
Layla merasa khawatir sampai dirinya tidak bisa tertidur. Entah apa yang akan terjadi kepada kehidupannya sekarang akibat menikahi seorang Mafia berkedok pangeran.
Tiba-tiba saja ada beberapa orang yang datang dengan cara melompat dari pohon menuju balkonnya. Apalagi orang tersebut memegang sebuah pistol yang ditodongkan kepadanya.
" URUSAN APA KALIAN KE SINI?" tanya Layla dengan wajah panik.
Membuat beberapa orang itu tertawa terbahak-bahak melihat wajah ketakutan dari Layla.
" Kami di sini ingin membawa Puteri ke hadapan Tuan M, dan kami pastikan sekarang Pangeran sudah mati di tangannya Hahaha...." ucap nya sambil tertawa.
Layla yang mendengar ucapan orang itu menggelengkan kepalanya tidak percaya. Sebab tidak mungkin Adelio kalah semudah itu.
" Sayangnya aku sama sekali tidak percaya, karena aku yakin Adelio adalah orang yang kuat dan aku pastikan dia akan murka kepada seseorang yang menyentuhku." ucap Layla yang berusaha menenangkan hatinya meskipun ada sedikit ketakutan di dalamnya.
" Dan saya pastian anda akan mati sekarang Puteri, sebelum pangeran itu datang kalian tangkap dia." ucap nya yang memerintah anak buahnya untuk menangkap Layla.
Layla yang melihat orang itu mendekat berusaha berlari menuju keluar pintu kamar. Sebelum ia memegang gagang pintu ada seseorang yang menahan tangannya ke belakang.
" Wah....Puteri sangat cantik, apa aku menyentuhnya saja ya." ucap nya sambil membenamkan wajahnya di bahu Layla.
Mendengar itu membuat sekujur tubuh Layla bergetar ketakutan.
" Ku...mohon jangan hiks...." ucap Layla sambil terisak pelan.
__ADS_1
" Tidak aku akan menyentuh mu supaya nanti suamimu akan membencimu. Tidak mungkin bukan aku menyia-nyiakan kesempatan ini." ucapnya yang menolak.
Layla hanya bisa menangis sambil berdoa seseorang menolong nya.
" Adelio kumohon cepat datang." batin Layla yang mulai pasrah.
Prang....
Dor....
Layla yang sedang memejamkan matanya kembali membuka matanya setelah mendengar adanya suara pecahan dan tembakan.
Ketika Layla melihat dirinya terkejut karena melihat darah berceceran di seluruh kamar. Banyak mayat-mayat yang mengelilinginya dengan darah yang menggenang. Karena tidak sanggup melihat nya Layla langsung terjatuh tidak sadarkan diri tapi sebelum kehilangan kesadarannya ia mendengar suara seseorang yang memanggil namanya.
Adelio mengendarai motor nya dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Mansion nya. Dirinya kali ini cukup ceroboh karena membiarkan Layla tanpa penjagaan super ketat.
Ketika sampai di Mansion Adelio langsung melihat beberapa penjaga gerbang telah tewas tertembak di bagian kepalanya.
Tapi Adelio mengacuhkan terlebih dahulu karena yang terpenting saat ini adalah menyelamatkan Layla. Dengan gerakan cepat Adelio langsung melompat ke sebuah pohon yang tepat di atas balkon kamarnya.
Bertapa marahnya Adelio ketika melihat seorang pria yang bertubuh besar dan bertato mencoba melecehkan isterinya. Adelio yang tidak bisa menahan emosinya lebih kuat lagi langsung saja mengambil pistolnya dan menembaki semua penyusup yang memasuki kamarnya.
Dor....
__ADS_1
Prang....
Dor....
Darah berceceran di atas lantai kamar nya dengan di penuhi mayat. Adelio berjalan mendekati menuju pria yang keadaan nya tidak baik-baik saja.
Sebab dirinya memiliki luka di atas bahunya akibat tembakan peluru Adelio. Memang Adelio sengaja tidak langsung menghabisi nya karena dirinya butuh informasi mengenai orang itu.
" Siapa yang menyuruhmu datang ke sini?" tanya Adelio dengan datar dan dingin.
Membuat orang yang tadinya ingin melecehkan Layla ketakutan sebab tidak bisa menahan Aira yang di keluarkan oleh pria di hadapannya.
" AKU TIDAK AKAN MEMBERI TAHU MU, DAN AKU PASTIKAN TUAN KAMI AKAN MENGHABISI MU PANGERAN ADELIO CAESAR LORIS HAHAHA ARRGGHHHHH...." ucapnya yang tiba-tiba saja berteriak karena Adelio menyuntikan sesuatu di lehernya.
" Jika kau tidak memberitahu pun, aku akan mendapatkan nya." ucap Adelio sambil memandang datar orang di hadapannya.
Sebelum membalikan badannya ke arah Layla yang wajahnya tampak syok dan ketakutan. Tidak lama kemudian Layla jatuh tidak sadarkan diri.
Untung saja Adelio bergerak cepat menangkap tubuh Layla. Sebelum kepalanya terbentur di lantai penuh darah.
" Amore, inilah kehidupan yang tidak bisa di hindari." ucap Adelio sambil memandang wajah Layla dengan pandangan yang sulit.
Countine....
__ADS_1