Prince Mafia Obsession

Prince Mafia Obsession
Permasalahan Pewaris Tahta II ( Flashback )


__ADS_3

Membuat Alex yang mendengarnya terdiam kaku. Dia bertanya-tanya di dalam hati nya mengapa Putera pertamanya selalu mengetahui semua rahasia nya termasuk yang lainnya.


Memang selama ini Adelio belum memberi tahu kemampuan spesialnya kepada keluarganya hanya Grand Dad nya saja yang tahu akan hal itu.


" Daddy memang tidak bisa menyembunyikan sesuatu kepadamu Lio. Jadi bagaimana mana menurutmu?" tanya Alex yang meminta pendapat kepada Adelio sambil tangannya mengambil salah satu senjata api di meja dan mengisinya dengan peluru.


Adelio yang memperhatikan nya hanya terdiam sebelum pandangannya kembali fokus ke depan.


" Aku tidak tahu, dan sepertinya Daddy akan kecewa dengan keputusan ku." ucap Adelio dengan pelan sebelum kembali menembak salah satu sasaran yang jauhnya sekitar 1.5 meter.


Alex yang mendengarnya tersenyum miring sambil berjalan mendekati Adelio dan menepuk bahunya dengan pelan. Memang setelah kejadian beberapa tahun yang lalu hubungan Alex dan Adelio semakin membaik mengingat sikap di antara mereka yang memiliki banyak kesamaan. Terkadang Adelio juga membantu pekerjaannya ketika saat pulang sekolah dulu.


Memikirkan itu membuat Alex bangga kepada Putera pertamanya.


" Daddy tidak pernah memaksa kau untuk mengambil tindakan mu saat ini Lio. Tapi Dad tahu bahwa sebenarnya kau ingin mengambil tawaran dari Grand Dad Orlando. Karena Grand Dad Orlando sudah mempersiapkan semuanya supaya kau menggantikan nya di masa depan. Jadi bagaimana mana menurutmu pilih menjadi seorang pewaris atau menjadi seperti kakek mu." ucap Alex sebelum menebak salah satu sasaran.

__ADS_1


Dor...


Setelah menembak Alex langsung memberikan pistolnya kepada Adelio.


" Pikirkan keputusan mu Lio, Dad akan mendukung mungkin salah satunya gadis kecil itu." ucap Alex sebelum berjalan meninggalkan Adelio yang terdiam.


Adelio melihat senjata api yang berada di kedua tangannya sebelum kemudian dia tersenyum tipis.


" Sepertinya aku sudah mendapatkan jawabannya." ucap Adelio.


" Jadi bagaimana keputusan Adelio, Apa dia menerima permintaan Dewan istana?" tanya Crystal yang sedang duduk nyaman di sofa kamarnya dengan sebuah buku yang berada di pangkuannya.


Alex yang baru saja menceritakan pertemuannya dengan para dewan dan menteri kepada Crystal. Selesai mengganti pakaiannya Alex segera membaringkan tubuhnya di atas paha Crystal.


Crystal meletakkan bukunya di meja kecil sampingnya dan mengelus rambut Alex yang masih berwarna kecokelatan di usianya yang hampir kepala lima.

__ADS_1


Alex memejamkan matanya menikmati sentuhan Isterinya membuatnya merasa kehilangan rasa lelahnya. Beberapa tahun terakhir adalah hari yang membahagiakan baginya hidup bersama wanitanya dan kelima anaknya.


" Aku tidak tahu sayang, terkadang aku heran mengapa Adelio mengetahui apa yang aku pikirkan. Padahal aku belum memberitahukan kepada siapapun termasuk Dominic?" tanya Alex.


Crystal yang mendengarnya tersenyum memandang lembut Alex.


" Mungkin hanya dia yang tahu, Alex. Adelio memiliki rahasia yang masih belum kita ketahui." ucap Crystal sambil mengingat bagaimana sifat Putera pertamanya yang sedikit tertutup kepadanya maupun Alex.


" Tapi Alex aku percaya bahwa pilihan Adelio tidak akan salah, dan Adelio tidak mau berebut tahta dengan adiknya sendiri. Lagipula sepertinya dia ingin seperti Grand Dad Orlando." ucap Crystal sambil memasang wajah teduhnya.


Alex yang mendengarnya langsung tersenyum dan menggangguk kepalanya menyetujui perkataan Crystal. Ia tahu bahwa Adelio sangat mengidolakan Grand Dad Orlando. Bahkan sejak kecil Adelio lebih dekat kepadanya tidak seperti saudaranya yang lain.


" Kau benar....


Countine...

__ADS_1


__ADS_2