Prince Mafia Obsession

Prince Mafia Obsession
Chapter 63


__ADS_3

Setelah menghabiskan banyak waktu selama penerbangan. Akhirnya jet sampai di bandara internasional.


Adelio yang melihat Layla yang sudah tampak kelelahan tidak tega. Akhirnya ia menggendongnya untuk masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan di lapangan.


Memang mereka langsung pergi lewat lapangan karena mereka tidak ingin ada wartawan yang meliput kedatangan mereka. Itu bisa menjadi pemicu musuh mengetahui keberadaan mereka.


Bahkan Adelio sudah berusaha memblokir jalan dan CCTV. Supaya Mashimo tidak tahu bahwa sekarang dia bukan berada di Amerika.


Adelio yang sedang membaca buku di dalam mobil merasakan pergerakan di sampingnya. Ia pun menutup bukunya.


" Lio, apa kita sudah sampai?" tanya Layla yang baru saja membuka matanya dan melihat sekeliling bahwa dia sekarang berada di Mobil.


Adelio memperat pelukannya ke Layla sebelum berbicara.


" HN... sebentar lagi kita sampai di istana dan ayahmu sudah berada di sana." ucap Adelio yang membuat Layla senang.


Layla merasa senang karena sudah tidak sabar bertemu dengan ayahnya. Setelah pertemuan terakhir mereka di acara pernikahan nya.


Tidak berapa lama mobil sampai di depan gerbang istana. Mobil terus melaju sampai tepat di pintu utama di sana sudah ada Crystal dan Alex yang menyambut kedatangannya.

__ADS_1


Adelio keluar terlebih dahulu untuk membukakan pintu mobil untuk Layla.


" Silahkan Puteri." ucap Adelio sambil mengulurkan tangannya.


Membuat Layla yang mendengarnya wajahnya merona malu sambil tangannya menerima uluran nya.


Crystal dan Alex yang melihatnya tersenyum senang dengan hubungan pernikahan Adelio dan Layla yang berjalan lancar.


" Dia seperti ku bukan Cry." ucap Alex yang menggoda Crystal.


Crystal mendengus mendengar panggilan Alex kepadanya.


Alex hanya terkekeh karena berhasil menggoda isteri nya ini. Kemudian pandangannya kembali tertuju ke arah Adelio yang sedang memandangi nya datar.


" Apa?" ucap Alex yang risih melihat Adelio terus menatapnya.


" Tidak ada." ucap Adelio yang membuang mukanya ke samping.


Crystal dan Layla tertawa melihat suasana canggung di antara ayah dan anak itu. Kemudian Crystal berjalan mendekat ke arah Layla dan memegang perutnya.

__ADS_1


" Bagaimana kabar mu nak?" tanya Crystal yang menanyakan kabar Layla.


" Saya baik-baik saja, Yang Mulia." ucap Layla sambil tersenyum.


Crystal yang mendengarnya merasa lega kemudian memeluk Layla.


" Syukurlah, kalau begitu kita masuk pastinya kalian butuh waktu istirahat." ucap Crystal sambil merangkul bahu Layla untuk masuk ke dalam istana.


Adelio dan Alex saling melirik sebelum kembali memandang satu sama lain dengan pandangan yang sulit di artikan oleh orang lain.


" Apa kau butuh bantuan?" tanya Alex dengan serius karena dirinya tahu apa yang sedang terjadi kepada Putera sulungnya itu.


" Tidak, aku hanya meminta Daddy untuk menjaga Layla dan calon bayi kami. Biar mereka yang aku urus sudah lama sekali terakhir bermain." ucap Adelio sambil menyeringai.


Alex mendengus melihat seringai Adelio yang mempunyai hasrat untuk bermain. Padahal dirinya juga ingin melakukan nya tetapi sayangnya pekerjaannya sebagai Raja tidak bisa di tinggalkan begitu saja.


" Lebih baik sekarang kita masuk saja, aku ingin membicarakan hal penting mengenai adikmu itu." ucap Alex yang berjalan duluan meninggalkan Adelio yang sedang terdiam.


" Cih... akhirnya mereka menyadari entah apa yang akan terjadi kedepannya. Mungkin konflik akan ada lagi....

__ADS_1


Countine...


__ADS_2