Prince Mafia Obsession

Prince Mafia Obsession
Chapter 64


__ADS_3

Alex membawa Adelio masuk ke dalam ruang kerjanya dan menguncinya dari dalam. Sedangkan Layla sudah dibawa oleh Crystal untuk beristirahat.


" Jadi bagaimana Javier apa dia tidak menyusahkan mu?" tanya Alex yang duduk di sofa sambil meminum kopi yang sudah disediakan di atas meja.


Adelio terdiam sambil melangkahkan kakinya ke belakang meja kerja Alex dan membuka salah satu laci yang berisi botol alkohol dan menuangkan ke dua buah gelas kaca membawanya ke hadapan Alex.


" Dia cukup lumayan dalam bidang mengamati dan melacak, Tapi terkadang aku masih belum yakin bahwa dia akan menghilangkan sifatnya memainkan para wanita." ucap Adelio tenang sambil meminum alkohol.


Alex meletakan cangkir kopi itu dan menggantinya dengan segelas alkohol yang dibawa Adelio tadi.


" Daddy juga tidak menyangka bahwa Javier akan mengikuti jejak mu. Itu bagus supaya para dewan istana tidak selalu berkomentar negatif kepadanya dan pastinya Mommy mu sedikit tenang jika Javier berada di sisimu." ucap Alex yang meminum alkohol nya juga.


Setelah percakapan tersebut mereka saling terdiam. Memang sifat yang sama membuat ayah dan anak tidak terlalu suka berbicara banyak kecuali itu penting, dan memiliki sifat hanya mencintai satu wanita saja.

__ADS_1


" Hah...Daddy sama sekali tidak menyangka sudah lebih dua puluh tahun berlalu. Kalian sudah semakin dewasa. Daddy tidak menyangka bisa melihat perkembangan kalian sebesar ini dan memilih tujuannya masing-masing." ucap Alex yang kembali menuangkan botol alkohol tersebut ke dalam gelas dan menyesapnya pelan-pelan.


Adelio hanya diam mendengarkan cerita dari Daddy nya. Meskipun hubungan diantara keduanya sedikit tidak akrab dulu. Tapi karena memiliki sikap yang mirip membuatnya gampang membicarakan permasalahannya dengan Daddy nya dan mencari solusinya bersama-sama.


" Awalnya aku tidak pernah percaya bahwa suatu hari nanti bisa mendapatkan hati Mommy mu kembali. Setelah apa yang aku lakukan kepada nya. Dia masih mau menerima orang yang brengsek seperti ku meninggalkan nya saat mengandung kau dan Aurora." ucap Alex sendu.


Adelio menggelengkan kepalanya mendengar penyesalan dari Daddy nya kesekian kalinya.


Alex yang mendengarnya juga tertawa pelan mengingat kisah asmaranya dulu.


" Dan aku harap dia tidak akan menyesalinya. Apalagi dia dengan tenangnya mengunjungi wanita itu." ucap Alex.


...****************...

__ADS_1


" Sudah lama sekali sejak terakhir kalian berkunjung." ucap Crystal yang membawa Layla ke kamar Adelio untuk beristirahat.


" Terima kasih atas sambutan nya yang hangat dan mau menerima orang seperti ku untuk menjadi isteri Adelio." ucap Layla yang tersenyum.


Crystal mendengar perkataan rendah hati Layla membuat nya menggelengkan kepalanya, dan sedikit bernafas lega karena Adelio sudah tepat memilih pasangannya. Bahkan sekarang ia bisa merasakan perubahan Adelio.


" Seharusnya aku yang berterima kasih telah menerima Adelio apa adanya. Aku mengingat bagaimana Adelio yang dengan beraninya datang menemui Daddy nya untuk memintanya tidak menurunkan jabatan Dominic sebagai Pangeran Mahkota kepadanya." ucap Crystal.


Layla yang mendengarnya mengangkat alisnya penasaran bagaimana Adelio mau melepaskan jabatannya yang diinginkan semua orang untuk menyerahkan kepada adiknya.


" Maaf, aku ingin bertanya mengapa Lio melepaskan gelarnya dan memilih untuk berdiri sendiri?....


Countine...

__ADS_1


__ADS_2