Prince Mafia Obsession

Prince Mafia Obsession
Mengikuti Jejak


__ADS_3

" Ayolah kakak lagipula jika aku berada di sini. Aku bisa belajar darimu sebagai Mafia." ucap Javier dengan lantang.


Sampai Adelio yang sedang meminum kopinya tersedak dibuatnya. Ia pun langsung menatap tajam Javier.


Javier yang sadar membuat sang kakak marah langsung cengengesan.


" Cih.... memangnya kau bisa, lebih baik kau ajak saja para wanitamu untuk berkencan." ucap Adelio yang memandang remeh Javier.


" Hei, enak saja aku ini keturunan dari Raja Alexander dan Ratu Crystal seorang mafia terbesar di benua Eropa. Jadi jangan pernah meremehkan ku." ucap Javier yang tidak terima dirinya di pandang remeh oleh Adelio.


Adelio yang melihat sorot mata keseriusan Javier membuat nya tersenyum tipis. Sepertinya memberikan sebuah kesempatan bagi Javier tidak ada salahnya. Lagipula cuma Javier yang bisa di ajak kerja sama mengingat ketiga saudaranya sama sekali tidak tertarik dengan dunia mafia.


" Baiklah aku akan memberikan kamu kesempatan yaitu jaga Layla saat pergi kemanapun. Aku tidak ingin bahwa musuhku sampai melukainya lagi ketika diriku tidak ada. Jika kau gagal aku akan memulangkan mu kembali ke Grace. Ini adalah kesempatan pertama sekaligus terakhir. Karena aku sama sekali tidak menyukai yang namanya kegagalan. Kau mengerti Javier Mascherano Loris." ucap Adelio dengan pandangan datar.


Javier yang merasakan aura kakaknya sempat dibuat takut. Mengingat ini pertama kalinya Kakaknya mengeluarkan aura penguasa nya. Meskipun Kakaknya bukan seorang pewaris tahta. Ia tidak bisa dipandang remeh. Menurutnya aura kakak Adelio lebih kuat daripada kakaknya Dominic.

__ADS_1


" Baik, aku akan menjaga kakak ipar ku dengan baik. Tapi izinkan aku tinggal di Mansion ini." ucap Javier sambil tersenyum.


Adelio menghela nafasnya sambil menggangguk kepalanya mengizinkan adiknya untuk tinggal bersamanya. Javier yang melihat anggukan setuju dari kakaknya langsung merasa senang.


" Yhuu.... kalau begitu selamat malam kakak, dan jangan meminta jatah kepada isterimu. Pastinya sekarang dia sedang kelelahan hahahaha...." ucap Javier bercanda.


Membuat Adelio yang melihatnya berdecak sebal. Memiliki seorang adik yang terkadang membuat kepalanya sakit.


Setelah itu Adelio memutuskan untuk kembali ke dalam kamarnya untuk menemui isteri kecilnya.


Ketika masuk ke dalam kamarnya seketika suasana hatinya yang sempat memburuk menjadi baik. Melihat Isterinya yang tertidur pulas di atas ranjang dengan selimut yang menutupi tubuhnya sampai keleher.


Adelio berjalan menuju ke arah kamar mandi membersihkan tubuhnya yang terdapat sisa aktivitas itu dengan Layla. Selesai mandi Adelio hanya menggunakan celana piyama nya tanpa atasan. Ia membaringkan tubuhnya di samping Layla sebelum memejamkan matanya sambil tangannya memeluk erat pinggang nya.


...****************...

__ADS_1


" Semuanya gagal...gagal...aku tidak percaya bahwa dia selicik itu. Aku sudah sangat berharap setelah kematian Samuel Orlando. Aku bisa menguasai dunia bawah. Ternyata ia memiliki seorang cucu yang mirip dengannya. Aku harus melakukan sesuatu supaya dia bisa aku kendalikan. Iya...itu caranya." ucap seseorang sambil tersenyum licik.


...****************...


Layla yang merasa cahaya matahari bersinar di balik jendela. Langsung membuka matanya terbangun dan melihat Adelio yang seperti biasa memeluk nya dengan posesif. Hal itu membuat Layla merasa bahagia karena perasaan cintanya terbalas.


Ia sama sekali tidak percaya mengingat bagaimana pertemuan mereka yang cukup tegang. Tapi sekarang ia tidak perlu memikirkannya lagi.


" Sepertinya aku akan membuatkannya sarapan." ucap Layla dengan nada semangat.


Layla menuruni ranjang dengan menutupi tubuhnya dengan selimut. Tapi ketika ia memasuki kamar mandi.


Hueek....


Countine...

__ADS_1


__ADS_2