Prince Mafia Obsession

Prince Mafia Obsession
Gaun Pernikahan


__ADS_3

Setelah beberapa lama di istana akhirnya hari ini adalah pernikahan Adelio dan Layla yang akan di laksanakan di sebuah gedung di pusat kota.


Layla sedang di dandani menjadi seorang Puteri yang cantik. Dalam hati dia sama sekali tidak mengira ketika usianya yang menginjak 27 tahun akan di nikahkan bersama Pangeran. Ini seperti sebuah mimpi. Tapi ada sesuatu yang mengganjal di hatinya mengenai perasaannya kepada Adelio.


" Apa aku sudah mencintainya?" batin Layla bertanya sambil memegang dadanya.


" Anda baik-baik saja Puteri?" tanya seorang perias yang melihat gelagat aneh Layla.


Layla yang tersadar bahwa dirinya sedang menjadi pusat perhatian langsung menggelengkan kepalanya.


" Tidak aku baik-baik saja." jawab Layla sambil tersenyum canggung.


Pelayan itu menghela nafasnya lega sebelum kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda. Setelah selesai mendandani wajah Layla. Dua orang pelayan mengambil sebuah gaun pengantin yang telah di desain secara khusus oleh desainer ternama.


" Puteri silahkan memakai gaun pernikahan anda." ucapnya sambil mengulurkan tangannya membantu Layla berjalan.


Layla dipasangkan gaun pernikahan dengan dibantu oleh pelayan dan seorang pelayan juga memasang sebuah tiara di atas ke



( Gaun pengantin Layla)

__ADS_1



( Tiara yang digunakan Layla)


Sebuah gaun pernikahan berwarna putih dengan dibaluri sulaman benang emas dan sebuah tiara putih cantik. Membuat Layla seketika seperti seorang Puteri di negeri dongeng.


Bahkan perias yang melihat penampilan Layla sampai dibuat terpukau melihatnya.


" Anda sangat cantik Puteri, pasti Pangeran Adelio beruntung memiliki anda." ucapnya sambil tersenyum senang.


Layla menanggapinya hanya dengan senyuman tipisnya sambil memandang pantulan dirinya di cermin. Ia sempat tidak percaya bahwa bayangan yang ada di cermin adalah dirinya sendiri.


Saat Layla asik melihat penampilan tiba-tiba saja ada seseorang pria paruh baya yang mendatangi nya.


Layla yang mendengar suara Ayahnya langsung membalikan badannya. Ia tersenyum melihat bahwa Ayahnya menepati janjinya datang dan mendampinginya untuk pernikahan.


" Ayah." ucap Layla sambil memeluk Ayahnya dan menangis terisak.


Ayah Layla melepaskan pelukan Puterinya dan menghapus jejak air mata nya.


" Puteri Ayah sudah cantik jangan menangis nanti make up-nya luntur." ucapnya dengan nada bercanda.

__ADS_1


Layla yang mendengarnya langsung cemberut tapi tidak urung dirinya merasa terharu. Dirinya akan menikah di dampingi oleh Ayahnya.


Seorang gadis baru saja masuk dan memandang Layla dengan terpukau.


" Wah....kamu sangat cantik sekali Layla." ucapnya yang menggunakan gaun putih mermaid dengan Tiara kecil terpasang di kepalanya.


Layla yang mendengarnya tersenyum sambil membungkuk hormat di hadapannya.


" Terima kasih Puteri Aurora anda juga sangat cantik." ucap Layla dengan formal.


" Kau jangan berbicara formal kepadaku Kakak ipar, kamu ini sekarang adalah keluarga. Jadi hilangkan sifat formal mu." ucap Aurora sambil berkacak pinggang.


" Baiklah." ucap Layla sambil tersenyum.


Ayah Layla yang melihat interaksi mereka merasa bersyukur walaupun dirinya telah melakukan banyak kesalahan. Tetapi keluarga kerajaan masih berbaik hati memberikan kesempatan untuk mengantar Puterinya ke altar dan menerima kehadiran Puterinya dengan senang hati.


Aurora yang melihat kedatangan Ayah Layla langsung berjalan menghampirinya.


" Selamat datang di istana Tuan, dan saya ingin mengucapkan terima kasih telah pernah menyelamatkan Kakak Adelio dari peristiwa itu." ucap Aurora sambil tersenyum.


Layla yang melihatnya menyerngitkan dahinya bingung. Dirinya sama sekali tidak mengerti dengan ucapan Aurora.

__ADS_1


" Apa maksudnya." batin Layla.


Continue...


__ADS_2