
Mommy.
Mendengar suara anak kecil membuat wanita tersebut badannya gemetar. Apalagi melihat tatapan Xander yang tertuju kepadanya.
" Kau bersihkan dirimu terlebih dahulu, aku akan mengeceknya dan aku butuh penjelasan tentang anak kita sayang cup..." ucap Xander yang mengecup bibir wanita itu sekilas sebelum bangun dari ranjangnya.
Setelah itu mengenakan pakaiannya yang tercecer di atas lantai sebelum keluar dari kamar.
Wanita tersebut langsung menggelengkan wajahnya sambil menangis tersedu-sedu. Memikirkan nasibnya yang sudah tidak baik lagi.
...****************...
" Iya Mom, aku akan mencarinya, baiklah kalau begitu selamat malam Mom." ucap Adelio yang langsung mematikan handphonenya setelah habis berbincang dengan Mommy nya.
Adelio melihat kearah Layla yang sedang berada di walk in closet sambil mengenakan sehelai handuk. Hal itu sukses membuatnya bergairah.
Tanpa butuh waktu lama Adelio berjalan menuju Layla dan memeluk tubuhnya dengan erat.
Sampai membuat Layla yang sedang mencari pakaian terkejut ketika merasakan sepasang tangan kekar memeluk perutnya.
__ADS_1
" Lepaskan Lio, aku sedang mencari baju." ucap Layla yang berusaha melepaskan pelukan Adelio.
Bukannya melepaskan Adelio justru semakin mengeratkan pelukannya.
" Tidak." ucap Adelio singkat sambil meletakkan wajahnya di bahu Layla yang polos menghirup wanginya yang menyegarkan untuknya.
Layla hanya bisa menghela nafasnya membiarkan Adelio memeluknya. Adelio yang merasa di cuek kan langsung tidak tinggal diam. Ia langsung membalikan badan Layla dan menciumnya sebelum dia protes kepadanya.
Layla yang merasakan ciuman Adelio berusaha mengimbanginya. Sampai tidak sadar bahwa Adelio menggendong tubuh nya menuju ke arah ranjang dan handuk nya yang sudah terlepas sampai memperlihatkan tubuhnya yang polos di gendongan Adelio.
Mereka saling menuntaskan gairah masing-masing sampai akhirnya menyampai puncaknya.
Adelio memperhatikan Layla yang sudah mulai terlelap. Ia tersenyum sambil mengelus rambutnya seperti biasanya.
" Kamu selalu membuatku tidak berpaling darimu Amore. Setiap saat aku merasakan yang membuncah yang membuatku terasa bahagia." ucap Adelio yang kemudian mencium kening Layla.
Setelah itu Adelio turun dari ranjangnya sebenarnya ia ingin sekali memeluk isterinya lebih lama lagi. Tapi sayangnya ia harus mengurus sesuatu yang membuatnya merasa sedikit jengkel.
Selesai berpakaian Adelio segera berjalan menuju ke ruang kerjanya. Dia duduk di kursi kerjanya sambil tangannya mengetik sesuatu di komputernya.
__ADS_1
" Akhirnya kau menunjukkan dirimu setelah 4 tahun berlalu. Adikku, Jadi sepertinya aku harus menontonnya." ucap Adelio sambil bersmirk licik.
...****************...
Sedangkan di sisi lain Xander melihat ke arah seorang anak laki-laki yang sedang menonton kartun di televisi.
Anak laki-laki itu yang menyadari bahwa ada kehadiran seseorang langsung menatapnya. Keningnya mengerut lucu tampak kebingungan.
" Siapa anda Paman, mengapa kau ada di keluar dari kamar Mummy?" tanya nya dengan mata bulatnya menatapnya polos.
Xander yang melihatnya mata seketika berkaca-kaca bertapa miripnya anak laki-laki itu dengannya. Dia yakin bahwa anak itu merupakan Anaknya. Ia berjongkok di hadapannya.
" Siapa namamu Boy?" tanya Xander sambil tersenyum tipis.
" Oh, Namaku Xavier Aland Anderson. Paman." ucap nya sambil tersenyum ramah menjawab pertanyaan yang kemungkinan adalah tamu Mummy nya.
Xander tersenyum senang karena wanitanya memberikan nama anak mereka mirip dengannya. Kemudian pandangannya tertuju ke arah wanitanya yang sudah tampak rapi dengan dress rumahan nya.
" Kau sudah datang, dan kau harus menjelaskan sesuatu kepadaku....
__ADS_1
Countine...