
Keesokan harinya terdapat sepasang anak manusia yang tertidur sambil berpelukan dengan hanya tubuhnya di tutupi oleh selembar selimut untuk menutupi tubuh polos mereka.
Sampai salah satu mereka membuka matanya. Melihat pemandangan isterinya yang sedang tertidur sambil memeluk nya membuat Adelio yang melihatnya tersenyum. Memperhatikan lekuk wajah Layla yang kemarin yang membuatnya merasa puas. Dengan perlahan Adelio merapikan rambut Layla yang menutupi sebagian wajahnya ke belakang telinga.
" Kamu sangat cantik Amore, dan sekarang kau sudah milik aku. Jangan harap kamu bisa pergi meninggalkan diriku." ucap Adelio sambil matanya menatap Layla yang masih setia memejamkan matanya.
Setelah puas menikmati wajah Layla, Adelio turun dari ranjangnya menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri. Tidak beberapa lama Adelio keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah mandi berwarna hitam. Di sana dia melihat seorang pelayan yang sepertinya menunggu Layla untuk bangun.
" Selamat pagi, Pangeran. Saya di sini ingin membantu Puteri untuk membersihkan diri." ucap Pelayan itu sambil membungkuk hormat di hadapannya.
" Siapkan air hangat saja dan gaunnya. Puteri biar aku saja yang membangunkannya." ucap Adelio dengan datar.
" Baiklah Pangeran." ucapnya sebelum berjalan menuju kamar mandi.
Setelah itu Adelio berjalan mendekati ranjang yang dimana Layla masih nyenyak tidur dan duduk di sisi ranjang. Membuat Layla yang merasa ada pergerakan membuka matanya dan wajahnya seketika merona melihat penampilan Adelio yang hanya menggunakan jubah mandi dan rambutnya yang masih basah.
Menyadari bahwa Layla terpesona melihatnya membuat Adelio tersenyum miring.
" Menikmati pemandangan anda Puteri." ucap Adelio dengan nada jahil.
Membuat Layla yang mendengarnya langsung mengalihkan pandangannya dengan wajah yang masih merona. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa Pangeran Adelio yang di kenal dingin dan kaku bisa menggodanya.
__ADS_1
" Tentu saja dan Pangeran jangan coba untuk membaca batin aku lagi." ucap Layla dengan mata memicing karena takut batin di dengar lagi oleh Adelio.
Adelio yang mendengar ucapan Layla hanya terkekeh pelan sambil tangannya mengacak-acak rambut Isterinya.
" Baiklah lagipula aku sama sekali tidak tertarik untuk membaca batin yang selalu memujiku." ucap Adelio sambil berdiri menuju walk in closet karena menurutnya sebentar lagi ada suara teriakan.
Dan benar saja tidak beberapa lama Adelio mendengar Layla yang teriak.
" ADELIO."
" hahahaha...ini sangat menjadi hobi baru bagiku." ucap Adelio sambil tertawa mendengar suara teriakan Layla.
...****************...
Sedangkan Adelio memang diam karena merupakan sifatnya. Ia akan selalu berbicara terlebih dahulu jika itu penting. Jika tidak maka pria itu akan bisa diam seharian penuh tanpa berbicara.
Crystal yang memperhatikan pasangan baru itu menyerngitkan dahinya bingung. Melihat mereka berdua hanya diam dan saling melirik satu sama lain.
" Apa kalian berdua sedang bertengkar?" tanya Crystal to the points.
Layla yang mendengar bahwa Ratu Crystal bertanya kepadanya langsung mengalihkan pandangannya.
__ADS_1
" Tidak, Mom kami tidak sedang bertengkar." ucap Layla sambil tersenyum.
" Oh syukurlah Mommy lega mendengarnya, Padahal Mommy kira kalian sedang bertengkar karena sedari tadi kau hanya saja Layla. dan jika nanti Adelio melakukan sesuatu yang buruk kepada mu bilang saja ke Mommy. Biar Mommy hukum dia dengan membakar markasnya seperti beberapa bulan yang lalu." ucap Crystal sambil tersenyum angkuh menatap Adelio.
Membuat Adelio yang melihatnya memutar bola matanya malas. Mendengar ancaman Mommy yang tidak pernah main-main. Mengingat dirinya pernah membuat Mommy marah karena saat itu dirinya tidak jadi pulang sebab musuhnya sedang menyerang salah satu markasnya. dan benar saja Mommy nya yang mengetahui hal itu langsung membakar salah satu markasnya yang berada di Grace.
" Mengapa aku bisa memiliki Mommy sepertinya." batin Adelio sambil memijit pelipisnya.
Layla yang mendengarnya hanya bisa menggangguk kepalanya sebab sepertinya ucapan Ratu Crystal tidak main-main.
Setelah selesai sarapan Anggota kerjaan langsung melakukan aktivitas mereka masing-masing.
Begitu juga Adelio yang akan melakukan pidato di salah satu gedung pemerintahan. Tapi ketika ia berjalan di lorong tiba-tiba saja Dominic berdiri di depannya.
" Ada apa kau menungguku Dominic?" tanya Adelio dengan datar.
Dominic yang berdiri di depan Adelio hanya menatapnya juga datar.
" Aku ingin mengatakan sesuatu yang penting, apa kau punya waktu." ucap Dominic dengan tampang serius.
Adelio melihat tatapan Dominic merasa curiga dengan pembicaraan mereka kali ini.
__ADS_1
Countine...