
" Tuan Mashimo apa yang akan anda rencanakan?" tanya Asisten yang bernama Bernardo.
Sedangkan orang yang dipanggil Mashimo sedang duduk di kursi kebesarannya sambil mengetuk jarinya.
" Kita mulai rencana nya malam ini." ucap Mashimo sambil menyeringai licik.
...****************...
" Wah...kakak ipar hamil, akhirnya setelah beberapa lama menunggu sekarang aku akan mendapatkan keponakan." ucap Javier yang senang.
Layla yang saat ini sedang duduk di pangkuan Adelio yang sedang memeluknya dari belakang.
" Terima kasih Javier, aku senang mendengarnya." ucap Layla sambil tersenyum senang karena adik iparnya menyambut baik kabar kehamilan nya.
Awalnya Layla tidak menduga bahwa adik suaminya datang kemari dan memutuskan untuk tinggal bersama mereka.
Sedangkan Adelio diam-diam tersenyum tipis melihat bagaimana adiknya menyambut baik kedatangan calon anaknya.
" Sayang lebih baik kamu sekarang istirahat terlebih dahulu. Aku tidak ingin kamu kelelahan." ucap Adelio sambil menatap manik Layla yang sudah membalikan badannya.
__ADS_1
Sontak Layla yang mendengarnya cemberut mendengar ucapan Adelio. Karena menurutnya dia sudah terlalu sering beristirahat. Lama-lama dia gendut.
" Tidak mau." ucap Layla sambil memeluk leher Adelio.
Adelio menghela nafasnya melihat sikap keras kepala perempuan yang sayangnya ia cintai.
" Tidak, kau tetap harus istirahat bukannya tadi kau sudah menghabiskan waktu untuk berkebun. Jadi sekarang istirahat lah ini demi calon bayi kita." ucap Adelio sambil mengelus perut rata Layla.
Javier yang mendengarnya merasa rahang nya ingin jatuh. Oh bertapa dirinya tidak terkejut seumur hidup Kakaknya selalu berbicara datar selain Kakak perempuannya dan Mommy nya. Bahkan ia pernah mendengar bahwa Kakaknya menghabisi seorang perempuan yang pernah menjebaknya.
Itulah mengapa awalnya Javier yakin bahwa kakaknya merupakan penyuka sesama jenis. Sampai tiba-tiba saja Kakaknya datang membawa seorang perempuan cantik di perkenalkan kepada semuanya bahwa ia calon isterinya.
Layla yang mendengarnya menghela nafasnya sebelum menggangguk kepalanya dengan lemah.
Tetapi sebelum itu ia menatap Javier seakan mengatakan ' Pergilah ke ruang kerjaku ada sesuatu yang harus aku bicarakan'. Javier menggangguk mengerti.
Ketika Adelio memasuki kamarnya ia langsung membaringkan Layla di ranjang yang entah sejak kapan sudah tertidur. Mungkin efek kehamilannya yang membuatnya cepat kelelahan.
Setelah mengecup keningnya Adelio langsung keluar dari kamar nya berjalan menuju ke ruang kerjanya.
__ADS_1
Kreiit...
Saat masuk ke dalam Adelio melihat Javier dan Akira yang sudah berada di sana.
" Jadi, apa ada sesuatu yang ingin kau beri tahu kan Akira?" tanya Adelio yang sudah duduk di kursi kerjanya.
Akira menggangguk sebelum mengeluarkan sebuah flashdisk kepada Adelio.
" Saya sudah mematai-matai mereka, Yang Mulia. Saya mendapatkan bahwa mereka berencana ingin menculik Nona Layla untuk membuat anda menyerah." ucap Akira yang memberikan laporannya.
Adelio mengambil flashdisk tersebut dan menelitinya.
" Dan mengapa kau memberikan saya ini?" tanya Adelio lagi.
" Disana ada jejak kejahatan dari Mashimo dan pengikutnya, Yang Mulia. Anda bisa melihatnya sendiri." ucap Akira yang memberitahu isi Flashdisk tersebut.
" Jadi, apa yang akan kamu lakukan Kakak?" tanya Javier yang nimbrung percakapan.
Adelio menyatukan jari tangannya bertaut memikirkan apa yang di rencanakan. Dia tidak bisa terlalu mengambil resiko karena demi keselamatan Isteri dan calon anaknya.
__ADS_1
" Baiklah, kita akan ke sana sekarang dan menyerang mereka." ucap Adelio sambil menyeringai.
Countine...