secara hormat.


" Tetapi entah kenapa Ayah sama sekali tidak terkejut ketika aku datang bersama Pangeran. Apa mereka sembunyikan dariku." ucap Layla sambil menundukkan kepalanya sedih.


Dengan pandangan nya lurus ke arah bintang yang menghiasi langit malam. Layla tersenyum tipis sambil memejamkan matanya mengingat masa-masa nya saat remaja selalu bermain di belakang bukit.


...****************...


Sedangkan di sisi lain Adelio sedang berjalan di lorong istana dengan menggunakan pakaian setelan tuksedo berwarna hitam rapi. Karena suasana yang sudah sepi membuat sekitar terasa mencengkam apalagi dengan Adelio mengeluarkan auranya.


" Sepertinya kau akan bersenang-senang malam ini." ucap seseorang yang berdiri di depan Adelio.


Membuat Adelio bersmirk melihat siapa orang itu.


" Apa kau mau ikut Dominic?" tanya Adelio dengan datar.

__ADS_1


" Sepertinya tidak buruk juga mengingat aku juga butuh penyengar dari masalah negara si tua itu." ucap Dominic yang bersandar di belakang pilar.


Adelio yang mendengarnya hanya terkekeh geli ia tahu bagaimana penderitaan Dominic menghadapi para tetua di negara Alengka.


" Itu memang kewajiban mu karena setelah kau menikah, otomatis kau akan menjadi seorang Raja mengingat si tua itu memberikan hak warisnya kepada cucu kesayangannya." ucap Adelio yang terkesan menyindir.


Tapi bukannya terasa tersinggung Dominic malah tertawa pelan. Ia tahu bagaimana cara bicara kakaknya yang terkesan menusuk lawannya.


" HN... sepertinya begitu, ayo kita berangkat sekarang mumpung Daddy itu belum menyadari kepergian kita. Pasti sekarang dia sedang bermesraan dengan Mommy. Dia tidak sadar umur." ucap Dominic yang menyindir Raja Alex.


" Kau akan tahu nanti saat dimana dirimu mencintai seseorang." ucap Adelio sambil mengangkat kedua bahunya.


" Sepertinya wanita itu mengubah mu Kak." gumam Dominic sambil tersenyum tipis.


Akhirnya mereka mengendarai mobil sport berwarna hitam dan membelah jalanan di ibu kota dengan kecepatan tinggi. Untung saja saat ini jalanan sudah sepi karena sudah menunjukkan pukul tengah malam. Jika tidak mereka akan menjadi bahan umpatan orang.


" Sepertinya kemampuan berkendara mu tidak berkurang Dominic?" ucap Adelio yang seperti pernyataan.


Dominic yang sedang berkendara hanya melirik sekilas Adelio sebelum pandangannya kembali fokus ke jalan raya.

__ADS_1


" Meskipun keseharian ku cuma mengerjakan kertas-kertas dan rapat. Tapi aku tidak bisa melupakan hobi ku yang satu ini." ucap Dominic.


Setelah perjalanan yang menghabiskan waktu satu jam. Akhirnya mereka sampai di sebuah mansion di tengah hutan.


Mansion megah yang dibangun di tengah hutan bukan sembarangan Mansion. Sebab banyak para penghianat dan musuh-musuhnya di siksa disini sampai mati.


Ketika sampai di depan pintu semua orang langsung membungkuk hormat kepada mereka.


" SELAMAT DATANG PANGERAN." ucap mereka serentak dengan menundukkan kepalanya.


Adelio dan Dominic hanya memandang mereka datar dan berjalan menuju ke seorang pria bertopeng yang merupakan tangan kanan Adelio.


Pria bertopeng itu membungkuk hormat di hadapan mereka.


" Mereka sudah saya amankan di penjara bawah tanah, Pangeran." ucapnya dengan formal.


" Hahahaha....kau sama sekali tidak pernah mengecewakan aku Akira, dan kini saatnya pembalasan mu Dominic." ucap Adelio sambil melihat ke arah Dominic yang sedang mengepalkan tangannya.


Continue...

__ADS_1


__ADS_2