Prince Mafia Obsession

Prince Mafia Obsession
Chapter 48


__ADS_3

Tetapi tiba-tiba saja Adelio mendengar suara isakan dari Layla. Seketika pandangan Adelio menjadi sendu ia tahu bagaimana takutnya Layla menghadapi kejadian yang baru pertama kali dirinya rasakan.


Seperti Adelio waktu dirinya kecil untuk pertama kalinya dia membunuh seseorang. Dengan perlahan Adelio menarik tangan Layla dan merengkuhnya dalam pelukannya.


Layla yang merasakan pelukan hangat tersebut seketika tangisan semakin kencang. Karena dirinya bersyukur Adelio masih hidup. Dirinya tidak mau kehilangan suaminya yang baru saja beberapa hari yang lalu mereka menikah. Entah sejak kapan Layla merasakan perasaan itu dengan Adelio.


Mendengar suara tangisan Layla yang semakin kencang Adelio semakin memperat pelukannya sambil bibirnya mengecup kepala nya dengan lembut.


" Tenanglah aku ada di sini, jangan takut aku tidak akan pernah meninggalkan mu hmm..." ucap Adelio dengan suara lembut nya.


Mungkin selama seumur hidupnya Adelio hanya bersikap hangat kepada ketiga wanita dalam hidupnya yaitu Mommy, saudari perempuannya, dan isterinya Layla. Dalam hati Adelio berjanji akan segera menghabisi nyawa yang dengan beraninya membuat kesayangan ketakutan. Apalagi motif percobaan pembunuhan ini adalah Layla.


Adelio bersepkulasi bahwa tujuan mereka sebenarnya adalah membuat kehidupan nya hancur dengan membunuh seseorang yang dirinya sayangi. Mungkin sekarang Adelio sudah tidak bisa beristirahat lagi karena mulai sekarang dia harus muncul di dalam permukaan lagi sebagai ketua Mafia.

__ADS_1


" Aku akan menghancurkan mereka semua yang telah beraninya melukai hati wanitaku." batin Adelio sambil diam-diam mengepalkan tangannya.


Setelah beberapa menit kemudian Layla yang sudah kelelahan akibat menangis kembali tertidur. Adelio yang melihatnya hanya mampu tersenyum tipis dan kembali membaringkan tubuh Layla di atas ranjang sambil menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut.


Adelio juga membaringkan tubuhnya di samping Layla sambil kedua tangannya merengkuh pinggangnya dan tidak lama kemudian dia memejamkan matanya.


...****************...


Layla bisa melihat Adelio yang tertidur pulas di sampingnya. Entah setiap tidur Adelio terlihat seperti anak polos tanpa melakukan dosa sedikit pun. Tapi Layla segera dibawa alam sadarnya ia ingat bagaimana Adelio yang saat itu baru saja berusia 6 tahun dengan mudahnya membunuh beberapa orang penyusup di istana. Bahkan dengan beraninya dia juga menodongkan sebuah pistol kepada Ayahnya.


Untung saja Adelio saat itu mengampuni ayahnya meskipun itu dibayar mahal dengan dirinya menikahi pangeran itu. Layla sama sekali tidak menduga bahwa Pangeran ini masih nekat mengincarnya.


" Aku sama sekali tidak tahu apa rencana my membawaku ke dalam kehidupan diriku Adelio. Tapi yang aku pasti adalah kau sudah membawa hatiku kepadamu." batin Layla sambil memandang sendu Adelio.

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Layla memutuskan untuk membersihkan diri mengingat sebentar lagi waktu malam dan dirinya sama sekali belum mandi seharian ini. Sepertinya tubuhnya merasa terkuras akibat tangisannya tadi pagi.


Ketika Layla ingin berdiri dari ranjang tiba-tiba saja tubuhnya oleng ke samping. Layla yang melihatnya berusaha menyeimbangkan tubuhnya sebelum tiba-tiba ada sepasang tangan yang menahan tubuhnya.


" Sepertinya kau jarang melatih tubuhmu sampai membuat nya lemas seperti ini." ucap Adelio yang sudah bangun setelah mendengar suara berisik dari Layla.


" Omongan anda sungguh menyusuk, Yang Mulia." ucap Layla yang sudah berdiri dan berjalan menuju kamar mandi sambil mulutnya menyumpahi Adelio.


Adelio yang melihatnya hanya terkekeh pelan tetapi setelah melihat Layla memasuki kamar mandi. Seketika pandangannya berubah menjadi datar.


" Sebenarnya aku juga tidak tahu rencana ku saat itu membawamu." gumam Adelio sambil memandang pintu kamar mandi dengan tatapan sulit.


Countine...

__ADS_1


__ADS_2