
Dor....
Adelio langsung menembaki salah satu pria di sana dengan pistol rancangannya yang peluru tepat mengenai dada pria itu.
" Cih... sepertinya aku sudah mendapatkan seseorang untuk menjadi uji coba senjata baruku." ucap Adelio dengan tatapan misterius.
Sedangkan sekumpulan pria tadi tidak terima kawannya dibunuh dalam sekejap mata.
" KURANG AJAR, KALIAN SERANG DIA." teriak sang ketua.
Dan seketika orang-orang itu berlari menyerang Adelio. Adelio yang melihatnya hanya memandang lawannya dengan datar.
Pletek...
Adelio membunyikan ibu jarinya dan lehernya kemudian.
Bugh....
Kraak...
ARRGGH....
Adelio dengan kejamnya menendang dan mematahkan tulang leher para musuhnya hingga tewas.
__ADS_1
Setelah berhasil melumpuhkan seluruh musuhnya. Adelio berjalan dengan aura mafianya yang gelap sampai sang ketua tersisa sendiri merasa takut dengannya.
" Ampun saya Pangeran...ampuni saya.." ucapnya sambil bersujud di bawah kaki Adelio.
" Siapa yang menyuruh mu. Jika kau tidak ingin menjawab akan ku bunuh kau sekarang juga." ucap Adelio sambil mengangkat dagu sang ketua dengan belatinya.
" Sa..ya ti...dak akan memberitahu kan nya ke...pa... ARRGGHHHHH....." ucapnya yang berakhir teriakan karena tiba-tiba Adelio menusuk dagu nya dengan belati yang berada di tangannya.
Adelio yang melihatnya hanya berekspresi dingin sebelum. Akhirnya ia mengeluarkan sebuah suntikan yang sudah di isi cairan olehnya dan langsung menyuntikan di leher pria itu.
Dan seketika pria itu pingsan Adelio membuang bekas suntikan tersebut. Tidak berapa lama kemudian beberapa orang berjalan menghampirinya.
" Salam Pangeran, apa anda baik-baik saja?" tanya salah satu mereka.
" Bawa dia ke markas dan sisanya berikan kepada Singa kesayangan ku. Pasti dia akan senang mendapatkan makanan enak untuk hari ini." ucap Adelio sambil berjalan menuju mobilnya.
Memang mobil milik Adelio sudah di rancang tahan peluru, bahkan bisa membuat nya kedap suara dan kacanya tidak bisa melihat sekitar dari luar. Jika tanpa ijin pemiliknya Adelio sengaja menggunakan mobil ini karena ia yakin bahwa seseorang akan berusaha untuk mengintainya bahkan membunuh orang kesayangannya.
Ketika Adelio memasuki mobil ia langsung duduk dan melirik Layla yang sedang memejamkan matanya menikmati alunan musik yang di setel di mobil.
Layla yang merasakan keberadaan Adelio langsung membuka matanya dan bertapa terkejutnya ia melihat keadaan Adelio dengan pakaian yang sudah di lumuri oleh darah.
" Apa kau baik-baik saja? Mana yang sakit?" tanya Layla beruntun sambil memasang wajah khawatir.
__ADS_1
Adelio yang melihat bahwa Layla khawatir kepadanya perasannya sangat senang. Dirinya bisa merasakan jantungnya berdetak cukup cepat.
" Aku baik-baik ini darah para korban yang ku bantai." ucap Adelio sambil tersenyum miring.
Layla yang mendengarnya sedikit bergidik ngeri sebelum mengambil sapu tangan dan membersihkan sisa darah yang ada di wajahnya.
" Aku akan bersihkan." ucap Layla dengan yakin sambil membersihkan sisa darah yang ada di wajah Adelio.
Membuat Adelio memejamkan matanya menikmati sentuhan halus dari tangan wanitanya. Tidak lama kemudian Layla selesai membersihkan noda darah di wajah Adelio.
Adelio langsung membuka matanya kembali setelah tidak merasakan sentuhan dari Layla.
"Terima kasih, Amore." ucap Adelio sambil tersenyum tipis.
Melihat senyuman tipis Adelio membuat Layak mengalihkan pandangannya dengan wajah yang merona.
Adelio yang melihatnya terkekeh pelan sebelum melanjutkan perjalanannya.
...****************...
Sedangkan di sisi seseorang sedang mengawasi seorang pria yang sedang membantai orang.
Sambil meminum segelas anggur nya ia mengeluarkan senyuman miring di wajahnya.
__ADS_1
" Cih....mungkin kali ini aku gagal. Tapi lain kali aku akan mendapatkan apa yang ku inginkan hahaha....."
Continue...