Prince Mafia Obsession

Prince Mafia Obsession
Malam Pertama


__ADS_3

Ada adegan 18+...jadi author harapkan untuk pembaca di bawah umur untuk menskipnya.


Spontan Layla berteriak melihat tiba-tiba saja tubuhnya terkurung oleh lengan Adelio.


" A...pa yang kau lakukan, Pangeran. Lepaskan aku." ucap Layla dengan wajah gugupnya.


Membuat Adelio yang melihatnya tersenyum tipis. Bertapa lucunya gadis yang sekarang sudah menjadi isterinya, miliknya, dan ibu dari anak-anaknya kelak. Kemudian Adelio mendekatkan wajahnya di telinga Layla.


" Apa kau lupa Amore, bahwa malam ini adalah malam pertama kita cup." ucap Adelio dengan suara serak dan berat. Jangan lupa juga dia mengecup telinga Layla.


Seketika mendengar ucapan Adelio membuat wajah dan kedua telinga Layla memerah sempurna. Ia sebenarnya ingin menghindar dari Adelio mengenai malam ini tapi sepertinya tidak bisa.


Melihat wajah Layla yang hanya termenung langsung saja Adelio mencium bibirnya dengan lembut. Ketika Layla merasakan bibirnya di cium matanya seketika membulat. Tapi beberapa saat kemudian dia pun langsung membalasnya.


Mengetahui bahwa Layla membalas ciuman nya Adelio tersenyum sebelum tangannya merayap di pantat Layla dan meremasnya. Tentu saja hal itu membuat Layla mendesah di balik ciumannya.


Setelah itu Adelio mengangkat tubuh Layla sambil berjalan dan menurunkan nya dengan lembut. Dengan tubuhnya di bawah kungkungan Adelio. Layla bisa melihat bola mata Adelio yang berwarna hitam yang sekelam malam. Membuat Layla tidak sadar membalik cium Adelio sambil menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.


Adelio yang melihat Layla menciumnya terlebih dahulu merasa senang dan membalasnya. Sambil tangan nakalnya meremas gundukan kembar Layla.


"Ahh...Pang....Eran...ahhh" ucap Layla yang mendesah ketika ciuman Adelio berpindah di lehernya.

__ADS_1


Adelio mengecup dan menjilati leher Layla dan memberikannya tanda kepemilikannya. Supaya tidak siapapun yang boleh memiliki Layla karena selamanya dia adalah milik Pangeran Adelio Caesar Loris.


Setelah merasa puas Adelio mengangkat wajahnya dia merasa ***** nya tidak bisa di bendung lagi. Ketika melihat wajah penuh kenikmatan Layla.


" Apa aku boleh memiliki mu malam ini, Amore." ucap Adelio yang meminta izin kepada Layla untuk bertindak jauh.


Layla seketika terpaku mendengar Adelio meminta izin kepadanya untuk menyentuhnya. Di sini Layla tersentuh soalnya tidak semua pria melakukan hal itu. Dengan gugup Layla mengganggukan kepalanya dengan pelan.


Mengetahui Layla mengizinkannya membuat Adelio langsung menyerangnya.


Akhirnya mereka menghabiskan malam pertama dengan penuh hasrat.


...****************...


Sungguh sekitar kamar Dominic sangat berantakan dengan botol-botol minuman keras berserakan di sana.


" Hah...mengapa kau meninggalkanku Hahahaha....bahkan kedua orang tuaku saja menyuruh untuk bertunangan dengan orang lain ARRGGHHHHH...." ucap Dominic yang meracau akibat mabuk.


Kemudian setelah itu Dominic melempar botol yang berada di tangannya ke dinding. Sehingga botol itu pecah.


"Hiks...mengapa kau meninggalkanku...Di..." ucap Dominic yang menangis dan tidak lama kemudian ia pun tertidur.

__ADS_1


Tanpa mempedulikan pakaian nya yang belum ganti Dominic tidur pulas dengan sesuatu yang selama ini dia simpan untuk nya.


...****************...


" Ada apa Crystal sepertinya sejak tadi dirimu merasa cemas hmm." tanya Alex sambil tangannya memeluk pinggang Crystal dengan mesra.


Crystal menghela nafasnya sebelum memulai menjawab.


" Entahlah, sepertinya aku merasa cemas dengan Dominic." ucap Crystal sambil kepalanya di sandarkan di dada bidang Alex.


Seorang pria yang sudah menemaninya bertahun-tahun lamanya dengan penuh cinta. Alex yang mendengarnya terdiam karena sebenarnya dirinya merasa curiga kepada Dominic yang sepertinya menyimpan sebuah rahasia besar.


" Aku yakin Dominic dalam keadaan baik-baik, dia sudah dewasa pasti dia bisa memutuskan semuanya dengan sendiri. Lagipula saat ini dia akan menjadi Raja kelak." ucap Alex sambil mengelus rambut Crystal dan menenangkan nya.


" Kau benar." ucap Crystal sambil tersenyum karena dirinya yakin bahwa Dominic tidak menyembunyikan rahasia sama sekali. Meskipun dalam hatinya masih ada perasaan tidak enak tapi dia yakin kepada Puteranya.


Sedangkan Alex menghela nafas lega karena Crystal percaya dengan ucapannya. Meskipun dirinya kurang yakin. Tapi sepertinya pemikiran nya kali ini dia tidak perlu menjawabnya sebab dirinya tidak ingin membuat Crystal khawatir.


" Aku harus menyelidikinya." batin Alex dengan tatapan datar.


Countine...

__ADS_1


__ADS_2