
Layla yang merasa perutnya dikocok-kocok langsung memuntahkannya di atas westafel. Entah kenapa sejak kemarin perutnya merasa tidak enak.
Tidak itu saja dirinya juga mulai merasa tidak menyukai beberapa aroma seperti bawang yang membuatnya merasa mual.
Hueek...
Layla terus memuntahkan isi perutnya sampai dirinya merasa lemas.
Adelio yang baru saja memasuki ke kamarnya mendengar suara berisik dari kamar mandi membuatnya melangkah menuju ke sana.
Tok...Tok...
" Amore, apa kau berada di dalam." ucap Adelio sambil mengetuk pintu memastikan bahwa Isteri nya berada di kamar mandi.
Sampai beberapa saat ketika suara mulai hening dari dalam membuat Adelio khawatir dan langsung saja membuka pintunya mengingat bahwa pintu kamar mandi nya tidak di kunci.
Ketika masuk ke dalam bertapa terkejutnya dirinya melihat Isterinya sudah tergeletak tak sadarkan diri di lantai.
Adelio langsung menggendongnya dan membawanya keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
" PANGGILKAN DOKTER." ucap Adelio dengan suara keras menyuruh para bawahannya memanggil dokter.
Kebetulan seorang bodyguard yang di suruh menjaga pintu kamar mendengar suara majikannya yang berteriak panik langsung menghubungi dokter.
Suara teriakan Adelio yang lumayan keras sampai membuat Javier terbangun dari tidurnya.
" ****...kakak mengapa teriak sih mengganggu tidur saja." gumam Javier yang sepenuhnya belum sadar.
Kemudian Javier mengangkat bahunya acuh sebelum membaringkan kembali tubuhnya di ranjang tanpa mempedulikan kepanikan yang ada di dalam Mansion mengenai kabar Nyonya nya pingsan.
Sedangkan dokter yang dipanggil sudah datang ke Mansion.
" Selamat pagi, Tuan." ucap Dokter yang bernama Alpen. Salah satu dokter pribadi kepercayaan Adelio.
" Periksa Isteriku dan ingat kau jangan berani-berani nya menyentuhnya." ucap Adelio dengan penuh nada ancaman.
Aaron yang kebetulan baru saja memasuki kamar terkejut mendengar ucapan dari majikannya termasuk Dokter Alpen yang akan memeriksa Layla.
" Dasar Posesif." batin Aaron dan Dokter Alpen secara bersamaan.
__ADS_1
" Maaf Tuan jika saya tidak menyentuh Nyonya bagaimana saya nantinya bisa memeriksa nya?" tanya Dokter Alpen yang kebingungan.
Adelio yang mendengarnya tentu saja tidak menyukai bahwa Isterinya di sentuh oleh pria lain. Karena hanya dirinya seorang saja yang boleh menyentuh isteri tercintanya. Dalam hati dirinya membenarkan ucapan Dokter Alpen.
Sebab tidak ingin membuat isterinya tambah sakit akhirnya dengan pasrah Adelio menggangguk menyetujui permintaan Dokter Alpen dengan setengah hati.
Setelah mendapatkan persetujuan dari Adelio membuat Dokter Alpen bisa bernafas lega sebelum dia mulai memeriksa Layla. Tetapi sayangnya ketenangan itu tidak bertahan lama ketika dia merasakan Adelio memerhatikan nya dengan tatapan tajam menusuk seakan-akan dia akan dibunuh. Dokter Alpen yang mulai mempercepat pemeriksaan nya sebelum Adelio mulai mengamuk karena telah berani menyentuh isteri kesayangannya.
" Selamat Tuan anda akan menjadi seorang Ayah." ucap Dokter Alpen yang menjabat tangan Adelio sambil tersenyum.
Membuat Adelio yang mendengarnya seketika terdiam kaku dan memandang Dokter Alpen dengan tatapan tidak percaya.
" Apa itu benar?" tanya Adelio yang menuntut kepastian.
" Benar Tuan saat ini Nona sedang mengandung, usianya baru seminggu jadi saya harapkan untuk menjaga kesehatan Nona mulai dari makanan nya . Jika anda butuh penjelasan yang detail sebaiknya kunjungi Dokter kandungan." ucap Dokter Alpen yang memberikan sarananya.
Adelio yang mendengar nya hanya menggangguk kepalanya. Karena dalam hatinya dia merasa senang sebab sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang Ayah.
Jadi sepertinya dia butuh penjagaan super ketat untuk Layla. Supaya para musuhnya tidak menyentuh isterinya.
__ADS_1
" Aku butuh menyelesaikan ini semuanya." batin Adelio.
Countine...