
" Dia lagi." gumam Aurora dengan pelan sambil memandang pria tersebut.
Sampai akhirnya Aurora memutuskan untuk menghampiri pria tersebut yang di yakini bernama Akira orang kepercayaan Kakaknya Adelio.
Akira yang merasakan kehadiran seseorang langsung mengalihkan pandangannya. Setelah mengetahui siapa orang tersebut Akira membungkuk hormat di hadapan Aurora yang merupakan sang Puteri sekaligus Adik kembar majikannya.
" Salam, Puteri." ucap Akira dengan sedikit membungkuk badannya.
" Hallo, apa yang kamu Akira?" tanya Aurora sambil memandang sorot mata hitam Akira.
" Benar, Puteri apa ada sesuatu yang anda butuhkan saat ini." ucap Akira sambil menanyakan tujuan kedatangan Aurora. Karena tidak biasanya seorang Gadis apalagi seorang Puteri meninggalkan pesta yang di sukai kaum Gadis.
Aurora yang mendengar pertanyaan dari Akira dia sudah mengira bahwa tidak seharusnya seorang Puteri meninggalkan sebuah pesta. Apalagi dengan statusnya yang merupakan seorang Puteri.
" Aku hanya merasa bosan, jadi aku memutuskan untuk berjalan-jalan di sini, dan apa aku bisa tolong temani diriku di sini." ucap Aurora sambil tersenyum canggung.
Tentu saja permintaan Aurora langsung di setujui oleh Akira. Sebab tidak ada alasannya untuk menolak keinginan seorang Puteri.
Kemudian setelah itu Aurora dan Akira duduk di kursi panjang yang sudah di sediakan di taman istana. Suasana terlihat canggung karena mereka berdua sama sekali tidak ada yang mau membuka pembicaraan. Apalagi dengan sikap dingin dan datar Akira yang membuat Aurora yang ingin bertanya merasa canggung.
__ADS_1
Akira yang mengerti bahwa Puteri Aurora ingin bertanya langsung membuka pembicaraan.
" Jika anda ingin bertanya akan saya jawab, Puteri?" tanya Akira yang mengijinkan Aurora untuk bertanya.
Aurora yang mendengarnya langsung tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Dia pun langsung bertanya.
" Apa kamu memiliki seorang kekasih?" tanya Aurora yang tanpa sadar menanyakan hal itu.
Seakan tersadar dengan ucapannya langsung saja Aurora mengutuk mulutnya yang berbicara seenaknya.
" Sialan, Rora bodoh." batin Aurora sambil melirik Akira.
" Tidak, saya tidak mempunyai kekasih." ucap Akira dengan cuek.
Mendengar ucapan Akira tanpa sadar membuat Aurora mengucapkan syukur di dalam hatinya.
" Kalau begitu aku harus pergi karena pasti banyak orang yang akan mencari ku. aku senang bertemu dengan mu Akira. dan aku harap jika kita bertemu lagi kamu tidak berbicara formal denganku." ucap Aurora sambil tersenyum sebelum berjalan pergi.
Meninggalkan Akira yang menatap Aurora yang perlahan menjauh dengan tatapan yang sulit.
__ADS_1
...****************...
Sedangkan setelah pesta berakhir Layla memutuskan untuk berendam di air hangat yang sudah disiapkan oleh salah satu pelayan.
Sampai sekarang Layla masih belum percaya bahwa kehidupannya berubah 180⁰ derajat yang awalnya hidupnya cuma sederhana bahkan dia tidak pernah memanjakan dirinya untuk sekejar belanja maupun merawat wajahnya.
Tapi yang masih menjadi pertanyaan Layla sampai sekarang apa Adelio sudah mencintainya atau dirinya sudah terjebak oleh perasaan kepada Pangeran yang menolak sebagai pewaris tahta.
Layla tidak percaya bahwa ada seseorang yang menolak sebagai pewaris tahta hanya demi mewujudkan keinginannya selama ini. Tapi Adelio membuktikannya bahwa dia bisa mengubah kehidupannya sebagai Pangeran pertama di kerajaan Grace.
Bahkan pria itu sudah menjadi salah satu pengusaha yang sukses di usianya masih muda.
Tapi sayangnya sifat Pangeran Adelio yang cukup arogan membuat Layla sedikit jengkel. Apalagi tingkahnya yang suka memaksa kehendak seseorang.
Memikirkan hal itu membuat jantung Layla berdebar kencang. dan akhirnya memutuskan untuk menyelesaikan berendam nya.
Tetapi ketika Layla ingin keluar dari kamar mandi tiba-tiba ada seseorang yang menghalanginya.
KYAAH...
__ADS_1
Countine...