
Dominic yang mendengarnya mengepalkan tangannya sambil matanya melirik ke arah Adelio.
" Kau benar kakak ini saatnya membalas apa yang mereka lakukan kepada gadis ku." ucap Dominic sambil tersenyum sinis.
Melihat ekspresi Dominic membuat Adelio penasaran seberapa kejamnya Adiknya nanti. Kemudian setelah itu Adelio membalikan badannya membelakangi Dominic.
" Ikut aku." ucap Adelio sambil berjalan mendahului Akira dan Dominic.
Melihat kepergian Adelio, Dominic melirik sekilas pria bertopeng yang selalu berada di samping Kakaknya. Sebelum kemudian ia berjalan menyusul Adelio.
Akira yang ditatap intens oleh Dominic hanya bersikap seolah tidak peduli. Kemudian dia pergi untuk menyusul Majikannya di ruang bawah tanah.
Adelio dan Dominic berjalan ke ruang bawah tanah yang disana banyak sekali jeruji besi. Didalamnya diisi oleh penghianat Adelio yang akan segera menemui ajalnya.
" Ternyata kau membuat penjara untuk dirimu sendiri." ucap Dominic yang seperti pernyataan.
Adelio yang mendengarnya hanya menampilkan raut wajah datar. Sama sekali tidak terpengaruh dengan perkataan Dominic.
" Itu bukan urusanmu, terpenting sekarang kau akan bertemu dengannya." ucap Adelio sambil membuka sebuah pintu besi yang sudah terpasang kode kunci.
Adelio menekan kode kuncinya dengan cepat tidak beberapa pintu pun terbuka, dan menampakkan seorang Pria yang berusia 28 tahun yang diikat dengan tali dan mata yang terpejam.
__ADS_1
Dominic seketika langsung marah melihat wajah pria yang selama ini dia incar. Apalagi melihat mata pria itu yang perlahan membuka membuat tanpa aba-aba Dominic langsung memukul nya dengan kuat.
Bugh....
" Bajingan."
Bugh....
" Pembunuh."
Bugh...
Sedangkan Adelio hanya duduk di kursi yang sudah disiapkan oleh anak buahnya sambil menonton apa yang akan dilakukan Dominic kepada pria itu.
Pria itu hanya mampu meringis kesakitan ketika wajahnya dipukul bertubi-tubi, dan dia juga terkejut melihat Dominic yang merupakan seorang Pangeran dan mantan sahabat nya berada di sini.
" APA YANG KAU LAKUKAN KEPADAKU SIALAN?" tanya nya sambil berteriak.
Dominic yang mendengarnya tertawa sebelum pandangannya mengarah ke pria itu dengan tatapan kebencian. Membuat pria itu yang melihatnya sempat terpaku. Kemudian Dominic menarik dan mencengkram dagunya dengan kuat.
" Memang kau pikir bisa bebas dariku, setelah dengan teganya kau memperkosa gadisku hingga hamil dan bunuh diri." ucap Dominic dengan suara rendahnya sebelum menjauhkan wajahnya dari pria itu, tetapi tidak melepaskan cengkraman tangannya di dagu.
__ADS_1
" hahahaha Dominic kau masih percaya saja dengan wanita itu bukannya, kau seharusnya senang karena telah menyingkirkan nya. Aku membenci mu karena Eliza lebih memilihmu daripada diriku, dan aku yakin bahwa kau cuma dimanfaatkan olehnya Hahaha...." ucapnya sambil tertawa.
Dominic semakin marah ketika seseorang menghina Eliza, gadis yang dicintainya 5 tahun lalu. Karena tidak bisa menahan emosinya lagi Dominic langsung mengambil sebuah pistol dari dalam sakunya dan langsung menembak dengan tepat di dadanya.
Dor....
Setelah letusan suara pistol barusan telah menewaskan pria tersebut dengan luka dada sedikit berlubang mengenai jantungnya. Dominic menghela nafasnya dengan pandangan memburu dan perasaan lega karena telah berhasil membalas dendamnya.
Plok...
Plok...
" Apa kau puas, Dominic?" tanya Adelio berjalan menghampiri Dominic sambil bertepuk tangan.
" Aku sedikit puas." ucap Dominic dengan datar sambil matanya tertuju kepada pria tersebut.
Adelio terdiam sebentar sebelum pandangannya tertuju kepada mayat pria itu, Ia seperti melihat sesuatu yang aneh di mayatnya sampai pandangannya tertuju kepada sebuah tato. Membuatnya mengepalkan tangannya.
" Siapa sebenarnya mereka, apa mereka incar.' batin Adelio.
Continue...
__ADS_1