Prince Mafia Obsession

Prince Mafia Obsession
Chapter 72


__ADS_3

Sayangnya aku tidak bisa melakukannya sayang. Jika bayi itu hidup bisa jadi mengganggu hubungan di anta...auuh." ucap Mashimo yang tiba-tiba saja meraung kesakitan.


Layla membulatkan matanya melihat darah yang mengenang di bahu Mashimo dan ketika ia membalikkan badannya senyuman langsung terbit di wajahnya melihat kedatangan seseorang yang selama ini ia tunggu-tunggu.


" Lio." ucap Layla dengan lirih.


Flashback On...


Beberapa saat yang lalu


Adelio mengendarai mobilnya sampai di sebuah gudang kosong yang sudah tidak terpakai. Ia melihat pelacak yang di taruhnya pada cincin Layla menunjukkan bahwa isterinya ada di dalam.


Ceklek....


" Kakak, apa benar kakak ipar berada di dalam bukannya ini bisa jadi sebuah jebakan?" tanya Javier yang masuk ke dalam mobil Adelio.

__ADS_1


Awalnya mereka ingin sekali menyerbu markas Mashimo yang ada di New York. Tetapi rencana itu berubah setelah mendengar bahwa Layla di bawa Mashimo ke pinggiran kota.


" Tidak ini bukan jebakan, jika kita pergi ke sana yang merupakan jebakan. Mashimo ingin menipu kita dengan melakukan penyerangan di dua kubu. Supaya dia bisa membawa isteriku pergi dariku." ucap Adelio sambil mengepalkan tangannya.


Javier yang mendengarnya tahu bahwa saat ini kakaknya sedang marah, dan dia tidak ingin menjadi sasaran empuk kemarahan nya.


" Ya sudah sepertinya aku akan mengurus para anggota itu bersama anggota kita yang lain. Kakak lebih baik menyusul kakak ipar karena aku khawatir bahwa Mashimo akan melakukan sesuatu yang buruk kepadanya, dan masalah di gedung itu Akira sudah berangkat ke sana mungkin dia ingin bersenang-senang dengan pedangnya." ucap Javier sambil tertawa pelan.


Adelio menyeringai sambil menggangguk kepalanya pelan.


" Benar saatnya kita sedikit bersenang-senang sudah lama aku tidak melakukan nya. Javier ini adalah pengalaman pertama mu. Jadi tetap waspada." ucap Adelio memperingatkan Javier.


Javier bersmirk memikirkan apa yang akan terjadi. Memang sejak melihat Adelio memegang senjata api di situ membuatnya merasa terpesona untuk memainkan nya juga. Sampai dimana dia mengetahui bahwa pekerjaan Kakak pertamanya merupakan seorang Mafia sekaligus CEO terkenal. Hal itu semakin membuat nya kagum baginya pekerjaan nya apalagi Dad dan Mom nya juga sama.


" Oh... baiklah aku akan masuk dari depan dan kakak masuk dari belakang." ucap Javier sambil memegang senjata apinya.

__ADS_1


Adelio menggangguk kepalanya sebelum akhirnya keluar dari dalam mobilnya.


Flashback off....


" Aku tidak menyangka bahwa seorang Mafia seperti mu merencanakan untuk mengambil isteriku." ucap Adelio sambil mengacungkan senjatanya.


Mashimo yang mendengarnya dibuat geram dan mengambil senjata apinya juga. Tetapi Mashimo tidak mengarahkannya kepada Adelio melainkan ke arah Layla.


Layla yang melihatnya langsung menangis kembali. Dalam hati dirinya berdoa semoga Tuhan menyelamatkan nyawanya dan calon bayinya.


Adelio yang melihatnya sedikit tersekiap tapi ia bisa mengendalikan emosinya berusaha tetap tenang. Meskipun dalam hati nya dia khawatir kepada Layla.


" Anda sangat pengecut Mashimo, berani mengarahkan senjata ke seorang wanita." ucap Adelio yang masih tetap mengacungkan pistol nya.


" TIDAK, AKU BUKAN PENGECUT MELAINKAN BERUSAHA MENDAPATKAN WANITA YANG KAU REBUT DARIKU. SEKARANG KAU HARUS MATI." ucap Mashimo sambil menarik pelatuk nya ke arah Adelio.

__ADS_1


TIDAK...


Countine...


__ADS_2