
Setelah makan malam dengan suara hanya dengan dentingan alat makan dan suara alat musik.
Membuat perasaan Layla sedikit canggung sebab dirinya tidak terbiasa makan dengan sangat formal seperti ini kecuali sejak kedatangannya di istana sebagai calon salah satu Pangeran kerajaan kehidupannya berubah 180⁰.
" Lio, apa yang menyerang ku kemarin malam adalah salah satu musuhku?" tanya Layla dengan hati-hati.
Sejak kejadian semalam terkadang masih terbayang-bayang di pikirannya. Bahkan dirinya takut jika orang itu datang kembali.
Adelio yang sedang memotong daging steak mengurungkan niatnya ia meletakan alat makanannya di atas meja dan memandang intens Layla.
Membuat yang di tatap merasa malu sekaligus gugup.
" Apa ada yang salah denganku?" tanya Layla sambil memalingkan wajahnya.
Adelio yang melihatnya tersenyum tipis sambil salah satu tangannya memegang tangan Layla dan membawanya untuk di kecup.
__ADS_1
Layla yang melihatnya wajahnya langsung malu menurutnya Adelio sangat tampan hanya lewat tatapan nya saja.
" Aku tidak tahu siapa orang yang telah menyerang kita semalam. Tapi yang pasti mereka membenci diriku atau Grand Dad. Kau tahu bukan bagaimana keluarga kami berasal." jeda Adelio yang melepaskan tangan Layla dan mengambil segelas wishkey sambil memandang pemandangan kota Paris.
" Kami pasti akan selalu dalam bahaya walaupun kami adalah keluarga kerajaan. Pasti musuh masih akan datang saja untuk mengincar nyawa kami. Untung saja Mommy ku merupakan salah satu mantan ketua Mafia jadi dia bisa melindungi dirinya sendiri." ucap Adelio dengan tenang sambil meminum wishkey nya dengan anggun.
Layla hanya diam sambil memikirkan perkataan Adelio barusan. Ia tahu bahwa keluarga kerajaan Grace tidak seperti keluarga kerajaan pada umumnya. Banyak intrik dan konflik yang memenuhi istana tersebut sebelum pemerintahan Raja Alexander.
Ia tahu bagaimana Raja Alexander di paksa menjadi Raja setelah perenggesaran Putera Mahkota sebelumnya. Apalagi yang ia ketahui bahwa keluarga dari Ratu Crystal bukan sembarangan. Orlando sebuah nama keluarga yang sangat di kenal sebagai salah satu keluarga terkaya di dunia. Pasti akan ada orang yang mengincar kehancuran keluarga itu.
" Mari kita berdansa, Lady." ucap Adelio sambil mengulurkan tangannya.
Dengan malu-malu Layla menerima uluran dari Adelio. Setelah itu mereka berdansa bersama dengan Layla memegang bahunya dan Adelio yang memegang pinggangnya. Mereka saling menatap satu sama lain.
" Aku baru menyadari sesuatu." ucap Adelio sambil menatap manik cokelat Layla.
__ADS_1
Layla yang melihatnya juga ikut menatap mata hitam Adelio. Ia tidak tahu mengapa bahwa mata itu merupakan mata terindah yang paling ia lihat.
Adelio yang membaca pikiran Layla tersenyum sebelum mendekatkan wajahnya di telinganya.
" Terima kasih telah memuji mataku indah, Amore." bisik Adelio dengan suara serak.
Layla wajahnya kembali memerah ia merutukin dirinya karena melupakan bahwa Suaminya bisa membaca pikiran nya.
Melihat wajah malu Layla dengan perlahan memajukan wajahnya dan tidak lama ia menciumnya dengan lembut.
Layla yang merasakan ciuman tersebut mulai membalasnya dengan lembut. Mereka saling berciuman mesra merasakan perasaan masing-masing tanpa ada unsur nafsu di dalamnya.
Sampai akhirnya Adelio melepaskan ciumannya dan menempatkan dahinya di dahi Layla.
" Aku baru menyadari perasaan apa ini, Perasaan yang membuat ku nyaman dan perasaan takut akan kehilanganmu. Aku mengakui bahwa....
__ADS_1
Countine...