
Aurora terus memandang pria itu dengan tatapan kagum. Javier yang berdiri di samping Aurora melirik kakaknya yang tampaknya sedang memandang pria lain.
" Apa yang kau lihat kak?" tanya Javier yang kebingungan dengan sifat Aurora.
Aurora yang tersadar setelah mendengar pertanyaan dari Javier.
" Tidak ada." ucap Aurora dengan acuh sambil memalingkan wajahnya.
Mendengar jawaban dari Aurora semakin membuat Javier kebingungan. Tapi tidak lama kemudian ia pun mengerti maksud tatapan kakak perempuannya ini.
" Jika kakak menyukainya lebih baik ajak saja dia berkenalan." ucap Javier sambil tersenyum jahil.
Seketika mata Aurora membulat mendengar ucapan Javier dan langsung memukul kepalanya dengan keras tanpa mempedulikan sikapnya yang tidak mencerminkan seorang Puteri.
__ADS_1
Javier meringis kesakitan ketika dengan teganya Kakaknya memukulnya dengan kuat. Ketika dia ingin protes langsung mengurungkan niatnya melihat tatapan Kakaknya yang seakan-akan ingin membunuhnya.
" Aku tidak tahu siapa dia Kakak, Tapi yang aku ingat dia merupakan salah satu anak buah dari Kakak Adelio. Jika kau ingin mengetahui namanya lebih baik tanya saja Kakak Lio. Itupun jika berani hahahaha...." ucap Javier yang tertawa terbahak-bahak merasa senang telah menggoda Kakaknya.
Aurora hanya diam karena dirinya tidak ingin menjadi pusat perhatian keesokan harinya. Bisa hancur citranya sebagai seorang Puteri yang memiliki sifat yang anggun dan memiliki tata Krama yang baik. Kemudian Aurora kembali tempat di mana pria itu pergi. Tapi sayangnya pria itu sudah berada di sana. Aurora hanya bisa menghela nafasnya entah kenapa melihat tatapan mata itu membuatnya merasa gelisah. Tapi ia merasa nyaman dengan kegelisahan nya kali ini.
Tidak beberapa lama kemudian terdengar suara dentingan gelas yang dibunyikan oleh Raja. Membuat semua tamu mengalihkan pandangannya tertuju kepada anggota kerajaan yang sedang duduk di mini bar yang khusus di sediakan untuk para anggota keluarga inti.
Begitu juga dengan Aurora yang sedikit keheranan melihat sifat Daddy nya yang tidak seperti biasanya. Mengingat setiap pesta di selenggarakan Daddy nya jarang mau membuka pembicaraan.
Setelah melihat semua tamu memandangi nya Raja Alex mengalihkan pandangannya tertuju kepada Crystal yang memandang nya dengan hangat. Sebelum mengalihkan pandangannya ke arah Dominic yang sedang memandangnya dengan tatapan rumit.
Raja Alex menghela nafasnya sebelum memulai bicara.
__ADS_1
" Selamat malam. dengan kesempatan malam ini saya mengucapkan terima kasih yang telah menghadiri pesta pernikahan Putera pertama saya. Saya harap kalian bisa menikmati nya sampai selesai. Dan juga saya ingin mengumumkan sesuatu." jeda Alex sebentar sambil matanya memandang semua tamu yang seperti penasaran yang akan dia sampaikan.
" Saya juga ingin mengumumkan acara pertunangan Pangeran Mahkota Dominic dan Puteri Bangsawan bernama Sherina Abigail Mackie." ucap Alex.
Membuat Aurora dan Javier terkejut. Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa Daddy nya akan menjodohkan Kakaknya dengan perempuan lain. Begitu juga dengan Adelio yang terkejut tapi dia bisa mengendalikan ekspresi wajahnya. Adelio kemudian melirik Dominic yang hanya memasang tampang datar seolah-olah dia sama sekali tidak terpengaruh dengan ucapan Daddy nya.
Tapi Adelio yang sudah mengenal Dominic sejak kecil. dan mereka juga adalah saudara kandung. Adelio bisa mengerti bahwa Dominic sedang menyimpan emosinya di balik wajahnya yang datar.
Ketika Adelio tengah sibuk memperhatikan Dominic.
Tiba-tiba saja....
Continue...
__ADS_1