Prince Mafia Obsession

Prince Mafia Obsession
Bahagia


__ADS_3

"Aku baru menyadari perasaan apa ini, Perasaan yang membuat ku nyaman dan perasaan takut akan kehilanganmu. Aku mengakui bahwa aku mencintaimu Layla Loris." ucap Adelio dengan pandangan serius.


Deg...


Layla tiba-tiba saja merasakan jantungnya berdetak sangat cepat dan merasakan beribuan bunga mekar di dalam hatinya. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa Adelio menyatakan cintanya kepadanya.


Padahal Layla sudah mempersiapkan ketika suatu saat nanti Adelio akan meninggalkan nya dan memilih wanita lain. Sekarang dirinya merasa bimbang apa ia harus mempercayai Adelio, membuka hatinya untuk suaminya itu pikir Layla.


Adelio yang melihat reaksi Layla hanya tersenyum karena dirinya sudah menduga bahwa isterinya merasa terkejut dengan ungkapan perasaan nya. Dirinya juga tidak menyangka bahwa dia sudah menyukai terlebih jatuh cinta kepada Layla sejak awal. Ia hanya merasa takut jika suatu saat nanti Layla akan pergi meninggalkannya meskipun dia merupakan seorang Pangeran dan Pebisnis kaya. Tapi Layla merupakan wanita yang berbeda dari wanita yang di kenalnya selama ini.


" Maaf jika perkataan tadi membuatmu terkejut, Tetapi tenang saja meskipun kau hmmp..." ucap Adelio tiba-tiba terhenti disebabkan Layla yang menciumnya.


Adelio merasa terkejut karena tiba-tiba saja Layla menciumnya tapi tidak dipungkiri bahwa hatinya merasa senang bahwa isterinya juga mencintai nya. Adelio pun langsung membalas ciumannya. Mereka lagi-lagi meluapkan perasaan masing-masing lewat ciuman.


Layla memutuskan untuk percaya sepenuhnya kepada Adelio, suaminya karena ia menyadari bahwa dirinya sudah mencintainya sejak pria itu mempertemukannya dengan Ayah kandungnya.


Setelah beberapa menit kemudian Layla melepaskan ciumannya ketika sudah merasakan nafasnya hampir habis. Dengan tersengal-sengal Layla memperhatikan Adelio yang tampaknya masih bingung.

__ADS_1


" Terimakasih Lio, aku juga mencintaimu. my husband." ucap Layla sambil tersenyum lembut memandang Adelio.


Adelio yang mendengar bahwa Layla mencintainya hanya bisa terdiam terpaku tapi sedetik kemudian ia memeluknya kembali. Adelio merasa kebahagiaan yang berkali lipat setelah perasaan cintanya terbalaskan.


" Aku mencintaimu mulai hari ini aku berjanji akan selalu melindungi mu dan anak-anak kita nantinya." ucap Adelio.


Layla yang mendengarnya tersenyum senang sampai tidak bisa menahan air matanya keluar.


" Aku tidak perlu janji mu Lio, aku cuma perlu bukti bahwa kau tidak akan pernah meninggalkan ku." ucap Layla dengan mata yang masih berkaca-kaca.


Adelio melepaskan pelukannya melihat wajah Layla sudah di basahi oleh air mata dengan perlahan jarinya menghapus jejak air mata yang bertengger manis di mata isterinya.


Layla yang merasakan hangatnya sentuhan tangan suaminya sampai ia memejamkan matanya.


" Tentu aku senang mendengarnya Lio." ucap Layla sambil tersenyum.


...****************...

__ADS_1


Setelah menghabiskan waktu makan malam kemudian mereka kembali ke Mansion. Adelio yang sedari tadi memandang punggung Layla tidak bisa menahan perasaan gairahnya dengan cepat ia berjalan dan berdiri di belakangnya.


Layla yang merasa ada Adelio di belakang nya hanya terdiam sambil tersenyum saat tangan besar suaminya menyentuh lehernya dengan lembut. Ia berusaha menahan desahannya dengan mengigit bibir bawahnya.


Kemudian Adelio meletakkan bibirnya di leher Layla menjilatinya dan memberikannya tanda kepemilikannya. Layla mulai tidak bisa menahan desahannya ketika merasakan sesuatu yang mulai basah di belahan miliknya.


" Uhh...Lio." lenguhan Layla sambil memiringkan kepalanya.


Mendengar lenguhan dari Layla langsung saja Adelio mengangkat tubuhnya dan meletakkan di atas ranjang. Mereka saling menatap satu sama lain sambil tangan Adelio mengelus kening Layla dengan perlahan.


" Kita akan menghabiskan malam indah ini sayang." ucap Adelio sambil tersenyum miring.


Layla yang mendengarnya juga tersenyum sambil menarik pelan dasi Adelio yang sudah sedikit berantakan.


" Aku menunggu nya Pangeran." ucap Layla sambil memandang Adelio dengan menggoda.


Setelah itu mereka menghabiskan malam itu dengan suara lenguhan dan ******* yang keras.

__ADS_1


Countine...


__ADS_2